sign up SIGN UP search


kehamilan

11 Tanda-tanda Hamil Bayi laki-laki, Mitos Vs Fakta

Annisa Afani Senin, 16 Nov 2020 14:16 WIB
Young happy pregnant mother posing next to a window at home and touching her belly caption
Jakarta -

Saat hamil, sebagian Bunda dan Ayah mungkin penasaran ingin mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandung. Biasanya sebelum melakukan tes medis, wanita hamil kadang menebak jenis kelamin bayinya.

Mengutip Mom Junction, jenis kelamin bayi ditentukan oleh susunan kromosomnya pada saat pembuahan, yakni saat sperma bertemu dengan sel telur. Embrio menerima 23 kromosom dari masing-masing orang tuanya. Jika bayi memiliki dua kromosom X, itu adalah perempuan, dan jika memiliki satu kromosom X serta satu kromosom Y, itu adalah laki-laki.

Alat kelamin bayi mulai berkembang sekitar minggu ke-11 kehamilan. Namun biasanya Bunda baru mengetahuinya secara pasti lewat ultrasound beberapa minggu setelahnya. Saat menunggu itulah, kadang ibu atau orang di sekitar akan menebak jenis kelamin bayi dari tanda-tanda hamil yang ditunjukkan.


Tanda-tanda hamil bayi laki-laki

Seorang ibu hamil akan menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Namun ada tanda-tanda yang diyakini bahwa sang ibu mengandung bayi laki-laki. Nah, dikutip dari berbagai sumber, berikut ini mitos dan fakta terkait dengan tanda-tanda hamil bayi laki-laki:

1. Morning sickness

Mitos: Jika ibu tidak mengalami atau sedikit mengalami morning sickness, itu adalah tanda hamil bayi laki-laki.

Fakta: Morning sickness adalah gejala umum kehamilan yang memengaruhi antara 70-80 persen wanita hamil. Sebagian besar morning sickness terjadi pada trimester pertama, tetapi beberapa wanita mungkin mengalaminya sampai melahirkan. Perubahan hormon diyakini sebagai penyebabnya, dan bukan jenis kelamin bayi.

2. Denyut jantung

Mitos: Jika denyut jantung janin tetap di bawah 140 denyut per menit, itu menandakan hamil bayi laki-laki.

Fakta: Ini adalah klaim yang menyesatkan tanpa penelitian yang mendukung. Studi berjudul Gender-Related Differences in Fetal Heart Rate During First Trimester membantah mitos yang menyatakan tidak ada perbedaan signifikan antara denyut jantung janin laki-laki dan perempuan di trimester pertama kehamilan.

Terlepas dari jenis kelaminnya, denyut jantung janin normal adalah 120-160 bpm. Mungkin juga bisa lebih tinggi antara 140-160 bpm pada awal kehamilan, dan lebih rendah antara 120-140 bpm menuju tahap akhir kehamilan.

3. Bentuk perut

Mitos: Jika perut ibu hamil cenderung di bawah atau bulat sempurna, itu tanda hamil bayi laki-laki.

Fakta: Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Birth, menyatakan bahwa cara melihat bentuk perut ibu hamil untuk memprediksi jenis kelamin bayi tidak benar. Perubahan postur tubuh, berat badan ibu hamil, ukuran bayi, bentuk rahim, seberapa kencang otot perut, dan apakah kehamilan pertama atau bukan, yang memengaruhi bentuk perut.

"Ini (bentuk perut) sangat tergantung pada posisi bayi, dan jumlah bayi yang pernah dikandung. Ini juga terkait dengan berat badan ibu, bukan jenis kelamin," kata Obgyn di Calla Women's Health di New York, Kameelah Phillips, dikutip dari Parents.

4. Kondisi kulit, dan rambut

Mitos: Kulit ibu hamil yang cenderung bebas jerawat diyakini sedang hamil bayi laki-laki. Selain itu, ibu yang hamil bayi laki-laki diyakini memiliki rambut yang lebih panjang, dan berkilau.

Fakta: Perubahan pada kulit, dan rambut selama kehamilan disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Perubahan hormonal bisa menyebabkan kulit bersih, dan rambut berkilau, atau jerawat serta rambut rontok, terlepas dari jenis kelamin.

5. Mengidam makanan

Mitos: Jika ibu hamil mengidam makanan asam atau asin, kemungkinan besar hamil bayi laki-laki. Begitu juga jika mengidam daging.

Fakta: Menurut ahli gizi terdaftar dari Texas A&M School of Public Health, Taylor Newhouse, mengidam makanan tidak menunjukkan jenis kelamin bayi, tetapi ibu tidak boleh mengabaikannya karena bisa memberi tahu informasi penting tentang apa yang dibutuhkan tubuh.

"Misalnya mengidam makanan asin berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak lemak sehat. Dan untuk daging, mungkin Anda hanya membutuhkan sedikit lebih banyak zat besi dalam makanan," katanya, dikutip dari Mama Natural.

6. Perubahan suasana hati

Mitos: Ibu hamil tidak rentan terhadap perubahan suasana hati jika hamil bayi laki-laki.

Fakta: Perubahan suasana hati selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormonal, bukan karena jenis kelamin bayi.

7. Warna urine

Mitos: Jika urine tampak lebih gelap, tandanya hamil anak laki-laki.

Fakta: Warna urine ibu hamil berubah selama kehamilan. Urine berwarna gelap, mungkin tanda dehidrasi, yang bisa terjadi karena morning sickness. Warna urine juga bisa berubah karena makanan, obat-obatan, dan suplemen.

"Warna, bau, dan volume urine bervariasi sepanjang hari. Itu tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin. Kemungkinan besar terkait dengan faktor-faktor, seperti asupan cairan, makanan, adanya infeksi, dan suplemen," ucap Phillips.

8. Ukuran payudara

Mitos: Saat hamil anak laki-laki, payudara kanan lebih besar dibanding payudara kiri.

Fakta: Perubahan hormonal selama kehamilan meningkatkan aliran darah, dan menyebabkan perubahan pada jaringan payudara yang membuatnya menjadi lebih besar. Payudara cenderung membengkak saat mempersiapkan suplai ASI untuk bayi setelah lahir. Namun tidak ada bukti bahwa perubahan ukuran payudara dikaitkan dengan jenis kelamin bayi.

9. Kaki dingin

Mitos: Jika ibu hamil merasakan kakinya sedingin es, itu indikasi hamil bayi laki-laki.

Fakta: Kaki dingin selama kehamilan bisa disebabkan sirkulasi darah yang buruk, diabetes, anemia, atau cuaca yang sangat dingin.

10. Penambahan berat badan

Mitos: Saat ibu hamil bayi laki-laki, kelebihan berat badan sebagian besar terlihat di perut. Sedangkan jika hamil bayi perempuan, berat didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk ke wajah.

Fakta: Sebagian besar ibu hamil mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan, dan kenaikan berat badan yang cukup besar merupakan bagian penting dari kehamilan yang sehat, dan tidak ditentukan oleh jenis kelamin bayi.

11. Linea nigra

Mitos: Linea nigra atau garis memanjang di tengah perut ibu hamil meluas ke tulang rusuk, itu tanda hamil anak laki-laki.

Fakta: Linea nigra hanya satu dari banyak cara kulit terpengaruh selama kehamilan. Dalam hal ini, hormon ibu hamil, terutama hormon perangsang melanosit mengubah bagian-bagian sel yang menghasilkan pigmen. Akibatnya, banyak ibu hamil, linea nigranya hingga ke tulang rusuk.

Jangan khawatir Bunda, garis ini tidak berbahaya. Ini disebabkan oleh hormon yang sama, yang membuat areola Bunda menjadi gelap saat mempersiapkan untuk menyusui.

Tes medis mengetahui jenis kelamin bayi

Dibanding menebak-nebak jenis kelamin bayi yang dikandung, sebaiknya Bunda melakukan tes medis. Berikut ini beberapa prosedur medis standar yang digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang belum lahir, yakni:

1. Ultrasonografi (USG)

Cara non-invasif untuk menentukan jenis kelamin bayi ini biasanya dilakukan antara minggu ke-18, dan 20, Bunda. Tenaga medis yang melakukan tes ini mungkin tidak bisa langsung mendeteksi jenis kelamin bayi jika posisi bayi tidak ideal atau kehamilan belum berkembang. Dalam kasus ini, perlu dilakukan pemindaian berulang.

2. Tes darah DNA janin

Penelitian yang dilakukan oleh Diana W. Bianchi dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam jurnal The Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), mengungkapkan bahwa tes darah yang dilakukan sekitar minggu ke-6 hingga 10 bisa membantu mendeteksi jenis kelamin bayi.

Darah ibu membawa jejak DNA janin, yang menentukan urutan kromosom Y, dan dapat mengungkapkan jenis kelamin bayi. Tes ini biasanya tidak dilakukan, kecuali pada ibu hamil berusia di atas 35 tahun, dan membutuhkan investigasi genetik.

3. Uji genetik

Ada tes invasif yang memungkinkan penentuan jenis kelamin secara pasti. Ini termasuk amniosentesis, dan pengambilan sampel vili korionik (CVS), seperti tes darah DNA janin, tetapi mungkin tidak mendeteksi jenis kelamin sejak dini.

Amniosentesis dilakukan setelah minggu ke-15, sedangkan CVS setelah minggu ke-11. Kedua tes ini memiliki risiko keguguran rendah, sehingga bisa menjadi pertimbangan bagi orang tua berusia tua, dan memiliki riwayat kelainan genetik.

Bunda, simak juga mitos dan fakta terkait alat kontrasepsi yang katanya dapat mengeringkan rahim dalam video berikut

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi