sign up SIGN UP search


haibunda-squad

5 Tips Membangun Bisnis Kue Kering untuk Lebaran, Lihat Modal & Tentukan Target Pasar

Mutiara Putri   |   Haibunda Rabu, 13 Apr 2022 10:05 WIB
A Pile of Nastar or Ananas Taartjes or Pineapple Tart, Most Popular Various of Kue Kering Lebaran, Usually Served During Hari Raya. Wooden Background with Negative Space. caption
Jakarta -

Selama bulan Ramadan, ada banyak bisnis yang bermunculan, Bunda. Mulai dari bisnis takjil hingga hampers berisikan kue kering untuk Hari Raya Idul Fitri.

Sayangnya, selama dua kali melewati lebaran di masa pandemi, bisnis kue kering justru terpuruk dan sedikit peminat. Lantas, apakah bisnis kue kering ini akan menjanjikan jika dilakukan di tahun ini?

Financial Planner, Rista Zwestika S.Sos. AWP. CFP, mengungkapkan bahwa bisnis kue kering sangat menjanjikan jika dikembangkan di tahun 2022, Bunda. Bukan tanpa alasan, hal ini lantaran pemerintah sudah mulai melonggarkan berbagai kegiatan termasuk mudik.


"Saat ini dapat berita baik yakni boleh mudik. Nah, kalau ditanya ada kesempatan untuk membangun bisnis kue kring, kalau dilihat kondisi saat ini menjanjikan gak? Menjanjikan. Karena aku sudah pesan kue kering untuk dibawa pulang mudik," katanya dalam Instagram Live bersama HaiBunda, Selasa (12/4/2022).

Tips membangun bisnis kue kering untuk lebaran

Rista mengungkapkan kalau ada beberapa tips yang bisa Bunda coba untuk membangun bisnis kue kering lebaran, terutama di masa pandemi, nih. Kalau penasaran, berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya.

1. Lihat modal yang dimiliki

Modal menjadi salah satu faktor yang menunjang suksesnya bisnis yang Bunda bangun. Namun, tak semua bisnis membutuhkan modal yang besar.

"Kalau belum punya modal yang cukup, jangan terlalu dipaksakan. Harus sampai berutang, menjual barang segala macam. Tapi kan saat ini berbisnis kue kering itu bisa modalnya dengan reseller atau dropship," katanya.

Banner Anak Siti KDI Dibully

2. Pertimbangkan sistem PO

Kalau Bunda belum memiliki modal, Bunda juga bisa memulai bisnis dengan sistem open PO atau pre order. Jadi Bunda bisa tawarkan produk terlebih dahulu, kemudian orang akan memesan dan membayar. Nantinya, uang ini lah yang akan Bunda jadikan modal.

"Kalau misalnya ingin membuat bisnis kue kering, modalnya adalah open PO. Kita tawarkan dulu berdasarkan gambar atau kasih tester, kemudian orang beli dan bayar. Nah uangnya ini kita jadikan modal untuk beli bahan," papar Bunda dua anak ini.

3. Buat perencanaan bisnis

Tidak ada bisnis yang akan langsung mendapatkan untung saat dijalani, Bunda. Hal ini juga berlaku dalam bisnis kue kering.

"Kita selalu bilang kalau berbisnis itu inginnya cuan saja. Padahal tidak semua bisnis bisa langsung cuan. Para Bunda yang sudah bikin kue banyak, ternyata pemasarannya kurang oke sehingga modalnya enggak balik."

"Jadi ada baiknya dibuat dulu bisnis plan-nya. Atau susun dulu rencana bisnisnya," sambung Rista kemudian.

4. Pilih inovasi baru

Kalau berbicara tentang bisnis kue kering, biasanya Bunda akan berpikir untuk membuat nastar atau kue putri salju yang sudah umum. Padahal, membuat kue kering dengan inovasi baru bisa memajukan bisnis Bunda, lho.

"Kue kering apa nih yang akan ditawarkan? variannya apa nih? Apakah rasa jahe? Apakah rasa nanas? Kalau misalnya kue nastar dan lain-lain kan sudah umum banget."

5. Tentukan target pasar

Selain menentukan jenis kue yang ingin dijual, Bunda juga perlu perhatikan ke mana target pasar dari produk yang akan Bunda buat.

"Kita mau masarinnya ke mana? Market-nya siapa? Kemudian ibu-ibu mana yang mau disasar? Apakah Bunda komplek? Apakah Bunda di WA grup?"

Bagaimana, Bunda? Tertarik untuk membangun bisnis kue kering? Semoga informasinya bermanfaat, ya!

(mua)
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!