kehamilan

Ingin Cegah Kehamilan dengan KB Natural? Begini Caranya

Muhayati Faridatun Jumat, 01 Nov 2019 16:05 WIB
Ingin Cegah Kehamilan dengan KB Natural? Begini Caranya
Jakarta - Setelah kelahiran anak pertama, Bunda berencana menunda kehamilan? Tapi, karena ingin menyusui eksklusif dan khawatir efek samping alat kontrasepsi, Bunda mau mencoba KB natural. Bagaimana caranya ya?

Jarak kelahiran anak memang perlu dijaga. Setelah anak pertama lahir, Bunda tentu ingin fokus merawat si kecil dengan sepenuh hati. Apalagi jika ingin memberikan ASI eksklusif dan tidak ada bantuan baby sitter.

Dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, dr.Fredrico Patria, Sp.OG, menganjurkan agar Bunda tidak terlalu cepat hamil lagi setelah melahirkan anak pertama.


"Minimal 2 tahun, agar ibu punya waktu merawat kesehatan diri sendiri, anak, dan keluarga," begitu saran Fredrico.

Kalau ingin mencegah kehamilan dan tak mau pakai alat kontrasepsi, Bunda bisa mencoba metode KB natural. Jenis ini disebut juga dengan KB tradisional, yakni tidak menggunakan alat kontrasepsi atau obat apapun.

Ilustrasi cegah kehamilan dengan KB naturalIlustrasi cegah kehamilan dengan KB natural/ Foto: iStock
Dikutip dari Medical News Today, berikut cara atau metode KB natural:

1. Pantangan

Metode ini berarti Bunda dan Ayah pantang berhubungan seksual, terlebih dalam masa subur. Cara mengetahui masa subur bisa dengan kalkulator masa subur, mengamati lendir serviks, menghitung siklus menstruasi, atau dengan alat tes ovulasi.

2. Penarikan

Metode ini dikenal juga sebagai coitus interruptus, di mana pasangan mengeluarkan penis dari vagina, sehingga ejakulasi terjadi di luar vagina. Secara teori, metode ini mencegah sperma tersimpan di vagina.

Menurut data yang dirilis Health and Human Services (HHS) Amerika Serikat, setiap tahun, dari 100 perempuan yang menggunakan metode ini, 20 di antaranya bisa hamil. Dengan kata lain, metode penarikan ini 80 persen efektif.

Tapi, tergantung pada seberapa hati-hati dan konsisten pasangan yang menggunakan metode penarikan ini. Peluang hamil tetap ada karena penis tak perlu penetrasi agar kehamilan terjadi.

"Bisa terjadi jika sperma memasuki vagina saat foreplay," demikian dijelaskan dalam ulasan di Medical News Today.

Bunda, simak juga penjelasan dokter tentang siklus menstruasi tidak teratur, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi