HaiBunda

HAIBUNDA SQUAD

Kisah Penyintas Kanker Payudara Marah ke Tuhan, Kini Semangat Bertahan Hidup

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 13 Oct 2021 16:59 WIB
Ilustrasi pita pink, simbol kanker payudara/ Foto: iStock
Jakarta -

Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, tak kenal usia. Seperti pengalaman Nitta Suzanna, yang awalnya tak menyangka terkena kanker payudara di bawah usia 40. Saat itu, usianya masih 37 tahun.

Ia masih ingat pada November 2015, teraba benjolan di payudara sebelah kanan. Benjolan itu sebesar kacang tanah, kurang lebih 1 cm. Tanpa ragu, ia langsung bertanya ke kerabat, kemudian disarankan ke RSPI.

Di awal pemeriksaan, dokter mendiagnosa itu adalah kista, penyumbatan di saluran susu. Lalu, dokter menanyakan tindakan apa yang mau dilakukan, tapi Nitta tetap bersikukuh untuk periksa lagi karena yang ia tahu, benjolan di payudara itu pertanda kanker.


"Kanker itu mati, tahunya sesimpel itu. Bilang sama dokter, lakukan yang terbaik. Dan Nitta bilang segera benjolannya dikeluarkan. Jadi, alhamdulillah Nitta memutuskan untuk bertindak cepat," kenang Nitta, saat HaiBunda Live: Mengenal Ciri dan Gejala Kanker Payudara di Instagram @haibundacom, Selasa (12/10/2021) malam.

Hasil pemeriksaan pun menunjukkan, itu kanker payudara stadium 1B, Bunda. Begitu dengar diagnosis dokter, Nitta merasa dunianya runtuh. Ia awalnya menyangkal, lalu marah, menyalahkan sekitar, bahkan Tuhan.

"Enggak mau berdoa, marah ke Tuhan," ucapnya.

Namun, Nitta tak patah semangat. Ia ingin segera dioperasi. Setelah diangkat benjolannya lewat operasi, ia juga tak mau melihat benjolan kecil yang berhasil diangkat.

"Takut. Seperti traumatik, bahkan mendengar diagnosa kanker payudara saja benar-benar traumatik," ungkapnya.

Nitta kemudian harus menjalani kemoterapi sebanyak enam kali usai operasi. Tak hanya itu, ia harus menjalani radioterapi selama 25 kali, Bunda.

"Dan sekarang, terapi hormon untuk 10 tahun dan suntik zoladex per tiga bulan. Masih, enggak berhenti sepertinya."

Bagaimana pun, sebagai survivor kanker payudara, Nitta banyak bersyukur. Ia pun tergabung dalam komunitas yang memberinya semangat untuk sembuh.

"Karena kita enggak bisa hidup sendiri. Keluarga, misalnya suami yang terdekat, tidak bisa merasakan apa yang kita rasakan. Tapi, kalau kita bergabung dengan komunitas, karena sama-sama pernah mengalami, atau sedang melakukan pengobatan. Jadi rasanya tuh ada temannya," tutur Nitta.

Nitta kini tergabung di Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Ia menjabat sebagai koordinator Penyintas Kanker Payudara Indonesia. Untuk mendengar kisah Nitta selengkapnya, Bunda bisa simak di IGTV @haibundacom.

Saksikan juga 5 langkah pijat payudara untuk cukupi kebutuhan ASI Si Kecil, dalam video berikut:

(aci/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK