Sign Up search


kehamilan

Risiko yang Sebaiknya Diwaspadai Saat Hamil Anak Kembar

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 08 Jan 2020 10:19 WIB
Risiko yang Sebaiknya Diwaspadai Saat Hamil Anak Kembar caption
Jakarta - Hamil anak kembar? Wah, pasti sudah enggak sabar menanti kelahiran mereka ya, Bun.

Namun, tahukah Bunda hamil anak kembar juga sangat mungkin mengalami beberapa risiko, baik untuk ibu maupun bayinya.


Memahami risiko kehamilan kembar sangat penting. Hal ini dapat membantu Bunda membuat keputusan mengenai perawatan kesuburan yang dilakukan. Termasuk saat akan melakukan prosedur bayi tabung.


Misalnya saja, ketika dokter menawarkan pilihan untuk mentransfer beberapa embrio vs embrio tunggal selama perawatan IVF, Bunda mungkin akan lebih tertarik transfer embrio tunggal jika tahu risikonya.

"Meskipun mentransfer banyak embrio dapat menghasilkan lebih banyak kelahiran hidup, banyak dari bayi-bayi itu lahir prematur dan menghabiskan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan di unit perawatan intensif neonatal. Beberapa juga meninggal dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah kelahiran, dan sejumlah besar bayi yang selamat muncul dengan bekas luka fisik," ujar Dr Abigail C. Mancuso dari University of Iowa Carver College of Medicine, dikutip dari Nytimes.

Mancuso juga mengatakan, para ibu lebih mungkin mengalami komplikasi terkait kehamilan seperti keguguran, tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, pre-eklampsia, persalinan prematur, kelainan plasenta, persalinan caesar dan lama rawat inap.

Risiko yang Sebaiknya Diwaspadai Saat Hamil Anak KembarIlustrasi hamil kembar/Foto: iStock

Melansir Very Well Family, Bunda yang ingin hamil kembar ada baiknya memang perlu mengetahui risiko-risiko tersebut termasuk sebelum memutuskan kehamilan.

Tidak saja ibu yang berpotensi terserang risikonya, tetapi juga sang bayi di dalam kandungan. Pada bayi dengan kehamilan kembar, tingkat keguguran yang lebih tinggi akan muncul.

Selain itu, kehamilan kembar juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan intrauterin. Dimana salah satu janin mengalami pertumbuhan lebih lambat dibanding yang lainnya. Selain itu, si kembar juga berisiko memiliki berat badan lahir rendah.

Sementara bagi ibu hamil dengan kehamilan kembar, risiko mengalami masalah perdarahan sebelum atau selama persalinan juga mengintai. Kehamilan kembar juga cenderung membuat ibu hamil mengalami masalah pencernaan seperti sembelit.

Tidak hanya itu, Bun, biasanya kehamilan kembar juga membuat Bunda ekstra mual di pagi hari. Sampai berisiko mengalami penurunan berat badan.


Oh ya, Bun, persalinan caesar lebih mungkin terjadi pada kehamilan kembar karena risiko terjadi komplikasi dan lainnya. Artinya, pemulihan setelah persalinan akan lebih lama dan risiko komplikasi lebih tinggi selama persalinan. Enggak heran, kehamilan kembar kerap membuat Bunda cenderung mengalami depresi pascapersalinan.

Nah, sudah siap untuk hamil kembar, Bun?

Bunda, bisa juga menyimak cara cepat hamil dari dr Reisa Brotoasmoro dalam video berikut!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi