sign up SIGN UP search

haibunda-squad

Hemat dengan Bayar Minimum Payment Kartu Kredit; Efektif atau Boros?

Zika Zakiya   |   Haibunda Jumat, 24 Apr 2020 14:57 WIB
Ilustrasi kartu kredit caption
Jakarta -

Bunda mempunyai kartu kredit? Jika iya dan sudah pernah Bunda gunakan, biasanya akan ada promo berupa keringanan dengan hanya membayar minimun payment.

Dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang, minimun payment tentu sangat menggoda ya, Bun. Sebab, sisa uang yang harusnya untuk membayar kartu kredit, bisa Bunda alokasikan untuk hal lain. Hmm, tapi benarkah ini cara efektif untuk hemat pengeluaran?

Pertanyaan ini muncul dalam sesi sharing Kuliah WhatsApp HaiBunda bersama Senior Financial Advisor ternama, Bareyn Mochaddin, Kamis (23/04/2020). Berikut kutipannya, Bun:


"Bagaimana menyiasati kebijakan kartu kredit yang memberikan kelonggaran untuk nasabah. Misalnya tagihan dibayar full atau, selama masa yang belum tentu ini, minimum payment dulu, sisanya ditabung untuk jaga-jaga?" Bunda Syenni, 34, Jakarta.

Jawab: Hai Bunda Syenni. Nah menarik nih, bila lembaga pemberi pinjaman dana ada kebijakan khusus dan menawarkan keringanan cicilan di masa pandemi ini, dengan tanpa adanya tambahan bunga atau biaya, maka segera ambil, Bun!

Ilustrasi kartu kreditIlustrasi kartu kredit/ Foto: Rachman Haryanto


Tapi ingat, pastikan tidak ada bunga tambahan atau biaya tambahan di belakang ya. Pastikan kembali dengan cara menelepon mereka dan minta dikirimkan syarat serta ketentuannya

Namun, bila tidak ada keringanan dan mau bayar minimum payment, kita harus lihat berapa besar tagihan dan bunga-nya. Kalau tagihan besar dan kita bayar minimum payment, maka akan menghasilkan bunga lebih besar nantinya.

Tapi kalau tagihan kecil, tambahan bunganya juga kan kecil, bisa jadi pilihan untuk bayar minimum payment dan uangnya sebagian disimpan dulu untuk jaga-jaga. Tinggal dihitung lagi aja, berat gak bayar bunga nya nanti?



"Saya pasangan muda baru menikah, seorang entrepreneur, memiliki penghasilan sendiri (yang tak menentu jumlah pendapatan tiap bulan) dan juga uang bulanan dari suami. Masih susah banget pisahin uang hasil bisnis dan uang dari suami untuk pengeluaran dan menabung. Kadang asal ambil saja dan jadi lupa yang saya tabung ini uang dari hasil yang mana. Untuk case seperti saya ini, gimana ya baik nya? Agar penghasilan sendiri 'terlihat' tidak tenggelam dengan uang bulanan dari suami. Thanks." -Mia, 26, Bekasi.

Jawab: Hi Bunda Mia. Pertama, selamat atas pernikahannya dan selamat menempuh dunia pernikahan ya! Yang perlu dilakukan sebenarnya cukup sederhana, membuat rekening lain yang dikhususkan untuk bisnis.

Ilustrasi uangIlustrasi uang/ Foto: shutterstock


Pastikan rekening dari bank yang bisa memberikan fasilitas m-banking modern untuk menunjang aktivitas bisnisnya ya. Setelah memisahkan antara rekening bisnis dan uang pribadi. Ingat untuk ambil uang dengan peruntukannya.

Untuk bisnis ambil dari bisnis dan untuk pribadi ambil dari rekening pribadi. Pastikan juga untuk gajian dari bisnis yang dijalani, kemudian gajinya ini masukkan ke dalam ongkos produksi. Dengan cara ini Bunda Mia jadi tahu mana modal, dan mana keuntungan, apakah sudah BEP ataukah belum?

O ya, gajinya ini transferkan dari rekening bisnis ke rekening pribadi ya. Ingat buat dua rekening; satu untuk bisnis, satu rekening lagi untuk pribadi.

Nah, demikian ya Bun untuk penjelasan mengenai keuangannya. Untuk sesi sharing dengan tema menarik berikutnya, pastikan Bunda mengikuti informasinya lewat Instagram kami ya. Saksikan juga video berikut mengenai tips mengelola keuangan ala Bunda seleb, Astrid Tiar.

[Gambas:Video Haibunda]





(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!