sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Tips Bisnis Bareng Suami, Pintar Menempatkan Diri & Profesional Soal Keuangan

Annisa Afani   |   Haibunda Rabu, 23 Feb 2022 08:10 WIB
Smiling young Asian couple, the owners of small business flower shop, discussing over laptop on counter against flowers and plants. Start-up business, business partnership and teamwork. Working together for successful business caption
Jakarta -

Membangun bisnis menjadi impian bagi sebagian besar orang ya, Bunda. Hanya saja, kerap kali ada halangan yang menghambat, salah satunya terkait partner.

Berbicara soal partner dalam berbisnis, sebetulnya hal ini bisa Bunda lakukan bersama pasangan, lho. Misalnya saja seperti yang dijalani oleh couplepreneur Tenny Daud dan sang suami, Dedy Haryadi.

Keduanya memutuskan menjadi partner bisnis dengan membangun usaha katering diet, CR Box Indonesia. Berhasil membesarkan usaha katering tersebut, kini mereka pun berhasil membuktikan bisa menjadi couplepreneur sukses, lho.


Namun, diakui Tenny kalau dalam prosesnya banyak sekali yang harus dikorbankan. Meskipun berbisnis dengan suami, mereka sepakat untuk memberlakukan aturan ketat terkait standar operasional kerja dan pengaturan masalah keuangan.

Tenny mengungkap bahwa ia dan sang suami sudah membahas hal tersebut jauh. Salah satu yang paling penting yakni bisa menempatkan diri pada situasi dan kondisi tertentu

"Kita sepakat, bikin agreement (persetujuan). Saat ngobrol masalah kerjaan (bisnis bersama) jangan sebagai suami-istri. Jadi posisi sebagai partner, 'Aku sebagai direktur, kamu direktur operasional'. Gitu," tuturnya dalam Live IG HaiBunda pada Selasa (22/2/2022).

Soal tantangan, tentu juga keduanya hadapi. Hanya saja, kini tantangan yang ada menjadi pelajaran berharga. Dari kendala atau permasalahan yang muncul, keduanya akan mengambil hikmah dan berupaya agar kejadian serupa tak terulang.

"Dulu, tantangan jadi kendala. Tapi sekarang, jadi kami petik hikmahnya. Kalau tantangan untuk orang yang baru mulai jadikan pasangan sebagai partner bisnis, yaitu kurang mengatur ego," katanya.

Selain soal penempatan diri, hal penting yang perlu digarisbawahi yakni soal alur keuangan yang berjalan. Katanya, pemasukan hingga pengeluaran dari dompet bisnis harus dipisahkan dari rumah tangga atau keluarga.

"Diatur, dari awal sudah terpisah. Keuangan bisnis dan keluarga itu beda. Juga punya gaji masing-masing, walaupun ujung-ujungnya gaji dia masuk rekening saya, gitu. Tapi ya gitu, tetap diatur tidak dicampur-campur."

"Jadi saat gaji sudah masuk, tinggal keluarin ke pos-posnya. Kurang lebih seperti itu," paparnya.

Nah jika Bunda dan ayah juga tertarik untuk jadi partner bisnis, maka perlu untuk memastikan kematangan mental. Psikolog Klinis Danang Baskoro menyarankan untuk tetap berbisnis di atas kenyamanan bersama. Bagaimana caranya?

Kenyamanan dan kematangan emosional ini ternyata bisa terbentuk dari masalah-masalah yang muncul dalam rumah tangga. Karena dengan begitu, baik istri maupun suami, lama-kelamaan akan paham dengan pola kepribadian masing-masing. Sehingga mudah mengatasi apapun yang dihadapi bersama.

"Pertama memang tergantung pribadi masing-masing. Jika (mentalnya) belum (matang), nanti konflik-konflik yang ada akan mematangkannya," ujarnya.

"Jadi konflik itu bukan hal yang jelek, ya. Konflik bisa membuat tahu pasangan dan diri kita itu seperti apa. Akhirnya kita bisa menyesuaikan. Ini bukan soal jelek atau enggak jelek, tapi tentang mencocokkan," sambungnya.

Menjadi couplepreuner ini nyatanya juga memiliki banyak manfaat, Bunda. Bagi Tenny dan Dedy, ini bisa dijadikan quality time bersama pasangan.

Menanggapi hal tersebut, Danang pun turut setuju. Bahkan, ia ungkap bahwa quality time sambil berbisnis ini banyak untungnya dan tak ternilai dengan uang harganya.

"Kalau bisnis bareng itu kan waktunya jadi bersama-sama, itu benar-benar yang tak ternilai. Jadi kalau menjalani couplepreneur itu dilihat sebagai keuntungan quality time bersama suami (maupun istri, itu betul. Luar biasa dan tak ternilai dengan uang," katanya.

Bagaimana Bunda? Siap untuk bangun usaha dan jadi partner bisnis dengan Ayah? Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.

Bunda, simak juga 3 jenis modal usaha yang perlu Bunda tahu sebelum memulai bisnis dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN)
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!