kehamilan

3 Tanda Cacat Janin yang Bisa Terdeteksi Saat Hamil

Yuni Ayu Amida Kamis, 31 Oct 2019 18:45 WIB
3 Tanda Cacat Janin yang Bisa Terdeteksi Saat Hamil
Jakarta - Cacat janin merupakan momok menakutkan bagi setiap ibu hamil. Namun, di zaman yang sudah modern ini, kita bisa melakukan serangkaian tes untuk bisa mengetahui sekaligus mencegah cacat janin selama kehamilan. Salah satunya melalui ultrasonografi (USG).

Menurut Dr.Andrea Greiner, dokter spesialis ibu dan anak di Rumah Sakit dan Klinik Universitas Iowa, serangkaian tes untuk mengetahui kondisi janin dalam perut sebenarnya adalah pilihan. Ini tidak wajib, namun memang sebaiknya dilakukan ibu hamil.

"Setiap wanita ingin percaya bahwa kehamilannya normal dan tidak rumit. Jika seorang ibu hamil memilih untuk melakukan skrining genetik, ada kemungkinan bahwa hasilnya bisa abnormal, sehingga penting untuk memikirkan bagaimana informasi ini dapat memengaruhinya," kata Greiner, dilansir Live Science.


Menurut Greiner, apakah seorang wanita memutuskan untuk menjalani skrining genetik atau tidak adalah pilihannya sendiri. Hal yang ditakutkan, misal saat ibu hamil mendapat hasil yang tidak diharapkan, nantinya menimbulkan kecemasan dan emosi yang bertentangan.

Kerugian lain adalah bahwa tes semacam ini kadang memberikan hasil palsu, yang artinya tes bisa saja salah tapi orang tua sudah terlanjur percaya bahwa bayi mereka memiliki kelainan genetik atau sebaliknya.
3 Tanda Cacat Janin yang Bisa Terdeteksi Saat HamilFoto: iStock


Namun, apapun hasilnya, jika memang dikatakan ada kelainan, maka orang tua tentu bisa mengambil tindakan bijak untuk meminimalisir cacat janin tersebut.

Sebagai antisipasi ibu hamil, berikut ini HaiBunda rangkum dari Romper, 3 tanda cacat janin yang bisa terdeteksi selama kehamilan.

1. Kadar protein ibu hamil terlalu tinggi atau rendah

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), skrining darah ibu hamil umumnya dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Hasil dari skrining yang ditunjukkan dalam layar, hanya memeriksa kelainan dan tidak untuk mendiagnosis. Untuk diagnosis ini nantinya butuh tes lebih lanjut.

Pemeriksaan darah ibu ini mengukur dua protein, yaitu human chorionic gonadotropin (hCG) dan pregnancy associated plasma protein A (PAPP-A). Jika tingkat protein ini lebih rendah atau lebih tinggi dari seharusnya, ini bisa menunjukkan indikasi kelainan pada janin.

3. Peningkatan cairan di balik leher bayi

Tes USG pada trimester pertama sering menunjukkan kelebihan cairan ketuban di belakang leher bayi. Jika kelebihan cairan ini ditemukan, ini bisa jadi prediksi terkait gangguan kromosom atau kelainan jantung pada bayi.

3. Ukuran bayi

USG di trimester kedua yang biasa disebut skrining anatomi, fungsinya mencari kelainan pada anatomi bayi dan masalah internal apa pun yang dapat memengaruhi jantung, otak, atau organ lainnya. Hasil skrining ini akan memperlihatkan ukuran bayi, untuk memprediksi kemungkinan cacat janin.

Contohnya mikrosefali, yakni suatu kondisi di mana kepala bayi jauh lebih kecil dari seharusnya, cacat janin ini umumnya bisa terdeteksi melalui ultrasound sebelum bayi dilahirkan.

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi