HaiBunda

KEHAMILAN

Sst, Konon Mencoba Hamil di Bulan Desember Itu Lebih Bagus, Bun

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 18 Dec 2017 14:00 WIB
Tes kehamilan/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Bulan Desember identik dengan musim dingin. Nah, konon hamil di waktu ini lebih baik. Mengapa bisa begitu ya?

Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Obstetri dan Ginekologi mengungkap alasan biologis di balik fenomena perempuan yang cenderung hamil di musim dingin. Yang jelas ini bukan karena Desember sering diasosiasikan dengan pesta, baik itu pesta Natal atau pesta persiapan tahun baru.

Penelitian menyebut kualitas produksi sperma pria di musim dingin lebih baik dibanding bulan-bulan musim panas, Bun. Begitu juga dengan penerimaan sel telur pada perempuan. Hal tersebut berhubungan dengan perubahan lamanya siang hari. Nah, kondisi itulah yang meningkatkan kemungkinan sperma membuahi telur dan memicu kehamilan.


Selain itu, ada fakta lain di mana pada umumnya pasangan suami istri lebih sering berhubungan inti selama musim liburan. Inilah yang menjelaskan mengapa Desember menjadi puncak konsepsi.

Pada penelitian itu, tim menganalisis 178.607 persalinan yang dijalani perempuan berusia 29 tahun atau lebih di Texas, Amerika Serikat, antara tahun 1994 hingga 1998. Perkiraan tanggal konsepsi menggunakan periode menstruasi terakhir, serta ada perkiraan klinis kehamilan.



Hasilnya, puncak konsepsi terjadi di akhir tahun yakni sebesar 9,1 persen pada Desember. Sedangkan pada musim panas yakni pada Agustus sekitar 7,5 persen.

Antropolog biologi Helen Fisher menuturkan umumnya di akhir tahun orang-orang menjadi lebih sibuk karena naluri untuk bertahan hidup. Manusia sebenarnya nggak memiliki musim kawin, tapi sembilan bulan setelah November dan Desember, tibalah akhir musim panas dan awal musim gugur. Nah, masa itulah dirasa sebagai masa terbaik untuk melahirkan bayi.

Sebelumnya ada juga penelitian terhadap 270.000 kehamilan antara tahun 2004 dan 2009, di mana kehamilan yang dimulai pada Desember menghasilkan tingkat kelahiran tertinggi. Demikian seperti yang dilaporkan The Huffington Post.

Dr Paul Winchester yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan ibu yang melahirkan pada bulan September terkena sinar matahari lebih banyak di akhir kehamilannya. Artinya, ibu-ibu mereka lebih banyak mendapat vitamin D menjelang persalinannya.



Ini diperkuat dengan studi tahun 2014 dalam Journal of Sports Medicine. Studi menyebut anak yang lahir di bulan November bisa lari 10 persen lebih cepat, melompat 12 persen lebih tinggi, dan 15 persen lebih kuat. Tim peneliti menduga ibu yang melahirkan di bulan November (termasuk periode musim panas) lebih mungkin terpapar sinar matahari. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

Parenting Tiara Jasmine & Khaerul Anwar Mujtaba

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?

Parenting Kinan

Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

Serunya Belajar Dapat Cuan dari Affiliate di Gathering Sister at Home

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK