Sign Up search


kehamilan

Cara Membedakan Pendarahan Implantasi dengan Menstruasi

Maya Sofia Senin, 06 Jan 2020 20:20 WIB
Cara Membedakan Pendarahan Implantasi dengan Menstruasi caption
Jakarta - Gejala atau tanda kehamilan pada perempuan biasanya beragam. Menariknya, beberapa di antara gejala hamil menyerupai kondisi saat Bunda mengalami haid atau menstruasi.

Salah satunya adalah pendarahan. Saat hamil, kondisi ini disebut dengan pendarahan implantasi.


"Sebagian besar wanita yang mengalami pendarahan implantasi berpikir jika mereka mengalami periode menstruasi bulanan dan baru menyadarinya ketika dinyatakan positif hamil," ujar Dr.Linda Burke-Galloway, M.D, penulis buku The Smart Mother's Guide to Better Pregnancy, dikutip dari Healthline.


Pendarahan implantasi adalah hal yang umum, Bunda. Terjadi pada 25 persen dari kehamilan. Lantas apa beda pendarahan implantasi dengan pendarahan saat menstruasi?

Pendarahan implantasi merupakan pendarahan ringan pada organ intim perempuan yang terjadi 10 - 14 hari setelah positif hamil. Hal ini disebabkan proses melekatnya embrio pada dinding rahim.

Mengutip Webmd, saat sperma membuahi sel telur, keduanya akan menjadi embrio. Nah embrio ini kemudian menanamkan dirinya pada dinding rahim. Ketika embrio melekat pada dinding rahim biasanya akan terjadi sedikit pendarahan.

Darah saat pendarahan implantasi umumnya berwarna coklat hingga merah muda. Namun warna ini bisa berbeda tergantung dari berapa lama darah keluar dari tubuh Bunda. Selain itu darah juga bisa bercampur dengan lendir serviks.

Ilustrasi pendarahan implantasiIlustrasi pendarahan implantasi/ Foto: iStock

Untuk pendarahan yang lebih segar, darah akan terlihat berwarna merah tua atau merah terang. Sementara darah terlihat merah muda atau oranye jika bercampur dengan keputihan.

Warna lainnya yang bisa muncul pada darah saat pendarahan implantasi adalah coklat. Sementara itu, darah saat menstruasi umumnya berwarna merah tua.

Kemudian darah yang keluar saat pendarahan implantasi juga lebih sedikit dibanding saat Bunda haid. Hal tersebut disebut dengan flek.

Adapun saat menstruasi, darah akan cenderung keluar banyak di awal dan lama-lama akan semakin sedikit.

Perbedaan lainnya adalah saat terjadinya kram. Ketika pendarahan implantasi, Bunda mungkin akan mengalami kram. Namun kram yang dirasakan biasanya ringan dan tak sesakit ketika menstruasi.

Sedangkan kram saat menstruasi biasanya terjadi sebelum haid dan lebih terasa sakit.


Berbeda dari menstruasi, pendarahan implantasi hanya berlangsung sebentar. Kira-kira satu hingga dua hari atau tidak lebih dari 24 - 48 jam. Sementara menstruasi berlangsung selama tiga hingga tujuh hari di mana darah yang keluar pada hari ke dua hingga tiga berwarna merah terang.

"Wanita hamil harus bisa membedakan flek yang keluar dan warnanya. Jika warna adalah merah terang disertai gumpalan dan sakit luar biasa, itu artinya pendarahan yang mengarah pada kehamilan ektopik, molar, atau keguguran. Jadi harus segera dibawa ke dokter untuk ditangani," kata Burke-Galloway.

Pendarahan implantasi tanpa disertai rasa sakit merupakan hal yang normal dan akan berhenti dengan sendirinya. Bunda sebaiknya segera lakukan tes kehamilan bila merasakan juga tanda-tanda lainnya, seperti mual, payudara menjadi lunak dan sensitif, serta kram perut ringan.

Adapun paling mudah yang bisa Bunda lakukan saat pendarahan implantasi terjadi adalah jangan cemas dan hindari banyak bergerak. Penting bagi Bunda untuk selalu memantau warna flek demi menghindari pendarahan.


Saat rasa sakit dan gejala lain mulai datang, sebaiknya Bunda segera konsultasikan ke dokter untuk menghindari kemungkinan terburuk. Jika memungkinkan segera lakukan USG untuk menentukan apakah kehamilan dan janin berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Bunda juga bisa simak cara cepat hitung usia kehamilan dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi