HaiBunda

KEHAMILAN

Dampak Ibu Hamil Kelebihan Air Ketuban

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Rabu, 17 Jul 2019 15:01 WIB
Ilustrasi kelebihan air ketuban/ Foto: iStock
Jakarta - Kelebihan air ketuban atau disebut polihidramnion rupanya dapat membahayakan, baik bagi janin maupun sang ibu. Apa saja dampaknya? Simak paparan ahli berikut, Bun.

Dikatakan Chaunie Brusie, BSN, seorang perawat yang berpengalaman dalam persalinan dan perawatan kritis di Michigan, risiko atau dampak polihidramnion akan bervariasi berdasarkan seberapa jauh kehamilan dan seberapa parah kondisinya.

"Secara umum, semakin parah polihidramnion, semakin tinggi risiko komplikasi selama kehamilan atau persalinan," jelas Brusie, dilansir Health Line.


Brusie pun mengungkapkan, dampak polihidramnion yang lebih lanjut bisa menyebabkan meningkatnya risiko bayi sungsang, karena dengan lebih banyak cairan, bayi bisa mengalami kesulitan untuk menundukkan kepala. Meningkatnya risiko prolaps tali pusar, yaitu saat tali pusar keluar dari rahim dan masuk ke dalam vagina sebelum melahirkan. Serta meningkatnya risiko komplikasi perdarahan setelah persalinan.

"Jika dokter Anda mencurigai polihidramnion, hal pertama yang akan mereka lakukan adalah melakukan tes tambahan untuk memastikan tidak ada yang salah dengan bayi Anda," tuturnya.

Ilustrasi kelebihan air ketuban/ Foto: iStock
Kata Brusie, polihidramnion ringan hingga sedang mungkin tidak memerlukan perawatan tambahan selain pemantauan. Hanya dalam kasus parah akan dipertimbangkan pengobatan, termasuk pengeringan cairan ketuban.

"Jika Anda menerima diagnosis tersebut, pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda, dan menimbang pro dan kontra untuk menentukan jalan persalinan terbaik," jelasnya.

Pernyataan Brusie ini diperkuat dengan ulasan Medical News Today, bahwa kelebihan air ketuban bisa berdampak pada bayi maupun sang ibu. Untuk sang ibu, di antara dampaknya yakni persalinan jadi lebih lama, kontraksi prematur yang menyebabkan kelahiran prematur, pemisahan prematur plasenta dari dinding rahim, air ketuban pecah dini, ibu sulit bernapas, perdarahan tidak terkendali setelah persalinan.

Sedangkan pada bayi bisa menyebabkan kelainan bawaan atau cacat lahir, ukuran atau posisi abnormal yang menyebabkan kesulitan posisi persalinan, posisi tali pusar jadi tidak tepat yang bisa membuat tali pusar terperangkap pada janin, dan mengakibatkan pasokan oksigen berkurang. Kondisi ini lebih berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.


Simak juga yuk, Bun, cerita Joanna Alexandra membesarkan putri bungsunya yang berkebutuhan khusus, dalam video berikut:

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK