sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Ipar Bilang Aku Gendut & Jelek, Sedangkan Mertua Kerjanya Menyalahkanku Terus

Sahabat HaiBunda Jumat, 02 Apr 2021 17:06 WIB
Ilustrasi mertua dan menantu caption
Jakarta -

Saya seorang ibu rumah tangga umur 31 tahun, sekarang mempunyai dua orang anak. Awal saya nikah tuh suami perhatian dan selalu membela saya. Tetapi setelah menikah, semua berbalik....

Belum genap sebulan, ibu mertua saya selalu bilang ke para tetangga kalau saya tidak mau tinggal di rumahnya. Padahal saya ingin mandiri.

Saya tahu ibu mertua bilang seperti itu dari temen, yang kebetulan rumahnya dekat dengan kami. Tapi, ya sudahlah, saya tahan dan teman saya pun menyemangati harus sabar untuk menghadapi mertua dan ipar saya yang berkelakuan seperti itu. Memang sudah dari dulu.


Banner Rumput Fatimah

Setelah itu, saya hamil. Umur kandungan saya empat bulan. Posisi saya masih kerja juga. Setiap pulang kerja sebelum suami jemput, kadang saya mampir ke rumah mertua yang tidak jauh dari tempat kerjaan saya.

Pas saya mampir, kebetulan malam itu waktunya cek kehamilan saya ke bidan. Lalu, mertua saya bilang, "Ya sudah cek di sini saja, sama saja. 'Kan biar suami kamu tidak kecapean juga baru pulang kerja antar ke bidan."

Ilustrasi mertua dan iparIlustrasi mertua dan ipar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb

Dengan sangat berat hati, saya ikuti maunya. Padahal, kenapa dia ngga mikir ya kalo saya sebenarnya juga capek kerja saat berbadan dua? Setelah cek dan suami saya jemput, saya bercerita terus terang ke suami. Alhamdulillah dia tidak marah.

Lalu, tidak lama kemudian, saya masuk rumah sakit untuk melahirkan. Di situ, saya mendengar percakapan antara orang tua dengan mertua. Mertua 'angkat tangan' soal bantu biaya rumah sakit dengan alasan nama kami sudah tidak ada di dalam Kartu Keluarga (KK).

Lho, emangnya salah punya KK sendiri setelah menikah? Memang apa hubungannya KK dengan bantu biaya?

Kalau tidak bisa bantu, ya tidak apa-apa. Tapi tidak usah berucap seperti itu. Alhamdulilah juga saya punya tabungan yang selalu saya sisipkan untuk keperluan mendadak.

Kelahiran anak pertama pun tiba, Alhamdulillah semua lancar. Hanya hati saya yang sakit karena mendengar hinaan dari mertua dan ipar saya datang untuk menjenguk.

Di dalam ruangan sih berbicara sopan. Namun di luar hinaan keluar, "Untung anaknya nggak item, pendek seperti ibunya," kata adik ipar.

Pernah suatu hari, suami saya salah paham dengan saya, dibilangnya saya selingkuh dengan bos. Itu tidak benar, Bun. Malah ternyata yang ketahuan selingkuh itu suami saya sendiri! Karena pas di jalan saat dia nyetir, HP-nya berbunyi dengan nama 'Bunga'. Saya angkat, ternyata itulah selingkuhannya.

Saya adukan ke mertua saya, tapi mertua saya tidak percaya. Jadi, saya harus bagaimana menghadapi suami saya yang tidak jujur dan kini berstatus pengangguran? Mertua yang selalu menyalahkan saya dan ipar yang selalu menghina saya bundar.

Setiap bertengkar rasanya ingin pisah, ujung-ujungnya saya yang disalahkan mertua. Tapi, anak-anak saya juga kasihan.

Doakan aku, Bunda. Selalu sehat dan kuat menghadapi mereka. Juga tahan banting kuat untuk selalu mencari rezeki untuk anak-anak. Terima kasih, Bun sudah mendengar curhatan saya.

(Bunda FP, tidak menyebutkan lokasi)


Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!