sign up SIGN UP search


kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan Paling Mudah yang Bunda Bisa Coba

Nanie Wardhani Senin, 12 Jul 2021 11:15 WIB
Cropped photo of a pregnant lady sitting cross legged on the sofa with a calendar in her hands and using a pen while making notes caption

Menghitung usia kehamilan dan estimasi tanggal melahirkan Bunda bukanlah sebuah ilmu pasti. Sangat sedikit wanita yang benar-benar melahirkan pada tanggal jatuh tempo mereka, Bunda. Jadi, meski penting untuk mengetahui kapan perkiraan bayi Bunda akan lahir, cobalah untuk tidak terlalu terikat pada tanggal yang tepat.

Lalu bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang bisa Bunda lakukan? Dilansir dari Healthline, rata-rata kehamilan berlangsung selama 280 hari (40 minggu) dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Hari pertama HPHT Bunda dianggap sebagai hari pertama kehamilan, meskipun Bunda mungkin tidak hamil sampai sekitar dua minggu kemudian (perkembangan janin tertinggal dua minggu di belakang tanggal kehamilan Bunda).

Tanggal pembuahan yang sebenarnya jarang diketahui, Bunda.  Oleh karena itu usia kehamilan adalah cara umum untuk mengukur seberapa jauh kehamilan yang sedang berjalan. Sudah sampai mana perkembangan bayi Bunda (misalnya apakah jari tangan dan kaki mereka telah terbentuk) terkait dengan usia kehamilan.


Pertumbuhan janin tidak benar-benar dimulai sampai pembuahan, yaitu saat sperma membuahi sel telur. Dokter Bunda juga dapat menentukan usia kehamilan menggunakan USG atau setelah melahirkan.

Selama USG, dokter Bunda akan mengukur kepala bayi dan perut Bunda untuk menentukan usia kehamilan. Setelah lahir, usia kehamilan ditentukan dengan menggunakan Skala Ballard, yang menilai kematangan fisik bayi Bunda.

Usia kehamilan dibagi menjadi dua periode: embrionik dan janin. Periode embrionik adalah minggu ke 5 kehamilan — yaitu saat embrio tertanam di rahim Bunda — hingga minggu ke 10. Sementara periode janin dimulai dari minggu ke 10 hingga kelahiran.

Cara menghitung usia kehamilan

1. USG

Cara paling akurat untuk mengetahui usia kehamilan dan tanggal melahirkan Bunda adalah dengan menggunakan USG pada trimester pertama yang dilakukan oleh dokter Bunda. Dokter Bunda akan menggunakan pengukuran tertentu untuk mengetahui seberapa jauh usia kehamilan Bunda.

2. Roda kehamilan

Cara lain untuk menghitung usia kehamilan dan prediksi tanggal melahirkan Bunda adalah dengan menggunakan roda kehamilan. Ini adalah metode yang digunakan kebanyakan dokter. Sangat mudah untuk memperkirakan tanggal melahirkan Bunda jika Bunda memiliki akses ke roda kehamilan seperti ini.

Langkah pertama adalah menemukan tanggal HPHT Bunda di roda. Saat Bunda menyejajarkan tanggal tersebut dengan indikator, roda akan menampilkan tanggal melahirkan Bunda.

Namun ada cara lain yang mudah untuk dilakukan dan bisa Bunda praktekkan sendiri, Bunda, yaitu dengan menggunakan metode berikut:

  • Tandai hari dimulainya haid terakhir Bunda.
  • Tambahkan tujuh hari.
  • Hitung mundur tiga bulan.
  • Tambahkan satu tahun.

Hari tersebut adalah tanggal melahirkan Bunda. Metode ini dapat digunakan dengan asumsi Bunda memiliki siklus menstruasi yang teratur. Jadi meskipun tidak sempurna, ini merupakan perkiraan yang baik dalam banyak kasus.

Bagaimana jika Bunda tidak tahu tanggal menstruasi terakhir Bunda?

Tenang, Bunda. Ini adalah hal yang sering terjadi. Untungnya, ada beberapa cara untuk mengetahui perkiraan tanggal melahirkan Bunda ketika Bunda tidak dapat mengingat hari pertama HPHT Bunda:

Jika Bunda tahu pada minggu ke berapa kira-kira terjadinya HPHT, dokter Bunda tetap dapat memperkirakan tanggal melahirkan Bunda.

Jika Bunda tidak tahu kapan menstruasi terakhir Bunda, maka dokter Bunda mungkin akan memesan USG untuk menentukan perkiraan tanggal melahirkan bayi Bunda.

Lalu apa bedanya antara usia kehamilan vs usia janin?

Dilansir dari Flo Health, usia janin berbeda dengan usia kehamilan ya, Bun. Seperti kita tahu usia kehamilan mengukur seberapa jauh kehamilan telah berkembang dalam beberapa minggu, sementara usia janin adalah usia sebenarnya bayi yang sedang tumbuh.

Usia janin dihitung dari saat pembuahan. Jadi, 14 hari kurang dari usia kehamilan, dengan asumsi siklus menstruasi teratur selama 28 hari. Penyedia layanan kesehatan umumnya mengukur usia janin melalui USG. USG memungkinkan dokter untuk mengukur ukuran kepala, perut, dan tulang paha bayi Bunda, yang secara bersama-sama akan menunjukkan berapa usia janin tersebut.

Menghitung usia kehamilan yang akurat sangat penting untuk mendapatkan informasi yang paling akurat mengenai kehamilan Bunda, estimasi tanggal melahirkan, tanggal konsepsi, atau kalender kehamilan IVF.

Semakin akurat informasi yang Bunda miliki tentang seberapa jauh usia kehamilan Bunda, semakin banyak informasi yang akan Bunda ketahui tentang tonggak pertumbuhan bayi Bunda dan kehamilan Bunda sendiri. Ini dapat membantu Bunda mempersiapkan kelahiran dan mengurus bayi baru lahir, membantu mendorong kesejahteraan emosional dan fisik Bunda.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi