sign up SIGN UP search


kehamilan

Sudah Pakai IUD, Kenapa Masih Bisa Hamil?

Asri Ediyati Jumat, 04 Sep 2020 11:50 WIB
ilustrasi kb spiral caption
Jakarta -

Intrauterine device (IUD) adalah jenis alat kontrasepsi jangka panjang. IUD adalah alat kecil yang dapat dimasukkan dokter ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Ada dua jenis utama yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal.

IUD disebut-sebut sebagai alat kontrasepsi paling ampuh. Menurut Lanalee Araba Sam, M.D., seorang OB-GYN di Ft. Lauderdale, IUD memiliki tingkat kemanjuran 99,7 persen.

"Sangat, sangat sedikit wanita dengan satu yang akan hamil. Tapi saya selalu memberi tahu pasien saya bahwa seseorang di planet ini adalah pengecualian satu dari sejuta. Ada contoh di mana seseorang menjadi hamil dengan pemasangan IUD," kata Sam, dikutip dari Parents.


Sementara, meski IUD 99,7 persen ampuh, Jason James, M.D., direktur medis di FemCare Ob-Gyn Miami juga mencatat bahwa bahkan alat kontrasepsi terbaik pun bisa gagal. "Tidak ada yang 100 persen," katanya kepada SELF.

Kenapa sudah pakai IUD masih bisa hamil? Kehamilan dimungkinkan jika seorang wanita melakukan hubungan penetrasi dalam waktu 7 hari setelah implantasi.

Mengutip Medical News Today, seorang wanita juga bisa hamil dengan IUD jika tidak pada tempatnya. Dokter menyebut ini karena IUD bergeser. Jika dipasang di tempat yang tepat, IUD akan berada di bagian bawah rahim, tepat melewati serviks. Tali IUD memanjang melalui serviks ke dalam vagina.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), risiko IUD bergeser adalah 2-10% dalam waktu 1 tahun setelah IUD dipasang. Meskipun IUD bergeser jarang terjadi, biasanya bila ini terjadi maka wanita akan mengalami berbagai hal antara lain pendarahan atau keputihan yang tidak normal.

Young woman looking miserable staring at pregnancy testSudah Pakai IUD, Kenapa Masih Bisa Hamil?/ Foto: Getty Images/SolStock

Bagaimana tahu hamil ketika pasang IUD? Kehamilan dengan IUD biasanya memiliki gejala yang sama dengan kehamilan normal, termasuk nyeri payudara, mual, dan kelelahan. Jika Bunda mengalami gejala tersebut dan tidak datang bulan, segera hubungi dokter untuk mengetahui apakah Bunda hamil.

Penting untuk mendeteksi kehamilan IUD sejak dini karena masalah kesehatan tertentu. Tes kehamilan di rumah mungkin tidak menunjukkan kehamilan sedini tes darah di rumah sakit, jadi Bunda sebaiknya menjalani tes oleh dokter.

Apakah ada risiko bila hamil namun masih ada IUD terpasang di rahim? Kehamilan dengan IUD memiliki risiko dan komplikasi tertentu.

"Anda 50 persen lebih mungkin mengalami keguguran jika IUD tetap terpasang, jadi rekomendasinya adalah membiarkan kehamilan berlanjut dan melepas IUD," kata Dr. Sam.

Tetapi Bunda juga 25 persen lebih mungkin mengalami keguguran bahkan jika IUD dilepas, jadi dokter akan memantau kehamilan jika IUD masih terpasang.

Jika IUD masih terpasang dan Bunda hamil juga berisiko lebih tinggi mengalami kehamilan ektopik, di mana sel telur yang telah dibuahi tertanam di suatu tempat di luar rahim (biasanya di tuba falopi). Kehamilan ektopik hampir selalu berakhir dengan keguguran, dan harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan permanen pada sistem reproduksi wanita.

Simak juga 14 ciri hamil yang jarang disadari:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi