sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Beda Asuransi dan Investasi Pendidikan Anak, Mana Lebih Menguntungkan?

Annisa Karnesyia Rabu, 26 May 2021 12:50 WIB
BEDA MANFAAT ASURANSI DAN INVESTASI PENDIDIKAN
Asian boy attending online classroom at home. caption

Bunda bisa memilih asuransi dan investasi untuk dana pendidikan anak. Namun, keduanya memiliki ketentuan dan aturan yang beda nih.

Asuransi pendidikan di Indonesia biasanya digabung dengan asuransi jiwa. Jenis asuransi ini paling cocok buat Ayah dan Bunda yang ingin pensiun, namun anak masih perlu mendapatkan pendidikan dalam jangka waktu panjang.

"Misalnya, si penanggung atau pencari nafkah ini punya anak pertama di usia 45 tahun dan dalam waktu 10 tahun dia akan pensiun. Sedangkan pendidikan anak itu sampai kuliah bisa sampai 22 tahun. Si pencari nafkah ini bisa menggunakan asuransi pendidikan," kata Maria.


"Asuransi ini bisa memproteksi keadaan kalau orang tua tidak mampu lagi mencari nafkah dengan kondisi tertentu. Kalau pekerjaan berisiko tinggi menyebabkan kematian juga bisa menggunakan asuransi ini agar anak bisa ditanggung biaya pendidikannya, jadi bentuknya santunan," sambungnya.

Sementara itu, pada investasi pendidikan, Bunda dibebaskan menyisihkan pengeluaran untuk dana pendidikan anak. Kita bisa melakukan investasi jangka panjang dari anak berusia 0 tahun atau jangka pendek ketika anak mau masuk sekolah.

"Ada yang baru sadar kalau tahun depan anaknya sudah mau masuk sekolah, tapi Bunda belum punya tabungan. Nah, ini bisa disiapkan dengan investasi konvensional atau mengubah aset dari uang menjadi emas. Ini bukan mencari keuntungan, tapi intinya biar make sure dana tidak terpakai dan nilainya bisa dilindungi," ujar Maria Katarina.

Untuk dana pendidikan anak, Maria menyarankan para bunda untuk melakukan investasi sejak dini. Tapi, jangan lupa untuk menambahkan biaya tambahan dalam investasi karena biaya sekolah selalu naik setiap tahun, Bunda.

"Mulai atur dengan investasi atau biaya pendidikan dari dini, kalau perlu dari usia anak 0 tahun. Tapi, jangan lupa ada kenaikan biaya pendidikan setiap tahun. Kalau mau investasi pendidikan, sebaiknya ditambah 15 persen supaya tujuannya tercapai," ujarnya.

(ank/muf)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!