sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Makanan Penyebab Penebalan Dinding Rahim, Hindari Ya Bun

Haikal Luthfi Jumat, 01 Jan 2021 18:08 WIB
Doctor inserting an intrauterine device as an example for contraceptive method. caption
Jakarta -

Sudah sering mendengar penebalan dinding rahim, Bunda? Sebaiknya waspadai kondisi ini ya, agar tidak mengganggu program kehamilan nantinya.

Dalam kondisi yang tidak normal, penebalan dinding rahim dapat terjadi ketika fungsi jaringan endometrium yang seharusnya tumbuh di dalam rahim, justru tumbuh di luar rahim. Kondisi ini disebut juga dengan istilah endometriosis.

Mengutip Medical News Today, endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim sehingga menimbulkan gejala yang menyakitkan, Bunda. Kondisi ini ditandai dengan tumbuhnya sel-sel endometrium di luar rongga rahim. Sel-sel endometrium yang melapisi rongga rahim sangat dipengaruhi hormon wanita.


Normalnya, sel-sel endometrium rongga rahim akan menebal selama siklus menstruasi berlangsung agar nantinya siap menerima hasil pembuahan sel telur oleh sperma. Bila sel telur tidak mengalami pembuahan, maka sel-sel endometrium yang menebal akan meluruh dan keluar sebagai darah menstruasi.

Pada endometriosis, sel endometrium yang semula berada dalam rongga rahim berpindah dan tumbuh di luar rahim. Sel-sel dapat tumbuh dan berpindah ke bagian ovarium, tuba falopi, bahkan bisa sampai ke usus dan kandung kemih lho.

Pada saat menstruasi berlangsung, sel-sel endometrium yang berpindah ini akan mengelupas dan menimbulkan perasaan nyeri di sekitar panggul. Jika tidak cepat ditangani, endometriosis juga bisa menghambat kehamilan bahkan kemandulan.

Penyebab endometriosis

Lebih lanjut, salah satu penyebab endometriosis adalah asupan makanan. Makanan yang dapat mempengaruhi regulasi hormon, terutama keseimbangan estrogen, dapat berdampak negatif pada orang yang alami endometriosis.

Ovulation, Cervical Cancer, Infographic, VaginaIlustrasi penebalan dinding rahim/ Foto: iStock

Salah satu studi tahun 2013 berjudul Diet and endometriosis risk: A literature review, menunjukkan bahwa wanita yang makan lebih banyak sayuran dan asam lemak omega-3 lebih terlindungi dari gejala endometriosis ketimbang mereka yang tidak.

Meski begitu penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk sepenuhnya mengkorelasikan asupan makanan dengan perkembangan atau memburuknya kondisi ini.

Makanan penyebab penebalan dinding rahim

Dikutip dari berbagai sumber, adapun asupan makanan berikut dapat mempengaruhi endometriosis atau penebalan dinding rahim sehingga perlu dibatasi, kalau perlu dihindari, Bunda. Asupan makanan tersebut meliputi:

1. Daging merah

Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko perkembangan endometriosis dengan asupan daging merah yang tinggi. Salah satunya penelitian dari University of Milano yang berjudul Selected food intake and risk of endometriosis, pada tahun 2004 menemukan bahwa daging merah secara signifikan meningkatkan kemungkinan endometriosis.

2. Makanan yang mengandung lemak jenuh

Lemak jenuh kerap ditemukan dalam makanan yang berminyak terutama pada gorengan dan makanan cepat saji. Dikutip dari laman Greatist, secara umum, lemak jenuh dapat menyebabkan peradangan yang lebih parah yang dapat menambah rasa sakit dan ketidaknyamanan endometriosis.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan gangguan tersebut hingga 48 persen, Bunda.

3. Makanan yang mengandung gluten

Gluten adalah komponen yang sering ditemukan dalam gandum dan tepung. Biasanya ini sering ditemukan pada makanan seperti roti, mi, dan sereal. Penelitian tahun 2012 dari Tor Vergata University yang melibatkan 207 wanita dengan endometriosis menunjukkan 75 persen dari mereka mengalami penurunan rasa sakit setelah menghilangkan gluten dari makanan.

4. Kafein

Kandungan kafein yang terdapat pada kopi, disebut juga dapat meningkatkan risiko penebalan dinding rahim abnormal. Asupan kafein dapat meningkatkan kadar estrogen yang mana dapat memicu kondisi tersebut.

American Journal of Epidemiology bahkan menemukan bahwa kadar kafein dapat meningkatkan produksi estrogen dalam studi tahun 1996. Mengutip Healthline, para ahli kesehatan sering merekomendasikan wanita dengan endometriosis untuk mengurangi asupan kafein.

Asupan kafein sering dikaitkan dengan risiko endometriosis yang lebih tinggi. Meski begitu, penelitian lain secara garis besar menyebutkan bahwa asupan kafein tidak meningkatkan risiko endometriosis.

5. Alkohol

Sama halnya dengan kafein, alkohol diketahui dapat meningkatkan protein estrogen dalam tubuh. Peningkatan estrogen mungkin terkait dengan penyebab endometriosis.

Beberapa penelitian menemukan peningkatan konsumsi alkohol menyebabkan peningkatan kemungkinan terkena gangguan tersebut, sementara penelitian lain tidak menemukan hubungan antara alkohol dan penebalan dinding rahim.

Simak juga Bunda, kisah April Jasmine yang hamil dengan masalah rahim pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi