KEHAMILAN
Program KB Terancam Gagal Selama Pandemi, Simak 11 Cara Mencegah kehamilan
Asri Ediyati | HaiBunda
Jumat, 25 Sep 2020 15:46 WIBPada hari Sabtu mendatang, 26 September 2020, dunia akan merayakan Hari Kontrasepsi Sedunia. Ini menjadi ajang pengingat bagi kita semua terutama Pasangan Usia Subur (PUS) untuk berpartisipasi dalam mengontrol angka kelahiran.
Sayangnya, pandemi COVID-19 ini salah satu halangan terbesar dalam mewujudkan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Deputi Bidang KB KR BKKBN dr. Eni Gustina, MPH, menyayangkan bahwa dalam satu minggu belakangan ini terjadi penambahan kasus 3 kali COVID-19.
"Ini menunjukkan kita belum mampu menangani. Bahwa kondisi seperti ini mau tidak mau akan berdampak pada layanan KB," kata Eni di acara Webinar Perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 #SadarBerkontrasepsi di Tengah Pandemi via Zoom, (24/9/2020).
Disampaikan Eni, menurut data global pada bulan April 2020, diperkirakan 47 juta wanita kehilangan akses layanan KB sebagai dampak dari COVID-19. Lalu, ada 7 juta kehamilan yang tidak direncanakan.
"Otomatis ini juga berdampak ke Indonesia. Menurut Kepala BKKBN diprediksi 500 ribu kelahiran. Lalu, setiap tahun kurang lebih 5 juta penduduk di Indonesia. Itu satu kali penduduk Singapura, Denmark," ucap Eni.
Permasalahan di Indonesia lainnya adalah tingginya angka fertilitas yaitu 2,4 persen dalam 10 tahun.
Sebelumnya, Juan Enrique Garcia, Direktur DKT Indonesia mengatakan bahwa seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pandemi COVID-19 yang berlangsung Maret hingga Agustus 2020 di Indonesia. Menurut datanya, ini membuat setidaknya 40 persen pengguna kontrasepsi berkurang, Bunda.
"Hal tersebut diprediksi akan menghasilkan lebih dari 420ribu kehamilan tidak direncanakan di Indonesia," kata Juan di kesempatan yang sama.
Lebih lanjut Eni mengatakan bahwa program KB terancam gagal selama pandemi Corona karena ada beberapa hal yaitu selama pandemi, akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan termasuk ibu dan anak serta layanan KB menjadi terbatas karena beberapa dijadikan pelayanan perawatan pasien COVID-19.
"Demikian juga adanya pembatasan (PSBB), warga menjadi takut untuk datang ke fasilitas kesehatan. Menurut data Litbangkes, 30 persen puskesmas tidak aktif, kemudian posyandu yang tidak aktif sebanyak 19,6 persen. Data ini cukup mencengangkan," kata Eni.
Eni pun memaparkan himbauan dari BKKBN bagi Pasangan Usia Subur (PUS) pada masa adaptasi kebiasaan baru, yaitu:
1. Rencanakan kehamilan dengan hindari 4 Terlalu (terlalu muda (hamil usia < 20 tahun, terlalu tua (hamil usia > 35 tahun), terlalu sering/rapat (jarak kehamilan < 2 tahun), terlalu banyak/grandemulti (Anak > 4)).
2. Tetap gunakan kontrasepsi bagi PUS yang menunda atau tidak ingin hamil lagi.
3. Hubungi petugas kesehatan melalui telepon atau WhatsApp jika ada keluhan terhadap penggunaan kontrasepsi.
4. Dapatkan informasi seputar kontrasepsi melalui situs resmi BKKBN atau petugas kesehatan.
5. Buat perjanjian dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan kepastian jam pelayanan KB.
6. Gunakan layanan pesan antar bagi akseptor pil KB, dan kondom dari petugas kesehatan atau PLKB atau Kader.
7. Selalu gunakan masker saat mengunjungi tempat pelayanan KB untuk mendapatkan suntik KB, implan KB dan IUD.
8. Patuhi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 saat di tempat pelayanan KB.
9. Gunakan kondom/pil KB jika tidak memungkinkan pergi ke tempat pelayanan KB.
10. Konsultasi kondisi dan kebutuhan kontrasepsi kepada petugas kesehatan atau PLB atau Kader jika positif COVID-19 atau status COVID-19 lainnya.
11. Gunakan KB pasca persalinan jika melahirkan.
Melihat data tadi rasanya ikut tersentil ya, Bunda. Sudah saatnya kita bergandengan tangan untuk memikirkan kembali urgensi program KB.
Seperti yang disampaikan Juan, sudah saatnya kita bersama-sama menyelamatkan perempuan dan anak-anak dari antisipasi pengaruh gangguan pelayanan kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang tengah berlangsung.
Baca Juga : Sudah Pakai IUD, Kenapa Masih Bisa Hamil? |
Simak juga pemaparan dokter soal jenis kontrasepsi:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi Terbaru Tunjukkan Vaksin COVID-19 Tak Sebabkan Cacat Lahir pada Bayi
Busui, Intip 3 Cara Pakai Pil KB Progestin agar Tokcer Cegah Kehamilan
Ayah Ber-KB itu Keren, Cara Jitu Sukseskan Keluarga Sehat Sejahtera Bun
Tips Dapat Pelayanan KB agar Tak Putus Pakai Kontrasepsi Selama Pandemi
TERPOPULER
Gaya OOTD Sivia Azizah Pakai Abaya Sehari-hari Curi Perhatian Netizen, Intip 5 Potretnya
KB Alami Makin Ngetren di Kalangan Bunda Gen Z, Lebih Simple tapi...
Bunda Wajib Punya! 5 Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Intan Nuraini & Suami Tetap Mesra Setelah 14 Th Menikah, Sudah Enggak Jaim bak Bestie
Pola Tidur Malam Hari Ternyata Pengaruhi Tingkat IQ Anak
REKOMENDASI PRODUK
5 Regulator Gas yang Bagus & Aman untuk Rumah Tangga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Hair Lotion Bayi yang Bagus & Bantu Cepat Menumbuhkan Rambut
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Toner yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Dispenser Galon Bawah Terbaik di Bawah Rp1 Juta
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Toner Pad, Bantu Melembapkan Kulit Wajah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang Berdasarkan Golongan Darah
Gaya OOTD Sivia Azizah Pakai Abaya Sehari-hari Curi Perhatian Netizen, Intip 5 Potretnya
KB Alami Makin Ngetren di Kalangan Bunda Gen Z, Lebih Simple tapi...
Intan Nuraini & Suami Tetap Mesra Setelah 14 Th Menikah, Sudah Enggak Jaim bak Bestie
5 Regulator Gas yang Bagus & Aman untuk Rumah Tangga
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Day-2 Hammersonic 2026: Agnostic Front Tak Dimakan Usia hingga Dashboard Confessional Nostalgia
-
Beautynesia
Cukup 10 Menit! Ini 6 Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan Menurut Ahli
-
Female Daily
“The World of Havaianas” Hadir di Jakarta, Rayakan Semangat Musim Panas Khas Brasil di Blok M!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Syifa Hadju Resepsi di Bali, Pakai Gaun dengan Ribuan Bunga Handmade
-
Mommies Daily
16 Tanda Toxic Family yang Sering Tidak Disadari dan Dampaknya pada Anak