sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Cara Membuat Anak Kembar dengan Perawatan Kesuburan

Annisa Karnesyia Rabu, 17 Jun 2020 07:01 WIB
Hamil Anak Kembar caption
Jakarta -

Tak sedikit pasangan suami istri mendambakan anak kembar karena menggemaskan dan lucu. Cara membuat anak kembar bisa direncanakan kok, Bunda.

Kehamilan bayi kembar biasanya disebabkan faktor usia, riwayat keluarga, serta berat dan tinggi badan wanita. Beberapa studi juga menemukan bahwa wanita yang banyak konsumsi makanan olahan susu, lebih mungkin hamil anak kembar.

Bagi yang tidak memiliki faktor tersebut, bisa menjalani program dan perawatan kesuburan. Penulis The Doula Advantage, Rachel Gurevich menjelaskan, cara ini mampu meningkatkan ovulasi untuk kemungkinan hamil anak kembar, kembar tiga, atau kelipatannya.


Pada populasi umum, kehamilan kembar identik terjadi 0,45 persen atau 1 dari 250 kelahiran. Sementara sebagian besar kehamilan kembar dengan program kesuburan adalah kembar fraternal.

"Perawatan kesuburan memang meningkatkan risiko memiliki bayi kembar identik," ujar Gurevich dilansir Very Well Family, Selasa (16/6/2020).

Menurut sebuah penelitian, sekitar 0,95 persen kehamilan kembar identik terbentuk melalui program kesuburan. Namun, belum diketahui pasti mengapa cara ini mengarah pada kembar yang lebih identik.

ilustrasi test packIlustrasi tes kehamilan/ Foto: iStock

Berikut 5 program dan perawatan kesuburan yang dipercaya dapat digunakan sebagai cara membuat anak:

1. Clomid

Clomid adalah obat perangsang ovulasi untuk membantu wanita yang memiliki masalah dengan ovulasi. Ini adalah jenis obat kesuburan yang paling umum digunakan.

"Clomid sangat efektif, merangsang ovulasi 80 persen dalam satu waktu," kata Gurevich.

2. Femera

Femara adalah obat oral yang digunakan untuk merangsang ovulasi pada wanita dengan kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS) dan infertilitas yang tak dapat dijelaskan. Baik Clomid atau Femera memiliki tingkat hamil anak kembar yang rendah, yaitu mulai dari 5 hingga 12 persen.

3. Gonadotropin

Ini adalah obat kesuburan yang mengandung follicle stimulation hormone (FSH), hormon luteinizing (LH) atau kombinasi keduanya. Obat gonadotropin digunakan untuk merangsang ovulasi dan diberikan dengan injeksi.

Menurut beberapa penelitian, penggunaan gonadotropin menyebabkan hingga 30 persen kehamilan multiple. Sebagian besar adalah kehamilan kembar, tetapi hingga 5 persen adalah kehamilan kembar tiga atau lebih.

4. IUI (Intrauterine Insemination)

IUI adalah perawatan kesuburan yang relatif sederhana sebagai cara membuat anak kembar. Ini dilakukan dengan atau tanpa obat kesuburan. Prosedurnya melibatkan pemindahan semen yang telah dibersihkan dengan cara khusus dan dipindahkan langsung ke rahim melalui kateter tipis.

5. IVF (In Vitro Fertilization)

IVF atau bayi tabung dimulai dengan pemilihan sel telur dan sperma untuk selanjutnya dievaluasi. Keduanya lalu dipertemukan dan diinkubasi selama 5 hari. Embrio yang sudah berkembang kemudian akan diimplantasi ke rahim.

Kehamilan anak kembar dengan IVF tertinggi untuk wanita yang berusia di bawah 35 tahun, yaitu 12,1 persen per transfer pada tahun 2014. Tingkat kembar IVF lebih rendah untuk wanita di atas usia 35 tahun. Angkanya yaitu, 9,1 persen untuk wanita berusia 35-37 tahun dan 5,3 persen untuk wanita usia 38-40 tahun.

Meski begitu, kehamilan kembar lebih berisiko bagi wanita dan janin yang sedang berkembang. Untuk alasan ini, beberapa klinik kesuburan menyarankan tidak melakukan implan embrio yang banyak selama perawatan IVF.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan, wanita muda yang menjalani perawatan kesuburan pertama kali, dapat memilih satu embrio untuk dipindahkan ke rahim mereka. Demikian melansir dari Medical News Today.

Simak juga penjelasan soal bayi tabung, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi