sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Di Ujung Perceraian Aku Temukan Cincin & Kain Kafan yang Bikin Nurut Sama Suami

Sahabat HaiBunda Kamis, 03 Jun 2021 09:45 WIB
Ilustrasi pasangan bertengkar caption
Jakarta -

Aku ketemu pertama dengan mantan suami di tahun 2004 di sebuah bank swasta tempat kami bekerja. Saat itu kami sama-sama single dan aku baru lulus kuliah. Hanya setahun berselang, kami menikah di pertengahan 2005.

Karena perusahaan tempat kami bekerja tidak memperbolehkan menikah dengan rekan sekantor, aku mengalah dan resign. Aku bekerja di tempat lain sedangkan dia bertahan di perusahaan lama.

Hanya berselang beberapa bulan, aku sempat hamil, Bun. Tapi hanya bertahan 9 week dan keguguran. Setelah itu aku belum bisa hamil lagi. Meski demikian, pernikahan kami ya lancar-lancar aja di dua tahun pertama.


Banner Ibunda Celine Hamil KembarFoto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

Nah, masuk tahun ketiga pernikahan, dia pindah kantor Bun karena dapat tawaran lebih baik. Tapi ngga lama di kantor baru ini, dia keluar dengan alasan kurang betah. Selepas itu, dia mulai kerja ngga jelas nih.

Ya kayak wiraswasta begitu, jual-beli mobil-motor. Juga bikin tempat usaha cuci motor. Modalnya? Ya dari aku. Saat itu uang Rp3 juta sudah bisa untuk sewa ruko dan alat-alat cucian motor-mobil.

Sayangnya uang hasil usaha itu ngga jelas ke mana, Bun. Kadang dia kasih nafkah, kadang ngga. Lebih seringnya sih ngga. Tapi masalahnya aku pun iya-iya aja dengan penjelasan dia yang kadang ngga masuk akal.

Misal aku nanya nih,"Bulan ini kok cuma segini nih untuk rumah?"

"Ya ada cuma segitu. Kemarin ada yang beli motor DP-nya kurang, ya aku talangin dulu," jelasnya.

Pokoknya aku nurut aja dengan sekali penjelasan. Ngga aku kejar lagi soal nafkah ini. Begitu pun dengan Ibu kandungku - kami memang tinggal di rumah orang tuaku karena aku anak tunggal dan Ayah pergi berlayar.

awkward couple, issues in family concept. sad woman on sofa feeling bad with her love partner.Ilustrasi pasangan bertengkar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Vichakorn

Setiap tahun ada saja alasan mantan suami untuk minta uang tambahan dari Ibuku atas alasan mau daftar CPNS. Dia butuh uang cepat, misalkan Rp20 juta untuk 'titip nama' ke orang dalam'. Setiaaaap tahun, tapi ngga ada hasilnya.

Ada aja alasan si mantan ini, seperti,"Aku kalah sama yang uang titipannya lebih besar." Nanti kalo aku dan Ibu nanya uangnya bisa dibalikin ngga? Jawabannya,"Orangnya ngga bisa dihubungin."

Lagi-lagi, aku dan Ibu iya-iya saja sama jawaban dia. Ngga membantah, ngga nanya lebih detail.

Hal lain dari si mantan ini adalah dia sangat-amat over protektif. Kalo aku mau pergi sama sahabat, pasti ditanya panjang-lebar dulu. Terutama jika ada lelaki yang ikut nongkrong, padahal para lelaki itu adalah suami-suami sahabatkku.

Terus ya kalau mau pergi, dia selalu mau ikut. Yang bayarin aku. Kalau di depan teman-temanku itu dia selalu terlihat baiiiik dan penyayang banget. Bikin semua tertipu.

Setelah ke sini baru sadar, dia ikut bukan karena sayang tapi karena membatasi ruang gerak aku biar ngga ketauan macam-macam di luar. Ternyata itu juga cara dia membentengiku supaya ngga ke mana-mana karena dia sendirilah yang berselingkuh...hadehhh!

Di tahun 2011, alias tahun keenam kami menikah, aku izin pergi traveling dengan sahabat ke Vietnam dan Kamboja. Tanpa kusangka, dia langsung bilang 'Iya'. Ngga nanya aku kapan pulang dan nginep di mana. Pokoknya lempeng aja dia mengizinkan.

Nah, bisa diduga ya Bun itu ternyata karena dia ada rencana dengan si selingkuhannya itu. Sebut saja inisialnya 'S'. Selepas aku pulang kembali ke Tanah Air, barulah terbuka semua 'mata' yang tertutup selama ini.

Ada hubungannya sama cincin dan kain kafan. Lihat lengkapnya di HALAMAN SELANJUTNYA ya, Bun.

Simak juga cerita Bunda presenter Lenna Tan yang menikah muda lalu bercerai di video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]



Cincin dan Kain Kafan di Seluruh Pojokan Kamar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi