kehamilan

Kulit Bayi Dapat Diprediksi Sejak di Kandungan? Simak Faktanya

Asri Ediyati Jumat, 18 Jan 2019 19:02 WIB
Kulit Bayi Dapat Diprediksi Sejak di Kandungan? Simak Faktanya
Jakarta - Bunda, sering nggak sih penasaran sama perkembangan janin di dalam kandungan? Kapan tubuh mereka akan mulai terbentuk sempurna, kaki akan mulai menendang hingga merespon sentuhan tangan bunda saat mengelus perut.

Seminggu setelah pembuahan terjadi, sel-sel yang membelah akan tumbuh menjadi embrio. Dilansir What to Expect, ada tiga lapisan yang berbeda menyusun embrio. Mungkin Bunda masih ingat pelajaran biologi yakni endoderm (lapis dalam), mesoderm (lapis tengah) dan ektoderm (lapis luar). Pada janin, ketiga lapisan ini terbentuk pada usia kehamilan tiga minggu, Bun.

Lalu dari lapisan yang mana kulit janin berasal? Kulit janin tumbuh dari lapis luar atau ektoderm. Dari lapis terluar itu pula, rambut dan kuku akan tumbuh, Bun.


Untuk penjabaran lebih lanjut, berikut dikutip dari The Bump, perkembangan kulit janin di trimester awal hingga akhir.


1. Trimester pertama


Menurut Joseph Ouzounian, MD, dari Keck School of Medicine University of South California, pada tingkat mikroskopis, kulit mulai berkembang sangat dini, bahkan mungkin sebelum Bunda tahu kalau Bunda sedang hamil.

Pada minggu keempat, janin sudah memiliki dua lapisan kulit yang berbeda: lapisan sel bawah, yang dikenal sebagai lapisan basal, dan lapisan luar yang disebut periderm. Tetapi karena pada usia ini janin masih sangat kecil (seukuran biji poppy), pembentukan kulit tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Kulit Bayi Dapat Diprediksi Sejak di Kandungan? Simak Faktanya/ Foto: iStockKulit Bayi Dapat Diprediksi Sejak di Kandungan? Simak Faktanya/ Foto: iStock
2. Trimester kedua

Menurut Desiree McCarthy-Keith, MD MPH, ahli endokrinologi reproduksi di Shady Grove Fertility di Atlanta, Georgia ada saat mencapai trimester kedua pada minggu ke-14, Bunda bisa melihat permukaan kulit janin dengan USG.

Pada sekitar minggu ke-19 kehamilan, kelenjar kulit janin mulai menghasilkan zat berminyak, disebut vernix. Zat tersebut dirancang untuk melindungi kulit terhadap sekitarnya, khususnya cairan ketuban yang bisa mengiritasi. Vernix tetap berada di kulit janin sampai kelahirannya, vernix bisa hilang ketika digosok atau dibersihkan.

Perlu diingat, pada titik ini perkembangan kulit janin tidak terlihat seperti kulit normal ya, Bun. Sebaliknya, kulit janin sangat tipis dan transparan, dengan pembuluh darah terlihat jelas di bawahnya. Tidak ada pigmen atau warna kulit.

"Selama trimester kedua, semua janin akan terlihat sama, tidak peduli apa pun rasnya," kata Stephen Emery, MD, asisten profesor ilmu kebidanan, ginekologi dan reproduksi di Rumah Sakit Magee-Womens UPMC di Pittsburgh.

3. Trimester ketiga

Lalu kapan janin mendapatkan warna kulit mereka? Sebelum mencapai trimester ketiga, kulit janin mulai mengeras dan menjadi kurang transparan, nah pada saat itu pigmentasi mulai berkembang. Namun, semua bayi yang baru lahir, terlepas dari ras, cenderung memiliki warna merah atau ungu kebiruan pada kulit mereka saat lahir, karena sistem peredaran darah mereka belum sepenuhnya berkembang.

"Kulit asli bayi tidak selesai sampai setelah kelahiran, beberapa bisa sampai tahun pertama kehidupan," kata Joseph Ouzounian.

Hal ini karena sel yang disebut melanosit menjadi lebih aktif setelah lahir, menghasilkan melanin, pigmen yang membentuk warna kulit. Faktor keturunan lah yang kemudian menentukan seberapa gelap atau terang kulit bayi nantinya.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi