sign up SIGN UP search


kehamilan

4 Cara Menghitung Usia Kehamilan Jika Lupa HPHT

Asri Ediyati Sabtu, 17 Oct 2020 08:04 WIB
Young woman hand holding red clock Ovulation test strip with calendar in background. Positive result. It is a time for baby.Gynecology concept caption
Jakarta -

Saat menghitung usia kehamilan secara manual, biasanya Bunda perlu tahu HPHT. Apa itu? HPHT adalah singkatan dari Hari Pertama Haid Terakhir. Kenapa hal ini penting?

Bagi ibu yang memiliki siklus haid yang teratur, dr.Finekri Abidin, SpOg(K) mengatakan, siklus haid memang sangat berpengaruh dengan perhitungan usia kehamilan dari HPHT.

"Usia kehamilan itu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Tetapi ini ada syaratnya jika siklus haid si calon ibu teratur, kalau tidak teratur tidak bisa menjadi patokan untuk menghitung usia kehamilan," kata Finekri.


Bagaimana kalau Bunda lupa HPHT? Berikut empat caranya yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Menghitung dari tanggal konsepsi

Dilansir What to Expect, menghitung dari tanggal konsepsi bisa menjadi alternatif. Biasanya dokter kandungan juga menanyakan hal ini pada Bunda ketika pertama kali kunjungan.

Karena perkiraan tanggal persalinan (HPL) itu penting, Bunda dan dokter dapat menggunakan tanggal konsepsi jika Bunda mengingatnya. Caranya cukup tambahkan 266 hari untuk mendapatkan perkiraan tanggal jatuh tempo (HPL), Bunda.

2. USG

Lewat ultrasonografi (USG), dokter kandungan bisa memperkirakan kapan si kecil akan lahir. USG juga menjadi cara terbaik untuk menghitung HPL.

"Cara terbaik untuk menghitung perkiraan tanggal lahir ketika Anda tidak tahu tanggal menstruasi terakhir adalah dengan USG. USG dini adalah salah satu cara paling akurat untuk menentukan usia kehamilan (bahkan lebih dari HPHT karena tanggal ovulasi dapat bervariasi dalam satu siklus)," kata doula Christine Strain, CD, dikutip dari Romper.

3. Doppler

Selain perkiraan ultrasound dan tanggal konsepsi, ada cara lain yang bisa menebak usia perkembangan janin dan dari situ memperkirakan tanggal lahirnya. Alat yang bisa digunakan dalam menghitung usia adalah doppler.

Dilansir WebMD, doppler pertama kali dapat mendeteksi detak jantung bayi sekitar 10 hingga 12 minggu. Artinya, Bunda bisa mengira-ngira dari HPL jika detak jantung bayi sudah terdengar. Dokter kandungan juga bisa melakukan perhitungan usia kehamilan secara efektif.

4. Tinggi fundus

Pengukuran tinggi fundus juga bisa menebak perkiraan tahap perkembangan bayi. Tinggi fundus adalah jarak dari bagian atas rahim ke tulang kemaluan, dan ini berperan penting dalam kehamilan.

Sekitar setengah masa kehamilan, pengukuran tinggi fundus dapat digunakan untuk memperkirakan berapa minggu seorang wanita hamil. Misalnya, seorang wanita yang hamil 29 minggu akan memiliki ukuran tinggi fundus yang diharapkan sekitar 29 sentimeter.

Simak juga ciri-ciri hamil yang jarang disadari:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi