kehamilan

Janin Berisiko Cacat, Istri Indra Bekti Tetap Jalani Bayi Tabung

Yuni Ayu Amida Minggu, 01 Dec 2019 13:31 WIB
Janin Berisiko Cacat, Istri Indra Bekti Tetap Jalani Bayi Tabung Janin Berisiko Cacat, Istri Indra Bekti Tetap Jalani Bayi Tabung/ Foto: Andri Ziauddin
Jakarta - Proses bayi tabung yang sedang dijalani istri Indra Bekti, Aldilla Jelita tampaknya kurang berjalan lancar. Hal ini pun membuat Aldilla sempat bimbang, antara melanjutkan atau berhenti menjalani program in fitro vertilization (IVF) tersebut.

Dalam unggahan di Instagram stories, Aldilla menceritakan betapa saat ini ia sedang terpuruk. Pasalnya, hasil dari pengambilan kromosomnya tidak baik.


"Kemarin, alhamdulillah didapatkan hasilnya tapi emang kurang baik. Dua kromosom saya, dua-duanya disebut mozaik, agak down saya, karena dianggap kromosom saya, diri saya sendiri tidak baik," ujar Aldilla.


Menurut dokter yang menjelaskan, kromosom ini berpengaruh pada anak yang akan dilahirkan Aldilla nanti. Dikhawatirkan akan terjadi cacat janin jika proses bayi tabung ini tetap dilanjutkan.

"Anak saya yang kromosom pertama itu disebut p21, memang sangat dianjurkan untuk tidak ditransfer, karena ini anak yang mungkin untuk ilmu kemanusiaan itu disebut sindrom, yang nanti banyak banget tidak baiknya jika dilahirkan. Untuk p19 itu, sangat low, jarang ditemukan, bayi yang sangat cacat," jelas Aldilla.

Hal buruk yang diungkapkan dokter ini memang membuat Dila syok. Ia juga sempat bingung harus memilih jalan apa. Meski begitu ia masih berharap banyak.

"Saya di sini sangat down, saya bingung sekali. Apakah saya harus ambil atau tidak. Saya balikan lagi, sampai detik ini saya masih berharap, kalau Allah Maha Besar, jadi saya harus berjuang," ujar wanita berhijab ini.

Janin Berisiko Cacat, Istri Indra Bekti Tetap Jalani Bayi TabungJanin Berisiko Cacat, Istri Indra Bekti Tetap Jalani Bayi Tabung/ Foto: Instagram


Di samping itu, Aldilla merasa bahwa banyak orang yang mendapatkan hasil lebih buruk darinya, tapi tetap berjuang. Akhirnya, pergulatan batin yang tentunya tidak mudah ini pun membuat Dila memberi keputusan bahwa ia akan tetap melanjutkan program bayi tabung, meski sudah tahu risiko terburuk.

"Insya Allah saya ambil keputusan untuk mentransfer, anak saya yang pertama ini, mohon didoakan, jika Allah mengizinkan semua berjalan dengan baik, Insya Allah kromosomnya laki-laki," tukasnya.

Dalam menjalani proses bayi tabung memang tidak semua bisa sukses, Bunda. Dikatakan dr.Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, Sp.OG, dari Morula IVF Clinic Jakarta, beberapa faktor penyebab gagalnya prosedur bayi tabung, antara lain kualitas embrio yang tidak bagus karena pengaruh kromosom, usia wanita di atas 35 tahun, adanya kista, polip, atau mioma. Adanya infeksi rongga panggul, serta kelainan kekentalan darah.

Selain itu, kemampuan rahim menangkap embrio juga penting. Karena terkadang dalam proses penanaman embrio ke rahim ibu, bisa saja gagal apabila rahim tidak mampu menangkap embrio. Komunikasi embrio dengan rahim sendiri kadang tidak sinkron karena berbagai faktor, salah satunya ada infeksi atau mioma uteri, polip dan kista itu tadi.

Ditambahkan dr.Satrio Dwi Prasojo, Sp.OG, spesialis kandungan dari Brawijaya Women and Children Hospital Jakarta, ada pula risiko yang bisa dialami saat memutuskan menjalani bayi tabung, seperti infeksi dan kerusakan sel.

"Atau risiko lain, pendarahan hingga risiko adanya luka di dalam organ tubuh, misalnya luka pada usus. Risiko-risiko seperti ini bisa saja terjadi, walaupun dapat dibilang sangat kecil. Biasanya dokter akan menunggu untuk tidak melakukan transfer," tegas Satrio, dikutip dari detikcom.

Buat Bunda penggemar K-POP, klik banner di bawah ini yuk.

Janin Berisiko Cacat, Istri Indra Bekti Tetap Jalani Bayi Tabung


Simak juga intimate interview dengan Aldilla Jelita di video ini, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi