sign up SIGN UP search


kehamilan

Belajar dari Kasus Rizki DA-Nadya, Ini Cara Hitung Usia Kehamilan dari HPHT

Asri Ediyati Jumat, 02 Oct 2020 23:00 WIB
Rizki DA caption
Jakarta -

Isu mengenai keretakan rumah tangga Rizki DA dan Nadya Mustika semakin memanjang. Terbaru, salah seorang teman Nadya disebut-sebut tengah menyindir Rizki, soal usia kehamilan seorang putri.

Sahabat Nadya menyebut ada seorang pangeran KW yang tidak ingin mengakui anak yang dikandung Nadya, lantaran usia kehamilannya dianggap janggal.

Dengan perhitungannya sendiri, ia menganggap usia kehamilannya itu lebih lama dari pernikahannya. Pangeran KW yang diduga Rizki DA itu pun, akhirnya meminta Nadya melakukan tes DNA demi mengetahui kebenarannya.


Sayangnya, Rizki DA malah mendapat hujatan dari netizen khususnya ibu-ibu. Banyak yang meminta Rizki DA untuk mempelajari cara menghitung usia kehamilan dengan HPHT (hari pertama haid terakhir).

"Halo Rizki tolong kamu google tentang HPHT ya alias hari pertama haid terakhir. Jadi kesel baca berita kalo istrimu hamil duluan, ya emang dihitungnya dari awal haid bukan dari awal kamu menikah," tulis salah satu netizen.

Belajar dari kasus tersebut, bagaimana sih sebenarnya cara menghitung usia kehamilan dengan HPHT? Berikut ini cara menghitungnya, seperti dikutip dari laman resmi Stanford Children's Health:

1. Ingat dengan pasti hari pertama haid terakhir Bunda.

2. Hitung mundur 3 bulan kalender dari tanggal tersebut.

3. Tambahkan 1 tahun dan 7 hari ke tanggal tersebut untuk mengetahui hari perkiraan lahir (HPL).

Jadi, misalnya, haid terakhir Bunda dimulai pada 10 September 2020. Maka, menghitung kembali 3 bulan kalender adalah 10 Juni 2020. Kemudian, menambahkan 1 tahun 7 hari akan membawa Bunda pada 17 Juni 2021, sesuai perkiraan HPL.

Selain itu, melansir dari American Pregnancy, Bunda dengan siklus haid yang teratur, konsepsi biasanya terjadi sekitar 11-21 hari setelah hari pertama haid terakhir (HPHT). Jadi, bisa saja usia kehamilan terhitung lebih tua dari usia pernikahan jika terjadi cepat pembuahan setelah menikah.

Misalnya, Bunda haid pertama di tanggal 1 Oktober, ada kemungkinan konsepsi terjadi di tanggal 11-21 Oktober. Jadi kalau Bunda menikah di tanggal 20 Oktober dan langsung terjadi pembuahan, maka di tanggal 20 November, kehamilan sudah terhitung 1 bulan lebih.

Hamil setelah ovulasi dimungkinkan, tetapi terbatas pada 12-24 jam setelah sel telur Bunda dilepaskan. Lendir serviks membantu sperma hidup hingga 5 hari di dalam tubuh wanita, dan dibutuhkan sekitar 6 jam bagi sperma aktif untuk mencapai saluran tuba. 

Nah, bagaimana jika Bunda lupa dengan HPHT? Masih ada banyak opsi, Bunda. Dilansir WebMD, Bunda bisa menghitung dari tanggal konsepsi terakhir. Caranya cukup tambahkan 266 hari untuk mendapatkan perkiraan tanggal jatuh tempo kelahiran si kecil (HPL), Bunda.

Kalau perhitungan HPHT ini dirasa kurang meyakinkan, bisa juga langsung ke dokter untuk di-USG, bisa dengan pengukuran tinggi fundus (bisa ke bidan atau dokter), dan bisa juga dengan doppler, alat pengukur detak jantung bayi.

Simak juga 14 ciri hamil hamil muda yang jarang disadari:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi