sign up SIGN UP search

cerita-bunda

3 Bulan LDM, Aku Terjebak di Keluarga Suami yang Toxic

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Jumat, 09 Dec 2022 17:18 WIB
Stressed young woman embracing knees, sitting alone on couch in living room, feeling depressed. Unhappy desperate millennial curly lady regretting of decision, thinking of personal problems at home. Ilustrasi Cerita Bunda: Terjebak di Keluarga Suami yang Toxic/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

#HaiBunda beberapa bulan lalu, aku dan keluarga pindah ke kampung halaman suami di Kota Blitar, Jawa Timur. Kami pindah karena permintaan Ibu suamiku.

Sebulan pertama, tak ada masalah. Masuk bulan kedua, ujian mulai berdatangan. Kami buka usaha kecil-kecilan bareng adik suamiku. Tapi, hanya bertahan sebentar saja.

Lalu, suami ikut kerja adiknya. Ternyata nggak bertahan lama lagi karena gaji tak dibayarkan dan di luar kesepakatan. Alhasil, suamiku kecewa sekali dengan adiknya. Akhirnya, suami mencoba cari kerjaan lain.


Pada saat itu, suami susah sekali mencari kerjaan yang cocok. Dia pun berniat kembali lagi ke Kota Bandung, kota perantauan yang sangat aku cintai. Singkat cerita, ternyata ada saja jalan kebaikan untuk suamiku berangkat ke Bandung.

Akhirnya, aku dan suami LDM (Long Distance Marriage). Tapi, selang 3 minggu ditinggal ke Bandung, aku merasakan kedzoliman adik ipar. Motorku satu-satunya, yang biasa dipakai mengantar anak sekolah, hancur tak berbentuk. Adik ipar pakai motor itu dan kecelakaan tunggal.

Jelas, aku sangat kecewa dan marah banget. Bukan tanpa alasan aku marah, tapi sayang motor itu hancur karna dipakai untuk keperluan yang tidak syar'i. Saat kejadian itu, aku drop parah.

Penuh dengan isak tangis, aku menelepon suami. Aku mau ikut kembali ke Bandung saja supaya aku dan anak-anak nggak merasakan kedzoliman lagi. Bukan hanya karena kami didzolimi, tapi lingkungan keluarga suami juga nggak sehat. Sangat toxic!

Alhamdulillah, selang seminggu kejadian motor hancur, dapat kabar baik bahwa aku dan anak-anak bisa menyusul ke Bandung. Hanya dua hari saja untuk packing dan membereskan barang-barang, lalu diangkut truk ke Bandung.

Sungguh, tiga bulan yang sangat tidak berkesan. Benar-benar hancur! Tapi, sekarang kami mulai menata hidup baru lagi dan mulai aktif lagi di Bandung. Salah satunya, aku bergabung bersama komunitas HaiBunda Squad Jawa Barat.

Masa-masa sulit tiga bulan itu cukup membekas dalam ingatan. Tapi biar lah, urusan di sana jadi urusan suami dan keluarganya. Karena motor yang hancur masih di Blitar, aku minta pertanggungjawaban adik ipar untuk memperbaiki.

Beberapa barang seperti lemari juga masih aku tinggal. Hingga detik ini, aku dan adik ipar sudah nggak ada komunikasi lagi. Padahal, sebelum kami pindah ke Blitar, setiap aku mudik betapa akrabnya dengan mereka.

Dan ternyata, Allah memberikan banyak pelajaran selama tiga bulan aku tinggal di Blitar. Masyaallah...

Semoga ada hikmah yang didapat ya, Bunda. Alhamdulillah, kehidupan aku dan keluarga kecil ini sudah membaik. Allah membantu memulihkan segalanya dan ingat lah, doa orang terdzolimi itu dahsyat adanya.

-Bunda D, Bandung-

Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email [email protected] Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.

Bagi Bunda yang mau join komunitas HaiBunda Squad juga, yuk langsung daftar klik di SINI. Gratis!

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!