sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Aku Nggak Tahu Mantan Suami 'Kirim' Apa, tapi Papaku Wafat Tepat di Hari Kami Bercerai

Sahabat HaiBunda Rabu, 09 Jun 2021 17:00 WIB
SAYA DIPERLAKUKAN KAYAK BABU
Sad pensive young girl thinking of relationships problems sitting on sofa with offended boyfriend, conflicts in marriage, upset couple after fight dispute, making decision of breaking up get divorced caption

Sebelum hari-H, saya sudah sempat stres juga. Gara-garanya, dia mau ngundang keluarga dengan alasan adat. Akhirnya terjadi juga saya menikah dengan pria ini yang katanya telah mengobati Papa.

Waktu itu saya mau menikah dengan orang ini hanya karena dengan alasan Papa sakit. Setelah menikah cuma sampai beberapa bulan saja di tahun 2019-an, mulailah banyak tingkah si orang tersebut yang kini jadi suami saya. Nuntut ini-itu, uang di tabunganku tinggal Rp200ribu pulak. Haduh....

Paling sakit kadang dia kasih uang hasil dari bekerja (selain jadi mantri anggaplah seperti itu) jadi ojol. Cuma kasih nafkah ke saya Rp10 ribu sampai Rp50 ribu. Tapi kalau sudah dikasih ke keluarganya, Masha Allah.... Bisa 3x lipat mungkin kasihnya. Sementara jadi istrinya dia hanya dikasih uang segitu, duh rasanya sakit banget


Belum lagi dia ngasih ke seorang anak kecil yang ia akui sebagai adik. Padahal, anak itu ya anak angkat dari ibunya dia aja. Alasannya karena dari dulu memang ibunya kepingin banget punya anak perempuan, eh yang keluar ya laki. Rasanya enggak adil banget buat saya, kok punya suami tapi kayak enggak punya suami.

Dia pergi pun, enggak pernah yang namanya saya diajak. Selalu harus di rumah, udah berasa babunya dia. Belum lagi ibunya dengan tingkahnya, ”Udah elu bersihin belum nih rumah, bersih noh yang baek-baek". 


Dengan sabarnya saya yang sebagai putri Jawa Timuran, ya cuma bisa bilang gini, ”Ya sudah donk Bu, apa perlu saya pasang CCTV ke rumah Ibu agar bisa tahu rumah anak ibu ini bersih apa enggak?".

Unhappy Couple After an Argument in the Living Room at Home. Sad Pensive Young Girl Thinking of Relationships Problems Sitting on Sofa With Offended Boyfriend, Conflicts in Marriage, Upset Couple After Fight Dispute, Making Decision of Breaking Up Get DivorcedIlustrasi pasangan bercerai/ Foto: Getty Images/PixelsEffect

Batinku ngerasa kok kayak dijadikan babu ya, bukan dijadikan sebagai anak menantu maupun istri dari keluarga ini. Tersiksa banget setelah menikah dengan si suami. Ada rasa penyesalan juga sih kenapa tidak nikah dengan mantan pacar. 

Tiba-tiba entah gimana ceritanya, si suamiku ini WhatsApp ke Mama saya dengan isi, ”Ibu telah mempermalukan saya di depan istri saya". Waduh.... Saya dengar gitu dari Mama saya, kok rasanya sakit ya. Mama saya 'kan tahu karakteristik anaknya kayak gimana, kok gitu ngomong dan nulis gitu ke orang tua.

Padahal selama ini saya ke orang tuanya dia, Masha Allah terlalu sopan, ngemong banget, dan lain-lainnya. Yang paling tidak enaknya lagi, si pak suami ini juga sudah menuduh saya yang macam-macam. 

Dia bilang gini, ”Ngaku saja sama suamimu ini, kamu sudah tidur sama berapa cowok selama berada di Malaysia", Astagfirullahalazim.... Rasanya kepingin teriak. Jujur saja selama menikah dengannya, saya tidak pernah yang namanya menuntut ini-itu. Segala sesuatunya di"iya"kan, enggak pernah ngebantah, dan sebagainya. Kok malah diperlakukan seperti ini?

Ya sudahlah semakin mantaplah untuk bercerai dengan dia. Ada banyak kejadian yang di luar nalar manusia selama menikah dengan dia. Bukan hanya itu saja yang dituduhkan, tapi sudah dituduh pergi ke dukunlah, dan ini-itulah.

Padahal si mantan pak suami ini yang kirim jompa-jampi ke saya. Hampir saja saya mati karena itu, Alhamdulilah masih bisa terselamatkan. Tapi Papa saya….

Papa saya yang terbaring di sofa, hanya bisa ngesot ke tempatku duduk. Beliau hanya bisa pegang tanganku dan bilang, ”Papa enggak ikhlas dan enggak ridho kalau kamu diperlakukan seperti ini, lebih baik Papa saja yang mati nak.” Duh rasanya makjleb kalau orang tua sudah ngomong gitu. 

Setelah resmi bercerai, ada campur-aduk rasanya. Tiba-tiba Papa bilang gini, “Gimana Nak, sukses dengan perceraianmu?”. Saya dan Mama ketawa dan bilang, “Oalah Pa, perceraian kok sukses". Tidak lama kemudian, Papa saya meninggal tepat di hari perceraian saya. 

(Cerita Bunda Farrah, Jakarta)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

(ziz/ziz)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!