kehamilan

Dampak Ibu Hamil Kurang Minum Air Putih Saat Puasa

Yuni Ayu Amida Kamis, 09 May 2019 08:01 WIB
Dampak Ibu Hamil Kurang Minum Air Putih Saat Puasa
Jakarta - Berpuasa saat hamil itu tidak masalah untuk dijalankan kok, Bun. Namun, asupan ketika sahur dan berbuka mesti diperhatikan ya.



Dikatakan Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, berpuasa saat hamil tidak akan menyebabkan anak lahir cacat ataupun tidak normal, Bun. Kecuali jika ibu hamil memang tidak sanggup berpuasa karena sakit.


"Penelitian terhadap 5.000 ibu hamil di Inggris itu melahirkan anak-anak yang normal, buat muslim di Inggris 5000 yang berpuasa, penelitian itu tiap tahun diteliti," papar Hardiansyah saat mengisi sebuah acara di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Tapi kan ada juga ibu hamil yang kondisinya sakit, mual muntah dan sebagainya. Ya itu berarti dia dapat pemaafan, bisa diganti di hari lain," sambungnya.

Hardiansyah menambahkan, yang mesti diperhatikan saat puasa di tengah kehamilan adalah asupan minum. Alasannya, saat kehamilan memasuki trimester tiga, tekanan untuk membuang urine semakin besar, seiring janin yang membesar. Sehingga, ibu hamil sering buang air kecil.

"Berarti harus sering minum di antara masa berbuka sampai sahur tadi. Jadi jangan hanya berbuka makan malam, terus enggak minum lagi tahu-tahu sudah sahur," ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, dr.Aida Riyanti, Sp.OG, dari RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan, ibu hamil memang perlu banyak cairan. Karena jika kurang minum, bisa menyebabkan dehidrasi.

"Kebutuhan cairan ibu hamil sekitar 300 cc tambahan dari kebutuhan harian. Jadi, kalau orang normal butuh 2,5 liter cairan, ibu hamil butuh sekitar 2,8 liter cairan yang tidak hanya dari air saja, tapi juga dari makanan," kata Aida, dikutip dari detikcom.

Nah, dehidrasi ini berbahaya, Bun. Dehidrasi bisa menyebabkan berkurangnya air ketuban, yang bisa menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan.

"Air ketuban kan sebagai bantalan. Kalau kurang, bayi tidak bisa bergerak maksimal sehingga terjadi deformitas pada kaki misalnya dan terhambat perkembangannya," kata Aida.


Untuk mengecek apakah kebutuhan air Bunda sudah cukup, Hardiansyah menjelaskan, cara mudahnya adalah melihat warna urine. Jika warna urine kuning kecoklatan, artinya Bunda perlu minum lebih banyak lagi.

"Paling gampang lihat di air urine ketika sore hari menjelang berbuka. Kalau sore hari jelang buka air urine kuning kecokelatan, itu artinya masih kurang, esoknya harus diperbaiki. Kalau hanya kuning biasa saja tidak masalah," papar Hardiansyah.

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi