kehamilan

Cerita Baim Wong tentang Keguguran yang Sempat Dialami Paula

Asri Ediyati Senin, 13 May 2019 12:34 WIB
Cerita Baim Wong tentang Keguguran yang Sempat Dialami Paula
Jakarta - Baru-baru ini Baim Wong dan Paula Verhoeven berbagi kabar bahagia tentang kehamilan. Namun, enggak ada yang menyangka kalau sebelumnya Paula sempat mengalami keguguran saat hamil pertama kali. Hal tersebut diungkap oleh sang suami, Baim Wong di depan media.

Waktu keguguran, Baim dan Paula tak mau diekspose dan tak ingin diwawancara lantaran masih berduka. Saat tahu dirinya keguguran, Paula langsung terdiam dan menangis.


"Karena kita di posisi, kita sedih tapi harus tegar, begitu dibilang enggak ada (Paula) langsung nangis. Enggak tega lah saya, karena bagi wanita itu istilahnya bayinya kan meninggal. Jadi yang dirasain seorang ibu, dan itu berlangsung berminggu-minggu," kata Baim Wong dilansir InsertLive.


Disebutkan Baim, penyebab keguguran Paula kala itu karena sering naik pesawat saat honeymoon. Baim saat itu tak mengetahui kalau Paula sedang mengandung.

Di hari-hari setelah Paula dinyatakan keguguran, Baim selalu memutarbalikkan suasana dari sedih menjadi happy. Akhirnya, lama-kelamaan Paula menjadi terbiasa dan lebih tegar menerima kenyataan.
Cerita Baim Wong tentang Keguguran yang Sempat Dialami PaulaFoto: Instagram
"Saya memutarbalikkan suasana, walaupun saya juga sedih. Lama-lama dia terbiasa. Kalau sudah keguguran memang tiga bulan enggak boleh isi, cuma kemarin Paula sering bengong mikirin. Saya bilang 'Enggak apa-apa yang terbaik memang gini'. Saya selalu positif ke dia, supaya dapat yang terbaik," ujar Baim.

Setelah tiga bulan, Baim dan Paula sangat bersyukur karena doanya terjawab, Paula kembali hamil.

"Alhamdulillah jadi. Allah baik banget," tutur Baim Wong.

Saat keguguran, sudah pasti calon ibu dan ayah merasakan kesedihan mendalam. Dikatakan psikoterapis di Oakland, California, dr Will Courtenay, ketika istri keguguran suami bisa merasa sedih, cepat marah, mudah emosi, merasa cemas, merasa bersalah karena gagal melindungi pasangan dan bayinya.


"Ditambah lagi pria merasa tidak berdaya dan tidak mampu melakukan apapun untuk memperbaiki kenyataan meskipun memang tidak ada yang bisa diubah. Sehingga, pada kasus keguguran, dukungan tidak hanya penting bagi si ibu tapi juga si ayah," tegas dr.Coutenay.

dr Christinna D Hibbert, psikolog di Flagstaff, Arizona, menambahkan, istri keguguran pada kehamilan trimester kedua dan ketiga bisa membawa kesedihan yang lebih besar bagi calon orang tua. Sebab saat itu, baik ayah atau ibu sudah bisa melihat perkembangan bayinya melalui USG. Sayangnya, dalam keseharian pria lebih sering berusaha memendam perasaannya.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi