kehamilan

Curhat Sandra Dewi Pernah Mengalami Blighted Ovum

Asri Ediyati Kamis, 27 Jun 2019 07:00 WIB
Curhat Sandra Dewi Pernah Mengalami Blighted Ovum
Jakarta - Memiliki anak adalah dambaan tiap pasangan suami istri yang baru menikah. Seperti halnya Sandra Dewi dan suami, Harvey Moeis kala itu menanti kehadiran calon buah hatinya. Sedang hamil anak kedua, Sandra Dewi akhirnya mengaku kalau ia pernah mengalami blighted ovum.

Diakui Sandra, ia mengalaminya sebelum hamil anak pertama, Raphael Moeis. Ia buka-bukaan soal ini karena ingin berbagi pengalaman pada ibu-ibu lainnya, bahwa blighted ovum bukan penghalang untuk bisa hamil lagi.




"Saya menikah di usia 33, jadi kan banyak yang bilang agak berisiko (kehamilannya). Ketika nikah, saya nikah awal November, saya honeymoon, pulang saya positif, tapi mengalami blighted ovum," kata Sandra Dewi di acara peluncuran buku Teman Bumil 'Hamil dan Parenting Tanpa Galau', di Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Diceritakan Sandra, ia mengetahui hal tersebut saat Natal 2016 melalui USG. Saat diperiksa ternyata hanya ada kantungnya saja, namun tak ada janin. Sandra mengaku saat itu kondisi mentalnya langsung drop.

"Pas christmas janin enggak berkembang, tambah drop dong. Setelah dikuret tunggu tiga bulan baru boleh coba lagi jadi semakin cemas. Sampai akhirnya tiga bulan berselang, saya coba lagi langsung dapat. Tapi masih galau, 'Saya bisa enggak terus hamil?' Setiap hari mengalami ketakutan, 'Saya bisa enggak hamil sampai 40 minggu?'" ujar Sandra.
Curhat Sandra Dewi Pernah Mengalami Blighted OvumSandra Dewi/ Foto: Instagram
Untuk mengatasi kecemasannya, Sandra akhirnya bertanya ke semua orang, tujuannya tak lain untuk membuatnya merasa lega. Mulai dari dokter kandungan, anak, sampai keluarga karena takut gagal lagi, Bun.

Terkait dengan blighted ovum, menurut dr.Ardiansyah Dara, Sp.OG., M.Kes., itu adalah perkembangan kehamilan yang tidak normal. Kantung kehamilannya ada tapi janinnya tidak ada, Bun.

"Kan kehamilan dari USG, kita lihat ada kantungnya, terus ada janin. Lalu, kalau blighted ovum, janinnya ini enggak ada, itu kantungnya harus dikeluarkan, dikuret," kata Dara, panggilan akrabnya, saat ditemui HaiBunda usai acara.

Dara menjelaskan, penyebab blighted ovum adalah masalah kromosom, genetik. Namun, bisa juga salah satu faktornya, hamil pada usia 35 tahun ke atas. Perlu diingat, blighted ovum bukan sesuatu yang ditakutkan karena ada infeksi toksoplasma, terus berulang-ulang.

"Itu buktinya Sandra Dewi bisa kok, hamil dua kali setelah mengalami blighted ovum. Jadi bukan sesuatu yang perlu ditakutkan," ujar Dara.

Simak cerita Sandra Dewi tentang pengalamannya mengalami blighted ovum.

[Gambas:Video 20detik]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi