sign up SIGN UP search


kehamilan

Hamil dengan Preeklamsia, Haruskah Melahirkan Caesar?

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 14 Oct 2020 18:02 WIB
Young pregnant Asian woman has suffered from headaches sitting on the sofa. Pregnancy symptoms caption

Jakarta - Ibu hamil yang didiagnosis mengalami preeklampsia wajib waspada nih. Preeklamsia sendiri merupakan masalah kesehatan ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan ditemukan protein dalam urine.

Biasanya, setelah didiagnosis preeklamsia, petugas kesehatan mungkin akan merekomendasikan agar Bunda segera melahirkan daripada menunggu persalinan dimulai secara spontan.

Pada kondisi ini, ada kemungkinan besar dokter akan menyarankan induksi persalinan. Karena, paling aman bagi Bunda untuk melahirkan secara normal. Namun, sebagian Bunda berkemungkinan juga memerlukan operasi caesar jika tekanan darah tidak terkontrol atau jika ada bukti bahwa kondisi tersebut membahayakan Bunda.


Melansir WebMD, Bunda yang memiliki kondisi preeklamsia dapat diinduksi dan melahirkan melalui vagina. Ini mungkin akan lebih baik daripada operasi caesar karena tidak terlalu membuat tubuh stres ketimbang operasi.

Selain itu, dokter juga akan melakukan operasi caesar jika memang kondisinya harus sesegera mungkin melahirkan bayi. Bunda pun kemungkinan akan mendapatkan magnesium sulfat selama persalinan untuk membantu mencegah risiko kejang. 

"Jika Bunda didiagnosis menderita preeklamsia, tergantung pada tingkat keparahan dan usia kehamilan, persalinan mungkin akan segera disarankan," ujar Dr Mary Chappell, MD, seorang obgyn, seperti dikutip dari laman Sharecare.

Mengenai proses persalinan sendiri, sambung Dr Chappell, hal tersebut akan diputuskan tergantung pada banyak hal. Misalnya, apakah Bunda pernah melahirkan melalui vagina sebelumnya? Apakah serviks Bunda dalam kondisi bagus? Atau seberapa parah preeklamsia yang Bunda alami?

Ketika pasien pernah melahirkan melalui pervaginam sebelumnya dan preeklamsia mereka tidak dipersulit oleh sindrom HELLP, maka biasanya dokter akan terus maju dengan induksi dan mencoba jalan persalinan pervaginam selama pengujian janin meyakinkan.

Tetapi jika tekanan darahnya tidak stabil atau memiliki sindrom HELLP, serta leher rahimnya sangat tidak baik, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk melewati persalinan secara caesar. 

Untuk itu, ada baiknya komunikasikan dengan dokter secara mendetail dan dokter tentunya akan memberikan rekomendasi yang terbaik dan mengapa pendekatan tersebut menjadi pilihan yang baik untuk dilalui.

Semoga membantu ya, Bunda!

Bunda, simak juga yuk penjelasan apakah kaki bengkak saat hamil bisa jadi gejala preeklampsia. Klik video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi