sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Sedih deh Bun, Anakku Malah Datangi Neneknya saat Ia Tantrum

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Rabu, 19 Jan 2022 19:08 WIB
Conflict of intergenerational. Mature woman and young mother with baby after quarrel at home Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/JackF
Jakarta -

Tentu bukan hanya saya, ada banyak Bunda lain yang masih tinggal dengan orang tua bahkan setelah menikah dan memiliki anak. Itukah yang terjadi pada saya, seorang ibu rumah tangga berusia 24 tahun dengan anak 28 bulan yang masih serumah dengan orang tua.

Memang ada banyak kelebihan dan kekurangan ya Bunda, bila kita masih hidup bersama orang tua. Di satu sisi, kita akan memiliki support system yang lebih banyak daripada seorang suami saja, setidaknya ada Bapak dan Ibu yang masih bisa kita andalkan dalam menjalani rutinitas sehari-hari, termasuk turut mengasuh anak.

Di sisi lain, ada privasi rumah tangga kita yang akan terintervensi, entah itu hubungan dengan suami ataupun cara kita mengasuh anak. Nah, itulah Bunda yang saya alami sekarang..


Entah mengapa selama berumah tangga dan hidup satu atap bersama orang tua, saya merasa anak saya kok jadi lebih jauh dan terlihat segan dan takut kepada saya dan suami.

Apalagi saat ia tantrum dengan menangis dan rewel, biasanya saya dan suami akan membiarkannya saja dan menunggu hingga ia merasa lega dan berhenti menangis setelah merasa cukup untuknya meluapkan kekesalannya.

Tapi berbeda dengan ibu, neneknya. Beliau tak pernah tega membiarkan anak saya menangis terus. Biasanya, ia akan langsung menghampiri cucunya dan mengalihkannya dengan berbagai hal yang ia sukai agar berhenti menangis.

Misalnya saja langsung memberikan apa yang ia minta, mengajaknya membeli jajanan, atau membujuknya untuk bermain.

Sedangkan, menurut saya dan suami, cara itu kurang tepat karena malah akan membuatnya lebih mudah untuk tantrum dan sulit mengendalikan emosinya sendiri.

Akhirnya, saya pun berbicara baik-baik dengan ibu mengenai hal tersebut dan memintanya agar tidak terlalu memanjakan cucunya, tetapi ibu malah salah paham.

Dan kini, setiap anak saya rewel dan menangis ia akan langsung mencari neneknya, bukan saya ibunya. Duh.. saya pun merasa sedih melihatnya. Saya merasa jadi ibu yang tidak baik buat anak saya. Seakan anak saya menomorduakan saya yang telah mengandung, melahirkan, dan menyusuinya.. Sedih sekali Bunda.

(Bunda Put, tidak memberi lokasi)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke [email protected] yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

(pri/pri)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!