sign up SIGN UP search


kehamilan

Curhat Perancang Busana, Baby Bump-nya Kecil Padahal Hamil Tua

Asri Ediyati Senin, 08 Jan 2018 19:05 WIB
Perancang busana, Yiota Kouzoukas ini curhat tentang perutnya yang terlihat kecil padahal sudah masuk bulan ke-9. Hmm, apa ya sebabnya? caption
Banyak ibu hamil yang mencatat perjalanan kehamilan mereka di media sosial. Namun, sebagian besar pasti dipuji dan didoakan, bukan dikritik. Perancang busana asal Australia, Yiota Kouzoukas, mendapat banyak pertanyaan dan komentar miring soal baby bump-nya yang terlihat kecil selama hamil.

Dalam sebuah postingan di Instagram, Yiota akhirnya menjawabnya dengan jujur. Pemilik merek Sabo Skirt Australia yang berusia 9 bulan hamil mengatakan kepada para netizen bahwa rahimnya miring dan sempat mengalami komplikasi yakni endometriosis.

"Untuk 4 bulan pertama kehamilan saya, rahim saya retrovert (miring) yang berarti janin saya tumbuh dnegan posisi ke dalam tubuh saya, bukan ke luar. Kebanyakan orang dengan jenis rahim seperti ini, janinnya akan tumbuh ke arah dalam sekitar 12 minggu, lalu tumbuh keluar seperti biasanya," tulis Yiota dalam caption Instagramnya.


Posisi rahimnya yang miring ke belakang serta bekas luka dari endometriosis membuat Yiota harus menunggu sedikit lebih lama agar rahimnya kembali seperti rahim normal. Perancang busana ini telah mencatat kehamilannya di Instagram selama berbulan-bulan, berbagi foto baby bump-nya tiap bulan.

Soal rahim yang miring atau yang mengalami retroversi, kata Heather Guidone, Direktur Program Center for Endometriosis Care (CEC), karena bawaan sejak lahir. Sementara dengan endometriosis, nggak semua wanita dengan rahim miring akan mengalami endometriosis.

"Ada sejumlah faktor potensial yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti perut yang lebih kecil. Namun secara umum, diagnosis endometriosis seharusnya tidak menghalangi seorang wanita tidak bisa hamil. Secara umum, baby bump yang kecil seperti yang dialami Yiota, seharusnya nggak menimbulkan kekhawatiran serius. Asalkan pasien bekerja sama dengan tim layanan kesehatannya," kata Heather dikutip dari Today.

Kata Heather, endometriosis sebagian besar dianggap sebagai penyakit jinak. Walaupun berhubungan dengan infertilitas, banyak individu yang berhasil hamil serta melahirkan bayi yang sehat. Endometriosis memiliki risikonya sendiri. Wanita hamil dengan endometriosis kadang dapat mengalami komplikasi seperti hipertensi gestasional, preeklampsia, perdarahan postpartum, berat lahir rendah atau kelahiran dini.

Pada akhirnya, kesehatan ibu dan bayi adalah hal yang paling penting, Yiota menulis caption untuk para netizen bahwa mereka berdua baik-baik saja. "Saya sehat sekali, bayi sangat sehat dan hanya itu yang penting. Tubuh dan baby bump kita semua berbeda, bentuk serta ukuran kita pun berbeda," tulis Yiota.

Nah, kalau kita cuma sibuk dengerin apa kata orang tapi nggak dapat informasi yang mencerahkan, bisa ngaruh ke psikis kita lho, Bun. Alhasil kita jadi banyak cemas, khawatir, sedih, menyalahkan diri sendiri.

"Kalau hamil dengan happy, outcome lebih bagus. Tapi kalau dari hamil nggak happy, bisa ngalami postpartum blues," kata dr Ardiansjah Dara Sjafrudin, SpOG.

Kata dokter yang akrab disapa dr Dara ini, kurangnya wawasan sering bikin ibu hamil banyak khawatir. Karena itu penting nih, Bun, untuk mencari informasi di tempat yang tepat. Syukur-syukur bisa langsung tanya ke dokter, tapi kalau nggak, bisa membaca artikel dari sumber-sumber tepercaya.

[Gambas:Instagram]

(aci)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi