HAIBUNDA SQUAD
10 Tips Perencanaan Keuangan untuk Memulai Bisnis Rumahan dari Pakar
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 18 Dec 2024 14:23 WIBBunda bisa mendapatkan tambahan cuan dari bisnis rumahan. Selain modal awal yang terjangkau, bisnis rumahan juga memiliki sumber daya yang relatif kecil.
Menurut Financial Planner, Andya Hardianti, CFP®, bisnis rumahan adalah usaha yang dijalankan dari rumah atau tempat tinggal pribadi, dengan modal dan sumber daya yang relatif kecil. Biasanya, bisnis ini dijalankan oleh individu atau keluarga tanpa perlu menyewa tempat usaha di luar rumah.
"Bisnis rumahan sering kali memanfaatkan ruang yang ada di rumah, seperti ruang tamu, kamar tidur, atau garasi, untuk menjalankan operasional bisnis," kata Andya dalam Kulwap HaiBunda Squad x J Trust Bank dengan tema Bisnis Rumahan Bisa Kelihatan Untung, Asal...., Selasa (17/12/24).
Bisnis rumahan memiliki ciri yang khas, seperti lokasi bisnis yang dijalankan dari rumah, modal awal lebih kecil dibandingkan bisnis besar, fleksibilitas waktu yang dapat dikontrol penuh oleh Bunda, serta pengelolaan yang lebih sederhana. Beberapa contoh bisnis rumahan seperti catering rumahan, menjual makanan, toko sembako, dan toko online.
Membuat perencanaan sangat penting bagi Bunda yang ingin memulai bisnis rumahan. Perencanaan ini dapat memastikan kelangsungan dan pertumbuhan usaha ke depannya.
Tips perencanaan keuangan untuk memulai bisnis rumahan
Ada beberapa tips perencanaan keuangan yang dapat diperhatikan sebelum Bunda memulai bisnis rumahan ya. Berikut tipsnya menurut Andya:
1. Menentukan tujuan keuangan
Menentukan tujuan keuangan merupakan salah satu bagian dari perencanaan keuangan dalam memulai bisnis rumahan. Buatlah tujuan yang jelas dan terukur, seperti tujuan jangka pendek selama 6 bulan pertama dan jangka panjang dalam 2 tahun ke depan.
2. Mengidentifikasi sumber pendapatan
Sebelum memulai bisnis rumahan, Bunda sebaiknya sudah menentukan dengan jelas semua sumber pendapatan yang dihasilkan. Sumber ini dapat berasal dari penjualan produk dan jasa. Jika bisnis memiliki beberapa pendapatan (misalnya, menjual produk secara online dan juga menawarkan layanan), pastikan semuanya dicatat dengan jelas.
3. Menentukan biaya dan pengeluaran
Bunda perlu mengidentifikasi semua biaya yang terkait dengan bisnis rumahan. Biaya ini bisa dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama adalah biaya tetap yang harus dibayar secara teratur, seperti langganan internet, listrik, atau biaya platform e-commerce. Kedua, biaya variabel yang bervariasi tergantung pada tingkat produksi atau penjualan, seperti bahan baku, biaya pengiriman, atau iklan.
4. Menyusun anggaran
Langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran keuangan, yang dapat membantu Bunda memastikan bahwa pengeluaran tidak melebihi pendapatan. Cara ini juga dapat memberi gambaran tentang berapa banyak uang yang dapat diinvestasikan kembali ke dalam bisnis atau disisihkan untuk tujuan jangka panjang.
Ada beberapa langkah dalam menyusun anggaran, seperti menentukan estimasi pendapatan dan pengeluaran bulanan, menghitung selisih antara pendapatan dan pengeluaran untuk mengetahui laba atau rugi yang diperkirakan, serta mengalokasikan dana untuk tujuan khusus, seperti dana darurat atau investasi dalam pengembangan usaha.
5. Membuat cadangan dana darurat
Tak kalah penting dalam memulai bisnis rumahan adalah memiliki cadangan dana darurat. Dana darurat dapat membantu bisnis bertahan bila ada kejadian tak terduga, seperti penurunan penjualan, kerusakan peralatan, atau biaya yang tidak terduga lainnya.
"Jumlah dana darurat yang disarankan mencakup 3 hingga 6 bulan biaya operasional," ungkap Andya.
6. Melacak dan memantau arus kas
Buatlah catatan arus kas untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran yang terjadi setiap bulan. Tips ini sangat penting untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis secara lebih akurat dan mengambil langkah-langkah perbaikan bila diperlukan. Bunda dapat menggunakan spreadsheet untuk memantau arus kas.
7. Evaluasi keuangan secara berkala
Bunda juga perlu melakukan evaluasi rutin setelah membuat perencanaan keuangan. Evaluasi per bulan atau per kuartal dapat digunakan untuk membandingkan hasil keuangan aktual dengan anggaran yang telah dibuat. Kemudian, Bunda juga dapat identifikasi area yang memerlukan perbaikan.
8. Mengelola pajak
Jangan lupa untuk mempertimbangkan kewajiban pajak bisnis. Menghitung dan menyisihkan uang untuk pajak sangat penting agar tidak terkejut dengan kewajiban pajak yang tiba-tiba muncul di akhir tahun.
"Untuk bisnis rumahan, pajak biasanya melibatkan pajak penghasilan, pajak penjualan, atau pajak usaha kecil, tergantung pada skala dan jenis usaha. Pastikan untuk berkonsultasi dengan konsultan pajak untuk memahami kewajiban pajak yang perlu dipenuhi," kata Andya.
9. Membuat rencana investasi dan pengembangan bisnis
Langkah selanjutnya adalah membuat rencana investasi dan pengembangan bisnis. Ini bisa berupa investasi dalam peralatan baru, peningkatan pemasaran, atau pelatihan keterampilan yang dapat membantu bisnis berkembang. Contoh rencana investasi seperti menyiapkan anggaran iklan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
10. Melakukan perencanaan keuangan jangka panjang
Terakhir adalah melakukan perencanaan keuangan jangka panjang. Meski hanya bisnis rumahan, Bunda perlu memikirkan keberlangsungan usaha ke depannya.
Perencanaan jangka panjang ini dapat meliputi perluasan pasar, membuka cabang, atau meningkatkan kapasitas produksi. Perencanaan ini juga dapat menjadi bagian dari saat Bunda menentukan tujuan dan strategi bisnis.
Demikian 10 tips perencanaan keuangan untuk memulai bisnis rumahan dari pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Cerita Bunda Dinda Anggota Komunitas Haibunda Squad Membangun Bisnis Mainan Montessori
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mau Pakai Desain Canva agar Bisnis Makin Cuan? Simak Tipsnya Bun
Tips Bisnis Bareng Suami, Pintar Menempatkan Diri & Profesional Soal Keuangan
Wujudkan Mimpi Jadi Pebisnis Sukses di Era Digital ala Bunda Masa Kini
Menguak Mitos Ganti Nama Anak Karena 'Keberatan Nama', Benarkah Adanya?
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif