sign up SIGN UP search


kehamilan

Cara Hilangkan Trauma Melahirkan dengan Hypnotherapy, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Senin, 07 Sep 2020 12:37 WIB
Asian Pregnant Woman patient is on drip receiving a saline solution on bed VIP room at hospital, selective focus. caption
Jakarta -

Semua calon Bunda tentunya ingin melahirkan dengan persalinan yang lancar. Tapi, terkadang mereka malah menjalani proses bersalin di luar rencana. Inilah yang bisa membuat wanita merasa trauma dengan proses kelahiran buah hati.

Jane Barry, bidan dan perawat kesehatan anak, meyakinkan bahwa setiap wanita memiliki pengalaman persalinan dan kelahiran yang unik.

"Semua ibu menginginkan pengalaman melahirkan yang terbaik untuk dirinya dan bayinya. Dan sudah pasti bahwa nasihat ini untuk situasi di mana ibu dan bayinya sehat dan sehat setelahnya," kata Barry dikutip Kidspot.


Menurutnya, rencana kelahiran itu tujuannya sebagai panduan, preferensi bagaimana mengelola persalinan dan kelahiran. Tapi bukan jaminan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.

"Rencana kelahiran yang terbaik itu yang fleksibel. Mereka mengizinkan kondisi yang tak terduga dan yang tidak diketahui," ujarnya.

Tetapi apa yang terjadi jika seorang ibu tidak dapat melupakan peristiwa kelahiran bayinya? Betapa pun bersyukurnya ibu dengan hasilnya, ia tetap sedih.

Seringnya, ketika persalinan tidak berjalan sesuai harapan, kata Berry, muncul perasaan kecewa dan sedih. Dan bagi kebanyakan ibu hamil, melahirkan secara 'alami' menjadi puncak harapan dan impian mereka, apabila tak sesuai dianggap sebagai kegagalan.

"Beberapa wanita menggambarkan intensitas rasa sakit saat persalinan dan kelahiran itu seperti hal yang tidak dapat mereka rencanakan. Mereka merasa trauma dengan pengalaman mereka dan apa yang terjadi pada mereka," katanya lagi.

Banyak juga wanita yang tak sanggup mengingat kembali peristiwa seputar kelahiran bayi mereka. Bahkan saat sibuk dengan tugas yang ada atau merawat bayi, pikiran seorang ibu bisa langsung kembali ke hari kelahiran bayinya, memikirkannya dengan sangat mendetail.

"Salah satu dari gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah perasaan kembali ke masa lalu dan memiliki ingatan yang tidak diinginkan dan berulang. Hal ini menyebabkan stres fisik, yang tercermin dari jantung yang berdebar kencang, perasaan berkeringat dan cemas dan bahkan rasa takut atau lari," jelas Berry.

Lantas bagaimana menghadapi trauma melahirkan? Berry menyarankan menerima bahwa Bunda sedang sedih dan tidak memilih untuk menghidupkan kembali kenangan seputar kelahiran bayi.

"Dibutuhkan keberanian dan motivasi untuk mencari bantuan, itu selalu bermanfaat," imbuh Berry.

Berbicara tentang trauma melahirkan, Lanny Kuswandi, bidan sekaligus pelopor hypnobirthing di Indonesia, ternyata pernah juga mengalami trauma pada saat melahirkan, Bunda. Pengalaman pribadinya ini yang memotivasi Lanny untuk mempelajari berbagai hal baru untuk mengurangi sakit saat melahirkan.

"Beliau pernah bilang,'kalau ingin ciptain generasi yang lebih baik ya harus berawal dari kandungan'. Dokter Erwin juga bilang trauma bersalin sebenarnya bisa dicegah. Terus saya tanya cegahnya pakai apa dok, beliau bilang pakai hypnotherapy untuk ibu hamil," tutur Lanny saat ngobrol dengan HaiBunda di Pro V Clinic Holistic Health Care, Permata Hijau Selatan DKI, Kebayoran Lama, beberapa hari lalu.

Semoga informasi di atas membantu ya, Bunda, sehingga trauma melahirkan dapat segera diatasi.

Bunda, simak juga yuk teknik Rebozo untuk memperlancar persalinan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi