kehamilan

5 Tips Aman Ibu Hamil Mengendarai Mobil

Yuni Ayu Amida Selasa, 12 Nov 2019 13:00 WIB
5 Tips Aman Ibu Hamil Mengendarai Mobil
Jakarta - Sebagian wanita masih mengendarai mobil saat hamil. Namun apakah sebenarnya ini aman, Bunda?

Dilansir Parenting Firstcry, sebenarnya ketika hamil sebagian kegiatan sehari-hari tentu masih bisa dilakukan, termasuk mengendarai mobil. Jadi seharusnya hal tersebut tidak jadi masalah.

Meski demikian, tentu saja jauh lebih aman bila ada yang menyupiri. Ini penting, karena ibu hamil (bumil) cenderung lebih cepat lelah. Terutama di awal kehamilan, bumil sering alami mual.


Belum lagi terjadinya perubahan fisik dan mental pada ibu hamil, seperti perut yang membesar dan suasana hati yang tak menentu. Ini bisa menyebabkan mengemudi jadi lebih berbahaya. Nah, berikut ini beberapa tips yang HaiBunda rangkum dari Wheels 24, terkait tips aman untuk ibu hamil saat mengendarai mobil.

1. Selalu gunakan sabuk pengaman

5 Tips Aman Ibu Hamil Mengendarai Mobil5 Tips Aman Ibu Hamil Mengendarai Mobil /Foto: iStock

Mengenakan sabuk pengaman wajib saat berkendara, apalagi bagi wanita hamil. Javier Luzon, pemimpin pengembangan keselamatan kendaraan mengatakan, sabuk pengaman yang horizontal harus diletakkan sejauh mungkin dari perut, untuk menghindari tekanan pada janin. Jadi pasangkan sabuk tersebut dekat ke panggul.

"Sabuk bahu diagonal harus melewati perut, di antara payudara dan bersandar pada tulang selangka," jelas Luzon.

Selain itu, setengah dari semua kemungkinan cedera serius pada janin dalam kasus kecelakaan dapat dicegah dengan mengenakan sabuk pengaman dengan benar. Tanpa alat pengaman ini, perut ibu bisa langsung menghantam setir.

"Dapat menyebabkan cedera serius, seperti solusio plasenta atau ruptur uterus," tutur dr.Emmanuel de Sostoa, kepala Ginekologi di Pusat Kesehatan dan Rehabilitasi di Martorell.

2. Jauhkan perut sekitar 25cm dari setir

Jika memungkinkan, jauhkan perut sekitar 25 cm dari setir, Bunda. Menggeser kursi menjauh dari kemudi membantu mencegah cedera jika terjadi kecelakaan bila bagian bawah kemudi bersentuhan langsung dengan perut ibu hamil.

Walau hal ini tidak selalu mungkin karena beberapa ibu hamil ada yang perutnya lebih kecil dari yang lain, atau bumil mungkin duduk lebih dekat ke setir untuk mencapai pedal. Jika perut tepat di atas setir, lebih aman untuk berhenti mengemudi sementara Bunda.

3. Gunakan pakaian longgar, nyaman, sepatu datar dan mengemudi dengan santai

Seperti dalam keadaan normal lainnya, ibu hamil disarankan untuk memakai sepatu yang rata dan nyaman saat mengemudi. Disarankan juga untuk meningkatkan jarak keamanan untuk menghindari manuver mendadak atau hal mengejutkan yang tidak menyenangkan.

Selain itu juga, Bunda baiknya sering berhenti, dan disarankan untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Rasa lapar yang konstan dan kebutuhan untuk sering ke kamar mandi adalah hal yang umum bagi sebagian besar ibu hamil. Jadi, disarankan untuk sering berhenti, dan manfaatkan untuk berjalan-jalan guna mengaktifkan sirkulasi darah.

4. Posisikan kursi dengan benar

Ada perbedaan besar antara mengemudi selama trimester pertama kehamilan dan antara empat hingga sembilan bulan. Karena alasan ini, penting untuk menyesuaikan posisi kursi saat mengemudi. Sesuaikan posisi kursi sedatar mungkin dan pastikan posisi duduk juga benar.

5. Kapan bumil harus stop mengemudi?

Tidak ada larangan eksplisit kapan harus berhenti mengemudi jika kehamilan memang sehat. Namun, menurut Sostoa, wanita hamil harus melakukan 'akal sehat' dan berhenti mengemudi ketika mereka tidak lagi merasa nyaman di belakang kemudi.

Biasanya ibu hamil mulai stop mengemudi di bulan-bulan akhir kehamilan mereka, karena rasa tidak nyaman akibat perut yang semakin besar.

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi