sign up SIGN UP search

cerita-bunda

Dijodohkan, Sifat Asli Suami Akhirnya Terbongkar dan Aku Terlihat Bahagia padahal...

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Senin, 05 Dec 2022 16:55 WIB
Asian young girl feel angry boyfriend having conflict domestic problem. New marriage man and woman feel heartbroken for quarrel conflict while sit on bed in bedroom. Family problem-separation concept. Ilustrasi Cerita Bunda: Aku Nikah Dijodohkan, Sifat Asli Suami Terbongkar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis
Jakarta -

#HaiBunda aku seorang Bunda dua anak berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dulu, aku menikah karena dijodohkan. Awalnya nggak mau karena aku sudah punya pacar.

Aku tinggal sama Tante, adik dari Ayah. Sejak Mama meninggal, Tante yang mengurus aku dan membiayai semua. Ayah menikah lagi sejak aku kelas 1 SMP. Sampai akhirnya, aku menerima dijodohkan dan tetap tinggal di rumah Tante.

Setelah tiga bulan menikah, aku pindah ke rumah orang tua suami. Ya, begitulah kalau tinggal bareng mertua ada suka dan duka. Tapi, semua aku lalui dengan sabar karena kami nggak punya rumah.


Singkat cerita, aku berhenti kerja saat anak pertama usia 5 bulan masuk rumah sakit. Demi anak, aku rela keluar kerja. Tapi apa yang aku dapat setelah berhenti kerja, semua biaya hidup dan keperluan rumah tangga serba dijatah.

Suami lebih peduli ke ibunya daripada ke anak dan istri. Dulu, semua masih serba murah dan sehari aku dikasih nafkah cuma 50 ribu rupiah per hari. Tapi, aku terima karena memang butuh uang untuk sehari-hari.

Lalu setelah melahirkan anak kedua, kami pindah dari rumah orang tua suami. Kami mengontrak walaupun cuma sepetak, tapi aku bahagia. Sayangnya, semakin anak kami besar, sifat asli suami kelihatan banget. Di depan orang, dia bisa baik tapi beda ke anak dan istri.

Aku nggak tahan tapi..

Sebenarnya, aku sudah nggak kuat tapi anak-anak masih butuh biaya. Akhirnya, aku melamar kerja lagi jadi perawat khusus pasien gangguan jiwa. Aku bawa anak-anak ke Garut, suami tetap di Bandung. Aku kerja lagi karena nggak mau direndahkan oleh suami.

Istri juga berhak bahagia, bukan dari materi aja tapi juga perhatian ke anak dan istri. Akhirnya, kami LDR cukup lama. Saat anak pertama lulus SD, aku memutuskan berhenti kerja. Aku berharap, suami bisa berubah sifat, sikap, dan semuanya.

Namanya rumah tangga pasti ada masalah, tapi hal sepele pun kadang jadi besar. Aku pernah bilang ke suami, antarkan saja aku pulang ke rumah orang tua karena sudah nggak sanggup lagi. Tiap punya salah, dia nggak pernah ada kata maaf dan selalu merasa paling benar.

Apakah itu seorang imam yang baik buat istri? Sampai sekarang, aku tetap bertahan demi anak-anak. Kadang, hati ingin menjerit, di luar kelihatan bahagia, tapi di dalam orang nggak tahu bagaimana keluarga kami.

Semoga, sikap suami yang arogan, mau menang sendiri, bisa berubah. Tapi entah lah, kemewahan nggak menjamin kebahagiaan biar pun semua fasilitas ada. Semoga aku bisa kuat dan ikhlas...

-Bunda D, Bandung-

Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke Bubun, kirimkan lewat email [email protected] Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.

Simak curhatan Juliana Moechtar yang awalnya nggak mau punya suami tentara tapi dinikahi Perwira TNI, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!