kehamilan

Please, Jangan Katakan Ini pada Bumil

Radian Nyi Sukmasari Rabu, 19 Jul 2017 17:20 WIB
Please, Jangan Katakan Ini pada Bumil
Jakarta - Kehamilan bisa jadi masa-masa yang membahagiakan buat kita ya Bun. Meski memang, ada berbagai perubahan yang dialami seorang wanita ketika hamil. Nah, kadang kala perubahan yang dialami pun mengundang komentar alias kata-kata yang diucapkan orang lain, tapi kadang malah bikin kesal.

Ya, dalam keseharian sering didengar nih aneka komentar untuk ibu hamil. Hanya saja, kadang komentarnya bisa bikin kuping 'panas' dan bumil kesal. Dirangkum HaiBunda, ini dia komentar-komentar yang baiknya stop dilontarkan ke Bunda yang lagi hamil. Simak yuk.

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda

Pertambahan berat badan ibu hamil memang lumrah kok Bun. Terlebih, perubahan hormon selama hamil juga bisa membawa perubahan pada tubuh Bunda. Apalagi, pertambahan bobot ibu hamil juga masih bisa terbilang normal kok. Memang sih Bun, ini tergantung dari Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh Bunda.


Kata dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Suarabaya, pada Bunda dengan BMI 18,5-24,9 kenaikannya 11,5 hingga 16 kg selama hamil. Kalau BMI Bunda rendah, diharapkan kenaikan bobot tubuhnya lebih dari angka tersebut Bun. Sebaliknya nih, kalau Bunda obesitas atau BMI-nya lebih dari 30, kenaikan berat badan selama hamil masuk kategori normal kalau bertambah lima sampai sembilan kilogram.

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda
Menurut para pakar, baby bump atau perut yang membuncit saat hamil kelihatan kecil karena bisa jadi bentuk tubuh Bunda yang memang ramping, lebih banyak ototnya ketimbang timbunan lemaknya. Sementara, Simon Mehiga, konsultan bidan di RS Liverpool bilang perut ibu hamil yang kecil umumnya terjadi pada saat kehamilan pertama. Ingat Bun, yang lebih jadi indikator besar kecilnya perut adalah bentuk tubuh Bunda dan besar-kecilnya baby bump nggak ada kaitannya dengan janin yang dikandung.

Kalau kata Malcolm Dixon, dokter kandungan dan ginekolog di Rochdale Infirmary, di kehamilan pertama khususnya pada perempuan yang sporty dan sering sit-up, otot perut cenderung masih kencang dan kuat Bun, sehingga perut nggak kelihatan buncit banget. Selain itu, model pakaian yang dipakai ibu hamil juga terkadang menyamarkan ukuran baby bump yang sebenarnya kan Bun?

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda

Mitos soal kaitan kondisi ibu hamil sama jenis kelamin bayi yang dikandungnya masih sering didengar juga ya Bun. Misalnya nih, kalau Bunda rajin dandan saat hamil, pasti anaknya perempuan. Padahal, ibu hamil kan juga perlu tampil cantik ya Bun? Kemudian, kalau Bunda ngidam makan yang manis-manis seperti cokelat, bayinya perempuan nih. Padahal, nggak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini, kebanyakan teori lebih mengaitkan pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi.

Begitu juga soal perut Bunda. Kalau bentuk perutnya lebih bulat atau melebar, katanya bayi Bunda perempuan. Malcolm Dixon, dokter kandungan dan ginekolog di Rochdale Infirmary, mengatakan kadang posisi bayi di rahim juga memengaruhi penampakan baby bump lho Bun. Kalau punggung janin di depan, lengan dan kakinya nggak terlalu kelihatan sehingga bentuk baby bump 'lebih rapi'. Sedangkan, saat janin membelakangi Bunda, lengan dan kakinya sering 'mencuat'.

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda

Konon kalau janinnya laki-laki, bentuk perut ibu 'mancung' alias lebih maju ke depan kayak ujung telur. Padahal, bentuk perut ibu hamil nggak ada kaitannya sama sekali dengan jenis kelamin bayi. "Bentuk perut saat hamil terkait dengan bentuk tubuh Anda dan bukan terkait dengan jenis kelamin bayi dalam rahim," terang praktisi kesehatan, dr Miriam Stoppard.

Mitos lainnya yang sering didengar adalah kalau Bunda ngidam makanan yang asin-asin, mengandung bayi laki-laki. Padahal, ini lebih berkaitan sama kebutuhan nutrisi Bunda. Misalnya saat tubuh butuh lebih banyak garam, maka Bunda bisa 'ngidam' makanan asin. Kulit yang jerawatan dan lebih kusam juga sering dikaitkan sama jenis kelamin bayi. Padahal, perubahan kulit selama Bunda hamil dipengaruhi oleh perubahan hormon.

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda

Kadang kala, ada calon orang tua yang sengaja nggak pengen tahu jenis kelamin si kecil, supaya jadi kejutan buat mereka nantinya. Untuk persiapan peralatan bayi pun dipilih aja warna yang netral. Nah, pada orang tua yang memang nggak pengen tahu jenis kelamin bayinya, komentar seharusnya mereka mengetahui jenis kelamin bayinya saat di-USG sering diungkapkan. Padahal ya Bun, untuk tahu atau nggak jenis kelamin si kecil kembali lagi ya pada keputusan masing-masing pasangan.

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda
Ini bukan soal malas atau nggak malas ya Bun. Sebab, perubahan banyak dialami Bunda ketika hamil. Contohnya, mual dan muntah yang bisa Bunda alami tiap hari. Kemudian, perkembangan ukuran bayi yang makin menekan usus dan lambung juga bisa bikin perut terasa nggak nyaman. Belum lagi keluhan kaki bengkak atau kesemutan, bisa bikin Bunda yang lagi hamil nggak nyaman bergerak kan.

Jangan katakan hal ini pada ibu hamilJangan katakan hal ini pada ibu hamil Foto: Infografis HaiBunda
Kondisi tubuh masing-masing individu berbeda. Jadi, nggak semestinya ya Bun kita membandingkan apa yang kita alami dengan apa yang dialami Bunda lain yang lagi hamil. Kecuali Bunda lain meminta pendapat dan pengalaman kita saat hamil, boleh-boleh saja. Sebab, dibanding-bandingkan dengan orang lain juga bisa membuat bumil 'kepikiran', kesal, minder, bahkan stres Bun. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi