sign up SIGN UP search


kehamilan

4 Pertimbangan Penting Sebelum Ibu Hamil Empat Bulan Berpuasa

Arina Senin, 27 Apr 2020 04:00 WIB
Pregnant muslim woman with her muslim female doctor in clinic, Gynaecology consultation caption
Jakarta - Banyak ibu hamil yang tetap berpuasa selama bulan Ramadhan. Ibu hamil diperbolehkan puasa selama kondisi dirinya dan bayi dalam kandungan, dinyatakan sehat serta mampu melakukan ibadah puasa.

Dilansir dari Khaleej Times, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa wanita hamil dan menyusui tidak perlu berpuasa karena Allah SWT tidak ingin sebuah janin kecil menderita. Hal ini senada dengan ungkapan Syaikh Shalih bin Utsaimin dalam buku Fiqih Shiyam Ramadhan ditulis oleh Tim Ulin Nuha.


Syaikh Shalih bin Utsaimin menjelaskan bahwa wanita hamil tidak lepas dari dua hal; pertama wanita hamil yang kuat dan semangat menjalankan puasa, tidak sulit baginya berpuasa dan tak membawa efek bagi janin maka wajib untuk berpuasa.


Kedua, wanita hamil yang tak mampu dan berat berpuasa atau badannya lemas jika harus puasa maka dalam kondisi ini hendaklah ia tak berpuasa. Apalagi jika membawa efek pada janinnya maka wajib baginya tidak berpuasa.

Banyak ahli melarang ibu hamil berpuasa pada trimester pertama dan ketiga. Trimester kedua (4-6 bulan) bisa disebut waktu yang lebih aman untuk berpuasa. Namun tetap ada beberapa hal yang diperhatikan jika ibu hamil ingin berpuasa.

Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan jika ibu hamil 4 bulan ingin berpuasa? Simak ulasannya di bawah ini:

[RM-4] 4 Pertimbangan Penting Sebelum Ibu Hamil Empat Bulan BerpuasaIbu hamil 4 bulan puasa/ Foto: Getty Images

1. Harus mengikuti anjuran dokter

Ini harus diputuskan oleh dokter yang menyimpan riwayat kesehatan Bunda selama hamil. Jika dokter menyarankan puasa, Bunda dapat melanjutkannya.

Secara umum, setiap ibu hamil yang menderita komplikasi selama kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi ginjal atau masalah jantung, harus menahan diri agar tidak berpuasa.

2. Sahur dan berbuka dengan makanan sehat

Dr Rashi Gupta, Specialist Obstetrics and Gynecology di iCare Clinics, Dubai, mengatakan bahwa jika Buda memutuskan untuk berpuasa selama Ramadhan maka harus sahur dan berbuka puasa dengan asupan makanan sehat.

Perhatikan porsi makanan yang seimbang mulai dari protein, buah-buahan, karbohidrat, kurma, dan serat.

3. Minum banyak air

Jangan lupa banyak minum air saat sahur dan berbuka puasa. Upayakan minimal 8 gelas sehari atau setara 2 liter agar kebutuhan cairan tercukupi dengan baik.

Bunda bisa minum air 3 gelas saat sahur. Kemudian 3 gelas lagi ketika berbuka puasa. Ditambah minum air 2 gelas sebelum tidur. Ini untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

4. Segera buka puasa jika lerasa Lemah

Merasa pusing, pingsan, lemah, bingung atau lelah, bahkan setelah Bunda beristirahat dengan baik segeralah berbuka puasa. Minum air yang mengandung garam dan gula, atau larutan rehidrasi oral.

Meski demikian, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menyebutkan bahwa puasa selama trimester kedua kehamilan bisa menjadi berbahaya terutama jika usia kandung memasuki 22-27 minggu.


Penelitian yang dipimpin oleh Nathalie Auger (University of Montreal Hospital Research Centre) itu mengungkap kalau kelahiran prematur berdasarkan tingkat keparahan paling ekstrem terjadi pada usia kehamilan 22-27 minggu.

Hal ini mengingat, selama trimester kedua kehamilan, kebutuhan energi meningkat sebesar 340 kkal per hari. Untuk itu, Bunda sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu demi mengurangi risiko kelahiran prematur.

Bunda, simak juga yuk ciri-ciri hamil dilihat dari perubahan kulitnya seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi