sign up SIGN UP search


kehamilan

10 Pertanyaan Perlu Ibu Hamil Tanyakan ke Dokter, Obat hingga Seks

Asri Ediyati Senin, 22 Jun 2020 07:00 WIB
An Asian girl is indoors in a hospital room. She is wearing casual clothing. An Asian female doctor wearing medical clothing is checking her heartbeat with a stethoscope. caption
Jakarta -

Baik calon ibu maupun sudah berpengalaman hamil sebelumnya, alangkah baiknya untuk cerewet dan kepo saat berkunjung ke dokter kandungan. Kenapa? Yang jelas, untuk calon ibu ini penting untuk menjalani kehamilan ke depannya.

Sementara, untuk para ibu yang sudah berpengalaman, kehamilan pertama dan kedua cenderung ada bedanya. Nah, supaya enggak tersesat, ada beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan ibu hamil pada dokter.

Apa saja pertanyaannya? Berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, 10 pertanyaan yang perlu ditanyakan saat berkunjung ke dokter kandungan:


1. Apakah obat resep dan obat bebas mempengaruhi kehamilan?

Mengutip Parents, pada dasarnya, segala obat, vitamin, mineral, dan suplemen yang dikonsumsi selama kehamilan, bahkan jika itu homeopati, harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan Bunda.

"Ini adalah percakapan yang penting dilakukan, sehingga risiko melanjutkan atau menghentikan obat dapat didiskusikan. Ini termasuk resep dan obat bebas," kata Sally Rafie, apoteker dan Asisten Profesor Klinis Ilmu Kesehatan di UCSD Skaggs School of Pharmacy & Pharmaceutical Sciences, di San Diego, California.

2. Berapa banyak kenaikan berat badan selama kehamilan?

Berapa banyak berat yang harus Bunda dapatkan selama kehamilan, biasanya ditentukan dengan menggunakan indeks massa tubuh pra-kehamilan Bunda (BMI), yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan. Dokter Bunda harus memberi kisaran untuk memperoleh pada trimester dan akan memeriksa pada setiap janji temu bahwa Bunda tetap on track.

3. Olahraga apa yang baik selama kehamilan?

Tetap aktif selama kehamilan membuat Bunda dan bayi tetap sehat dan membantu mengurangi gejala kehamilan, mulai dari mudah beser hingga kecemasan. Terlebih lagi, banyak kegiatan kebugaran yang aman dalam kehamilan.

"Jika Anda seorang yang teratur di kelas tertentu sebelum hamil, kemungkinan Anda tetap melanjutkan olahraga selama kehamilan, meskipun Anda harus memastikan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Secara umum, Anda harus sedikit ekstra hati-hati," kata Kristina Mixer, M.D., OB-GYN dengan Spectrum Health United Hospital di Greenville, MI, dilansir Very Well Family.

4. Makanan yang harus dikonsumsi atau dihindari?

Pola makan bergizi, makanan lengkap sangat ideal. Dokter Bunda kemungkinan akan meresepkan vitamin prenatal. "Anda harus berusaha mendapatkan 1500 mg kalsium antara pola makan dan suplemen," kata Karen Deighan, M.D., associate professor department obstetrics and gynecology, Loyola University, Chicago.

Makanan apa yang harus dihindari? Hindari ikan mentah, keju lunak, susu atau jus yang tidak dipasteurisasi, dan beberapa ikan yang mungkin mengandung merkuri tinggi, demikian menurut Deighan.

5. Apakah tetap merasa kram atau mengalami pendarahan?

"Beberapa kram atau bercak adalah normal pada trimester pertama, sebagai implan telur yang dibuahi dan mulai tumbuh di dalam rahim," kata Mixer.

Namun, jika mengalami kram dan / atau perdarahan yang persisten, Bunda harus menghubungi dokter. Ia menambahkan, karena itu bisa jadi tanda infeksi vagina atau rahim, bahkan sesuatu yang lebih serius seperti kehamilan ektopik.

Ilustrasi ibu hamilIlustrasi ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/west

6. Apakah seks diperbolehkan?

Seks diperbolehkan, kecuali Bunda sebelumnya memiliki plasenta previa atau persalinan prematur. Menurut Clifford J. Goodman, Jr., MD, ob-gyn di Chandler, Arizona, aktivitas seks tak masalah jika tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Bicaralah dengan dokter kandungan Bunda secara terbuka tentang kehidupan seks. Konsultasi ini untuk melihat apakah ada sesuatu yang menurut dokter harus Bunda hindari.

7. Haruskah tes genetik?

Tes prenatal adalah cara untuk memeriksa apakah bayi Bunda mungkin memiliki kelainan genetik tertentu, seperti cacat kromosom atau tabung saraf. Namun, Bunda sebaiknya tenang saja. Enggak perlu khawatir kecuali jika Bunda hamil di atas 35 tahun.

"Hanya 3 hingga 5 persen dari semua kehamilan yang memiliki cacat lahir atau kondisi genetik," kata Kiana Siefkas, konselor genetik berlisensi dan bersertifikat di Seattle Children's Prenatal Diagnosis and Treatment Programme.

8. Berapa lama bisa bekerja saat hamil?

Ini bergantung pada sifat pekerjaan Bunda. Kemungkinan Bunda akan bisa terus bekerja sampai melahirkan. Dokter kandungan mungkin merekomendasikan beberapa batasan untuk keselamatan Bunda dan bayi. Mixer mengatakan, penting juga konsultasi ke dokter untuk membahas tekanan emosional apa pun yang dialami di tempat kerja.

9. Kondisi apa yang mengharuskan segera hubungi dokter?

Bagi banyak ibu hamil, pertanyaan besarnya adalah apa yang normal, dan apa yang tidak. Pada salah satu kunjungan pertama, Bunda harus bertanya kepada dokter kandungan soal ini. Bunda perlu tahu gejala yang normal atau tidak normal selama kehamilan.

10. Apa yang harus diketahui selama persalinan dan melahirkan?

Persalinan dan melahirkan bisa sangat bervariasi, tergantung pada tempat Bunda melahirkan. Apakah itu di rumah sakit, di bidan, atau di rumah. Jelang melahirkan, perawat atau bidan akan lebih sering melakukan pemeriksaan serviks untuk menentukan dilatasi dan penipisan serviks. Ia juga bisa merekomendasikan intervensi untuk keselamatan Bunda dan bayi.

Simak juga ciri hamil berdasarkan perubahan kulit:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi