kehamilan

Cara Mencegah Kehamilan dengan Menyusui, Syarat & Efektivitasnya

Siti Hafadzoh Rabu, 06 Nov 2019 13:04 WIB
Cara Mencegah Kehamilan dengan Menyusui, Syarat & Efektivitasnya Cara mencegah kehamilan dengan menyusui/ Foto: iStock
Jakarta - Ketika baru saja melahirkan, Bunda tentu ingin mencurahkan seluruh kasih sayang dan perhatian kepada si kecil yang baru lahir. Nah, biasanya Bunda akan mencari cara mencegah kehamilan supaya Bunda dan Ayah bisa fokus dengan tumbuh kembang dan nutrisi bayi. Mungkin Bunda juga ingin menunda kehamilan karena ingin memberikan ASI eksklusif bagi si buah hati.

Tahu enggak sih, Bun? Menyusui bisa menurunkan risiko Bunda untuk hamil lagi. Makanya, menyusui disebut bisa menjadi cara mencegah kehamilan. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ya, Bun. Supaya efektif, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi juga nih.

Kenapa menyusui bisa cegah kehamilan?


Menyusui secara alami dapat membuat wanita memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk hamil. Para profesional sering menyebut metode kontrasepsi ini dengan istilah Lactational Amenorrhoea Method (LAM).

Dilansir Health Engine, ketika menyusui, jumlah hormon estrogen yang diproduksi oleh tubuh wanita berkurang. Ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium ke saluran tuba hanya terjadi ketika wanita menghasilkan hormon estrogen dengan tingkat yang tinggi. Kadar estrogen yang tinggi memang dapat memicu ovulasi.

Wanita menyusui menghasilkan hormon estrogen yang lebih rendah. Jadi, kemungkinan ovulasi semakin kecil. Ini menjadi penjelasan kenapa menyusui bisa mencegah kehamilan.

Pada enam bulan pertama setelah melahirkan, persentase efektivitas LAM mencapai 98 persen selama siklus menstruasi wanita belum kembali lagi. Keuntungan metode kontrasepsi ini adalah tidak perlu menggunakan alat atau prosedur khusus seperti metode kontrasepsi lainnya. Tapi, ini hanya efektif untuk enam bulan pertama setelah melahirkan dan dengan syarat-syarat tertentu.

Menyusui dapat mencegah kehamilan karena dikontrol oleh dua hormon utama, yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berfungsi merangsang produksi ASI. Sedangkan, oksitosin bertugas untuk mengalirkan ASI ke payudara.

Hormon prolaktin terus meningkat ketika hamil dan menyebabkan payudara membesar. Tapi, wanita hamil tidak bisa memproduksi ASI karena kadar homon progesteron yang juga naik selama kehamilan.

Progesteron dirpoduksi oleh plasenta. Selama plasenta masih ada di dalam rahim, ASI tidak bisa diproduksi. Jadi, ketika bayi lahir dan plasenta keluar dari rahim ibu, barulah tubuh ibu siap memproduksi ASI.

Mencegah kehamilan dengan menyusui atau LAM adalah efek dari peningkatan kadar prolaktin. Ketika kadar prolaktin meningkat, produksi dan sekresi hormon lain dihambat. Hormon tersebut adalah gonatropin. Ketika kadar hormon tersebut berkurang, tubuh ibu juga akan mengurangi jumlah hormon estrogen.

Ovulasi tidak dapat terjadi tanpa ada peningkatan kadar estrogen. Makanya, menyusui bisa jadi cara mencegah kehamilan karena meningkatnya hormon prolaktin mencegah terjadinya ovulasi.

Cara Mencegah Kehamilan dengan Menyusui, Syarat & EfektivitasnyaIlustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

Syarat supaya mencegah kehamilan dengan menyusui bisa efektif

Setiap ibu bisa menerapkan menyusui sebagai cara mencegah kehamilan. Asalkan memenuhi beberapa syarat. Mengutip Medical News Today, berikut syarat menyusui sebagai cara mencegah kehamilan.

1. Menyusui secara eksklusif

Cara mencegah kehamilan dengan menyusui dapat efektif hanya kalau Bunda menyusui secara eksklusif. Jeda waktu menyusui lebih dari 4 jam dalam 24 jam sehari hanya boleh satu kali terjadi.

"Jadi misal dari jam 6 pagi sampai 6 pagi besoknya kan 24 jam tuh. Nah, ada waktu di mana ibu menyusui terakhir jam 2 siang terus baru menyusui lagi jam 7 malam, itu kan jedanya lima jam. Kemudian ibu menyusui jam 7, baru menyusui lagi jam 3 pagi, itu jedanya 6 jam. Nah, udah dua kali ada jeda waktu menyusui lebih dari 4 jam dalam 24 jam, nggak bisa berarti ya," kata konselor laktasi dari RS Sari Asih Ciputat, dr Hikmah Kurniasari MKM, CIMI.

2. Bayi masih berusia 0-6 bulan

Menyusui bisa jadi cara cegah kehamilan kalau bayi masih berusia maksimal 6 bulan. Dengan kata lain, sebelum bayi mengonsumsi makanan lain selain ASI.

3. Belum kembali menstruasi

Kembalinya wanita mengalami menstruasi berarti tubuh sedang bersiap untuk ovulasi lagi. Jadi, ketika sudah menstruasi, masa subur sudah terjadi dan kemungkinan hamil lebih besar.

Tiga syarat ini harus terpenuhi ya, Bun. Kalau tidak, menyusui sebagai cara mencegah kehamilan tidak bisa efektif.

"Kalau salah satu syaratnya nggak dipenuhi biasanya metode ini bisa gagal," kata Hikmah.

Siapa yang tidak boleh mencegah kehamilan dengan menyusui?

Menyusui tidak bisa dijadikan sebagai cara cegah kehamilan untuk wanita yang tidak menyusui secara eksklusif. Ketika Bunda tidak menyusui secara eksklusif, risiko kehamilan akan meningkat.

Risiko kehamilan juga meningkat untuk wanita yang memompa ASI. Makanya, wanita yang diharuskan memompa ASI, misalnya ibu bekerja perlu mencari cara mencegah kehamilan yang lain.

LAM juga tidak cocok bagi wanita yang mengonsumsi beberapa obat, termasuk obat yang dapat mempengaruhi mood. Wanita yang mengonsumsi obat harus bertanya dulu kepada dokter apakah obat-obatan tersebut akan memengaruhi cegah kehamilan dengan LAM.

Dilansir Parents, mencegah kehamilan dengan menyusui hanya efektif dilakukan ketika bayi menyusu langsung di puting Bunda. Tidak dengan memompa ASI.

"Artinya, Bunda benar-benar tidak dapat memberikan suplemen apa pun. Jadi ketika Bunda memompa dan memberikannya dengan botol, Bunda didiskualifikasi. Sebab, mengisap langsung ASI dari payudara yang membantu menekan ovulasi," kata Kelly A.Hightower RN, seorang konsultan laktasi dan owner Bright Birth di Decatur, GA.

Efektivitas cegah kehamilan dengan menyusui

Ketika metode mencegah kehamilan ini diterapkan oleh wanita yang memenuhi tiga syarat tadi. Tiga syarat tersebut yaitu bayi usia kurang dari tiga bulan, belum mengalami menstruasi lagi, dan menyusui secara eksklusif, efektivitasnya dalam mencegah kehamilan mencapai 98 persen.

Menstruasi adalah faktor penentu yang menandakan kembalinya kesuburan. Wanita yang telah kembali menstruasi tidak dapat menggunakan metode cegah kehamilan LAM. Pada wanita yang belum mengalami menstruasi lagi dan melanjutkan menyusui eksklusif, metode LAM dapat menjadi cegah kehamilan yang efektif sekitar 94 persen.

Bagaimana pun, efektivitas metode cegah kehamilan ini tergantung pada frekuensi dan intensitas menyusui. Kesuburan akan meningkat ketika frekuensi menyusui dan jumlah ASI menurun.

Keuntungan terapkan cara mencegah kehamilan dengan menyusui

Menyusui sebagai cara mencegah kehamilan memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut.

1. Tidak ada biaya apapun.

2. Tidak diperlukan alat khusus.

3. Tidak memiliki efek samping.

Selain mencegah kehamilan, amenorea laktasional mendorong pemberian ASI eksklusif. Ini memiliki manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi termasuk beberapa hal berikut.

1. Bagi Bunda, menyusui dapat berdampak berkurangnya pendarahan setelah melahirkan.

2. Rahim kembali ke ukuran normal lebih cepat setelah melahirkan.

3. Nutrisi yang tinggi bagi bayi.

4. Mengurangi risiko penyakit menular bagi bayi.

Kekurangan menyusui sebagai cara mencegah kehamilan

Penggunaan LAM sebagai cara mencegah kehamilan sangat terbatas. Ini hanya efektif pada enam bulan pertama setelah melahirkan. Metode pencegahan kehamilan ini juga hanya berlaku bagi wanita yang belum menstruasi lagi dan menyusui secara eksklusif.

Menyusui sebagai cara cegah kehamilan sudah tidak efektif ketika bayi sudah mulai makan MPASI. Makanya, ketika bayi sudah berusia di atas 6 bulan dan ketika Bunda sudah mengalami menstruasi lagi, disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan.

Kalau Bunda sudah tak memenuhi syarat untuk melakukan pencegahan kehamilan dengan LAM, Bunda bisa mencari alat kontrasepsi lain. Mencegah kehamilan dengan alat kontrasepsi berupa pil KB dan suntik tidak disarankan, Bun karena ini bersifat hormonal dan biasanya bisa mengganggu produksi ASI. Alat kontrasepsi yang disarankan oleh dokter untuk ibu menyusui adalah Intrauterine Device (IUD).

"Sehingga KB yang biasa disarankan untuk ibu yang sedang menyusui adalah IUD (Intrauterine Device). Kondom boleh aja, tapi kan kita juga mesti lihat efektivitasnya ya. Ada lagi KB kalender tapi risiko kegagalannya tinggi. Mesti dipastikan juga si ibu tanggal haidnya teratur kan," kata Hikmah.

Jadi, menyusui memang bisa digunakan sebagai cara mencegah kehamilan ya, Bun. Tapi, perlu diingat, kalau tidak memenuhi kriteria, sebaiknya Bunda mencari alat kontrasepsi lain yang tidak mengganggu produksi ASI ya.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi