kehamilan

Beratnya Kehamilan Cynthia Lamusu, Miom Hingga Kelahiran Prematur

Yuni Ayu Amida Sabtu, 16 Nov 2019 10:03 WIB
Beratnya Kehamilan Cynthia Lamusu, Miom Hingga Kelahiran Prematur
Jakarta - Penantian pasangan selebriti Cynthia Lamusu dan Surya Saputra untuk memiliki momongan memang cukup lama. Namun, kelahiran si kembar, Ataya Tatjana Aisyah Putri dan Atharva Bimasena Saputra, pada 20 November 2016, membayar penantian selama delapan tahun.

Tapi rupanya, kehamilan yang dilalui Cynthia melalui proses In Vitro Vertilization (IVF) atau bayi tabung ini bukanlah hal mudah. Selain usianya yang sudah tak muda saat hamil, ia juga rupanya memiliki miom.

"Kehamilan saya ini mukjizat dari Allah, karena saya punya kondisi yang unik. Saya hamil dengan miom," ungkap Cynthia Lamusu dalam sebuah acara di Hermitage Menteng, Jakarta, Kamis (14/11/2019).


Personil trio B3 ini menuturkan, sebenarnya sebelum hamil dia sudah ada miom. Tetapi kondisinya masih cukup memungkinkan untuk menjalani proses bayi tabung.

"Mungkin secara posisinya masih ada space untuk hamil, akhirnya diteruskan lah proses IVF nya," tuturnya.

Namun, memasuki trimester ketiga kehamilan, ia mulai mengalami gejala preeklampsia. Kakinya mengalami bengkak, tekanan darahnya pun tinggi. Selain itu, terjadi masalah pada pertumbuhan janin laki-lakinya, yakni masalah berhenti tumbuh.

"Bima itu mulai stuck berat badannya, tidak berkembang. Padahal di awal-awal justru bayi laki-laki itu pertumbuhan berat badannya cepat, tapi masuk trimester ketiga gitu. Yang awalnya periksa sebulan dua kali jadi seminggu sekali, kita di observasi lah, ini kenapa," ceritanya.

Beratnya Kehamilan Cynthia Lamusu, Miom Hingga Kelahiran PrematurBeratnya Kehamilan Cynthia Lamusu, Miom Hingga Kelahiran Prematur /Foto: Instagram @cynthia_lamusu


Rupanya, plasenta Bima bermasalah, sehingga ia tidak dapat asupan makanan. Hal ini tentu membuat dokter melakukan tindakan cepat. Beberapa waktu setelah itu, dokter memutuskan Cynthia untuk segera melahirkan secara caesar.

"Saya langsung di opname, dibawa ke RS Bunda, observasi semalam, akhirnya dilahirkan lebih awal, do date-nya itu 7 Desember, lahirnya 20 November," tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, menurut Dr.dr.Ali Sungkar, Sp.OG-KFM, dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), terkait kondisi yang dialami Cynthia Lamusu ini memang tinggi risiko melahirkan bayi prematur.

"Hamil dengan IVF, itu enggak normal, manipulasi, dia sudah masuknya risk satu, terus kembar, sudah punya risk untuk preeklampsia," kata Ali.

Tak hanya itu, bayi kembar juga bisa berisiko alami Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS) yang menyebabkan bayi bisa tidak tumbuh. Belum lagi miom yang sebelumnya sudah dialami Cynthia. Saran Ali, jika ada kondisi demikian, harus diperhatikan dengan benar perawatannya.

"Untuk seperti itu, antenatal care-nya harus ditangani dengan benar," tegasnya.

Simak pula nutrisi untuk anak prematur.

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi