Sign Up search


kehamilan

Ibu Hamil Alami Keputihan pada Trimester Ketiga, Normalkah?

Annisa Afani Rabu, 25 Mar 2020 05:40 WIB
Ibu Hamil Alami Keputihan pada Trimester Ketiga, Normalkah? Ibu hamil/Foto: iStock
Jakarta - Kehamilan adalah saat yang menyenangkan dan membawa perubahan dalam hidup. Saat Bunda hamil, tubuh akan mengalami beberapa perubahan.

Namun beberapa perubahan terjadi secara tak terduga dan bisa menyebabkan masalah. Semua wanita mengalami keputihan sesekali dan wanita hamil mungkin juga mengalami hal yang sama. Tapi selama kehamilan, keputihan bisa lebih sering atau mungkin terjadi secara tidak normal.


Keputihan ini sendiri dalam keadaan normalnya berbentuk lendir. Nah lendir yang diproduksi dalam sebuah kelenjar di dalam serviks dan vagina itu nantinya akan keluar supaya organ intim tetap bersih.


Itu juga merupakan satu siklus yang terjadi secara alami sebagai pelindung agar vagina tidak terjadi infeksi serta iritasi. Dalam keadaan normal, keputihan akan berwarna bening hingga putih serta tidak menimbulkan bau yang tajam dan juga rasa gatal. Tapi keputihan abnormal bisa disebabkan infeksi dan mungkin berhubungan dengan persalinan.

Wanita sering malu membicarakan soal keputihan, tapi wanita hamil harus memahami bahwa keputihan tidak normal memerlukan perhatian medis. Lalu bagaimana jika ibu hamil mengalami keputihan pada trimester ketiga?

Dikutip dari parenting.com, keputihan pada periode ini adalah sesuatu yang umum dan tidak perlu dikhawatirkan. Itu disebabkan terjadinya sejumlah perubahan dalam tubuh ibu hamil selama kehamilan.

Perubahan tersebut terjadi untuk mempersiapkan Bunda dalam persalinan dan melahirkan. Perubahan ini berkorelasi dengan perubahan cairan keputihan. Kadar hormon akan berubah karena suplai darah ke serviks akan meningkat, dan menyebabkan jumlah cairan menjadi lebih banyak. Karena kondisi ini, mungkin Bunda harus mengenakan pembalut atau panty liner.

Adapun tanda keputihan normal, seperti berwarna bening, berair atau agak kuning serta tidak memiliki bau. Warnanya akan terlihat agak pink atau merah muda mendekati masa persalinan. Namun jika Bunda memiliki sedikit rasa tidak nyaman karena keluarnya cairan, silakan konsultasikan ke dokter.

Sementara itu, keputihan dianggap abnormal atau tidak normal pada trimester ketiga jika cairan yang keluar berwarna kekuningan atau kehijauan, dan disertai bau busuk. Dalam situasi ini, Bunda harus segera menghubungi dokter dan mungkin perlu perawatan sebelum memberi pengaruhi tidak baik pada bayi di dalam kandungan.

{SEO} Ibu Hamil Alami Keputihan pada Trimester Ketiga, Normalkah?Ibu hamil/Foto: Getty Images/Morsa Images


Penyebab keputihan abnormal

Keluarnya cairan abnormal selama kehamilan ini, ada beberapa sebabnya:

Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri adalah kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri di vagina atau saluran serviks. Hal itu yang menyebabkan keputihan menjadi berwarna kekuningan.

Gejala lain yang muncul pada kondisi ini, seperti sensasi menyengat atau terbakar saat buang air kecil. Jika tidak diobati, bisa menyebabkan bayi lahir prematur atau beratnya kurang.

Kandidiasis

Kandidiasis adalah infeksi jamur karena keputihan bisa menyebabkan berwarna kuning atau kehijauan. Peningkatan perubahan kadar hormon selama kehamilan dapat meningkatkan infeksi jamur candida, yang membuat Bunda mungkin akan mengalami gatal dan iritasi organ intim.

Chlamydia

Chlamydia merupakan penyakit menular seksual (PMS), yang bisa menyebabkan keputihan menjadi tebal dan berwarna kekuningan. Jika Bunda menderita PMS, Bunda harus segera menemui dokter dan melakukan perawatan karena kondisi tersebut bisa menyebabkan kelahiran prematur atau menularkan infeksi ke anak yang belum lahir.

Leukorrhea

Leukorrhea disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen selama kehamilan. Ini bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna kekuningan yang tebal. Kondisi ini merupakan kombinasi flora bakteri normal yang ditemukan di serviks, sel-sel vagina tua, dan sekresi vagina serta serviks lainnya.

Jika Bunda mengalami keputihan encer sebelum minggu ke-37 atau gejala yang tidak normal, sebaiknya segera kunjungi dokter. Hal itu dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti merusak kantong ketuban atau cairan ketuban yang mungkin bisa saja bocor.

Meskipun keputihan bukan masalah besar selama kehamilan, tapi Bunda harus tetap berkonsultasi ke dokter jika menemukan sesuatu yang tidak biasa. Jika Bunda mengalami banyak keputihan selama 9 bulan kehamilan, beri tahu dokter dan ikuti sarannya ya.



Simak  juga soal mitos atau fakta mentimun bisa menyebabkan keputihan di video ini yuk Bun:

[Gambas:Video Haibunda]




(jue/jue)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi