sign up SIGN UP search


kehamilan

Cynthia Lamusu Mengenang Keharuan Saat si Kembar Lahir

Nurvita Indarini Minggu, 29 Oct 2017 18:47 WIB
Hampir setahun terakhir Cynthia Lamusu jadi bunda sepasang bayi kembar. Cynthia pun mengenang masa lahiran yang mengharukan. caption
Jakarta - Tuhan kadang memberikan waktu kita masa penantian yang tidak sebentar agar kita tahu betapa berharganya sesuatu yang ditunggu itu. Seperti pasangan selebriti Cynthia Lamusu dan Surya Saputra menunggu delapan tahun untuk menjadi orang tua dari anak-anak yang manis.

Ya, hampir setahun yang lalu, Cynthia melahirkan sepasang bayi kembar. Si kembar harus dilahirkan lebih awal, saat usia kandungan 33 minggu. Kala itu, Cynthia memang sudah mendapat pesan dari dokter agar siap-siap jika harus melahirkan lebih awal karena dirinya mengalami pre-eklampsia.

"Tepatnya ditrimester ke-tiga, saya sudah mulai 'ujian' karena saat USG 4 dimensi, Bima (anaknya yang laki-laki), saat masuk bulan ke-7 tidak sama kenaikan berat badannya dengan Tatjana (anaknya yang perempuan)," kenang Cynthia saat hadir dalam family gathering Komunitas Premature Indonesia dalam rangka World Prematurity Day 2017 di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (29/10/2017).


Kata Cynthia, beda berat janin Bima dan Tatjana sampai 500 gram. Belum lagi saat itu ditambah Cynthia mengalami tanda-tanda pre-eklampsia seperti kaki bengkak, tensi tinggi di mana hampir mencapai 170, serta protein di urine juga tinggi.

Baca juga: Beda Komposisi ASI Ibu yang Melahirkan Prematur dan Cukup Bulan

"Saya melahirkan secara caesar. Setelah melahirkan itu saya belum ketemu sama anak-anak. Di hari ketiga (setelah melahirkan) akhirnya ketemu setelah sebelumnya ditanya kuat apa nggak. Waktu itu saya bilang kuat," sambung Cynthia.

Ternyata kuat itu hanya sebatas ucapan saja. Ketika melihat bayi kecil, yang mana jauh lebih kecil ketimbang bayi-bayi baru lahir yang pernah dilihatnya, Cynthia merasa sedih dan bersalah. Apalagi ketika melihat bayi kembarnya yang satu lagi, Bima, yang berada di inkubator.

"Tatjana lahir 2,1 kg sedangkan Bima 1,2 kg," sambung Cynthia.

Rasanya saat itu seperti mendapat cobaan bertubi-tubi. Lama menunggu kehadiran si kecil, tapi begitu si kecil lahir, Cynthia dan suami tidak bisa langsung memeluknya dan membawa mereka pulang karena si kembar harus dirawat NICU.

"Saya dan suami anggap itu bonus. Udah tunggu buah hati 8 tahun, lalu ada bonus time anak-anak prematur, sehingga masuk NICU. Kami belajar lebih kuat," tambah Cynthia.

Setelah enam hari lahir, akhirnya Tatjana dibolehkan pulang. Sementara Bima masih harus lebih lama dirawat di NICU. Bagi Cynthia, ini merupakan kebaikan Tuhan karena memberi kesempatan bagi dirinya untuk belajar mengurus bayi.

"Jadi anak pulangnya dicicil, saya jadi belajar dulu nih ngurus bayi. Jadi saat adiknya pulang ke rumah jadi lebih lihai," terang Cynthia.

Baca juga: Gangguan Tidur Saat Hamil Bisa Bikin Bayi Lahir Prematur, Lho

Terkadang hidup memang nggak seindah yang kita harapkan. Tapi atas semua yang terjadi, kita patut menyusukurinya dan berprasangka baik pada Tuhan.

"Punya bayi prematur itu istimewa. Karena kita istimewa, maka diberi yang istimewa juga," ucap Cynthia.

Bagaimana dengan Bunda, punya kisah melahirkan secara prematur seperti Cynthia juga? Atau punya kisah penantian buah hati yang cukup lama? Atau punya pengalaman melahirkan yang nggak terlupakan? Bisa lho, share melalui kolom komentar. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi