HaiBunda

KEHAMILAN

Amankah Ibu Hamil dan Menyusui Berolahraga Saat Puasa?

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Minggu, 19 May 2019 08:02 WIB
Amankah Ibu Hamil dan Menyusui Berolahraga Saat Puasa? /Foto: iStock
Jakarta - Meski sedang berpuasa, pastinya tubuh harus tetap segar dan bugar ya, Bun. Salah satu cara menjaganya dengan berolahraga. Namun, amankah ibu hamil dan menyusui berolahraga saat puasa? Berikut ini penjelasan ahli.


Dijelaskan konselor laktasi dr.Ameetha Drupadi, untuk meningkatkan kesegaran tubuh, sebenarnya ibu hamil dan menyusui boleh melakukan olahraga. Namun, jangan terlampau berat, cukup olahraga ringan saja.

"Jadi cenderung lebih ringan daripada olahraga di bulan selain bulan puasa, jadi boleh dilakukan namun ringan aja ya, jangan terlalu berat," papar Ameetha saat berbincang dengan HaiBunda.

Ameetha kemudian menyarankan, sebaiknya ibu hamil dan menyusui melakukan aktivitas yang cukup berat di malam hari saja. Ini guna menghindari hal yang tidak diinginkan.


Melansir dari Parents, dikatakan pelatih prenatal Erinn Mikeska, olahraga yang konsisten selama kehamilan dapat meminimalkan rasa sakit dan sembelit, membantu tidur lebih baik, serta menurunkan risiko diabetes gestasional dan depresi. Bahkan bisa membuat persalinan lebih singkat dan tidak terlalu rumit, Bun.

"Mengembangkan kebiasaan olahraga yang baik selama kehamilan akan membantu ibu hamil mendapatkan tubuhnya kembali lebih cepat setelah melahirkan," tutur Mikeska.

Tapi, selain berolahraga, ibu hamil dan menyusui juga harus memerhatikan asupan nutrisi selama berpuasa. Ameetha pun memberikan tips agar ibu hamil dan menyusui bisa kuat berpuasa, salah satunya mengusahakan sahur di akhir waktu.

"Usahakan sahur di akhir waktu, kemudian makan yang mengandung 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, 10 persen lemak, 10 persen sayur dan buah, dan cukupi kebutuhan cairan sekitar 3 - 4 gelas cairan," jelas Ameetha.


Selain itu, supaya Bunda lebih kuat, konsumsi makanan yang mengandung energi lebih, misal kurma di akhir sahur, atau dicampur susu almond, susu kedelai, atau makanan tinggi lemak dan protein. Tujuannya supaya penyerapan dalam tubuh lebih lama, sehingga rasa kenyangnya lebih lama.

"Tapi yang paling penting cairan, cairan jangan kurang ya. Jadi lebih baik ibu berlebih cairan daripada kurang cairan," tegasnya.


(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Apakah Boleh Membaca Surat Pendek yang Sama Setiap Salat? Ini Hukumnya dalam Islam

Mom's Life Amira Salsabila

5 Fakta Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Anak Ditenggelamkan hingga Diikat

Parenting Annisa Karnesyia

150 Nama Bayi Terinspirasi Melati dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Hamil 3 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Amrikh Palupi

Terpopuler: Deretan Anak Artis Jadi Paskibra di Upacara HUT RI

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Fakta Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Anak Ditenggelamkan hingga Diikat

Apakah Boleh Membaca Surat Pendek yang Sama Setiap Salat? Ini Hukumnya dalam Islam

Hamil 3 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

150 Nama Bayi Terinspirasi Melati dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Potret Frederik Kiran Cucu Soekarno Berdarah Jepang, Terbaru Ikut Rayakan HUT RI

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK