sign up SIGN UP search


kehamilan

Pentingnya Kunjungan Masa Nifas ke Dokter Setelah Bunda Melahirkan

Haikal Luthfi Senin, 11 Jan 2021 14:54 WIB
Shot of a young woman having a consultation with her doctor caption
Jakarta -

Masa nifas dimulai setelah bayi lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Kondisi ini disebut juga fase pemulihan, Bunda, yang mana memerlukan waktu pemulihan pasca persalinan.

Secara umum, masa nifas berlangsung kira-kira selama enam minggu lamanya. Bahkan ada juga yang menyarankan untuk menunggunya hingga 12 minggu. Sebab, kebanyakan perdarahan akan berakhir enam minggu setelah tubuh mereka sembuh dari melahirkan.

Pendarahan merupakan salah satu dari sekian ujian yang kerap dialami ibu postpartum. Selain itu, kesulitan-kesulitan lain yang kerap terjadi seperti infeksi hingga depresi. Asuhan masa nifas diperlukan karena masa ini merupakan masa kritis bagi ibu maupun bayinya.


Selain itu, agar dapat dilakukan deteksi dini terhadap penyulit-penyulit pada masa nifas maka setiap ibu postpartum tanpa terkecuali dianjurkan untuk melakukan cek kesehatan atau kunjungan masa nifas guna memperoleh perawatan yang sesuai standar, Bunda.

Kunjungan masa nifas

Kunjungan masa nifas diperlukan untuk mendeteksi kondisi ibu postpartum. Tidak hanya secara klinis, tetapi juga secara psikologis. Pada fase ini, emosi mereka sangat fluktuatif bahkan hal-hal yang bersifat sepele bisa saja menjadi pemicunya.

Penelitian berjudul Psychiatric Illness during Pregnancy and the Postpartum Period menyebutkan bahwa periode postpartum biasanya dianggap sebagai waktu berisiko untuk berkembangnya gangguan afektif atau gangguan suasana hati, Bunda.

Beautiful young woman wearing yellow sweater with sad expression covering face with hands while crying. Depression concept.Ilustrasi depresi postpartum/ Foto: iStock

Selain itu, penelitian lain yang menguji terhadap 10.000 ibu dengan bayi yang baru lahir menemukan bahwa sekitar 1 dari 7 dari mereka mengalami depresi postpartum. Adapun dikutip dari WebMD, gejala depresi yang umum dialami oleh wanita postpartum meliputi:

  1. Kesedihan, kehilangan harapan, serta putus asa
  2. Merasa tidak mampu merawat bayi atau melakukan pekerjaan dasar
  3. Banyak menangis, terkadang tanpa alasan yang jelas
  4. Kesulitan merasa dekat dengan bayi mereka
  5. Kurang minat pada makanan, seks, perawatan diri, dan hal-hal lain yang biasa dinikmati
  6. Terlalu banyak tidur
  7. Kesulitan untuk fokus

Depresi postpartum dapat memengaruhi wanita manapun. Oleh karenanya asuhan masa nifas sangatlah penting. Pemberian asuhan secara menyeluruh, tidak hanya kepada ibu postpartum saja, tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga lainnya.

Bunda sebaiknya paling sedikit melakukan empat kali kunjungan masa nifas. Hal ini dilakukan guna menilai keadaan ibu dan bayi yang baru lahir, mencegah terhadap kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu dan bayinya, mendeteksi adanya komplikasi yang terjadi, serta menangani komplikasi dan gangguan kesehatan tersebut.

Mengutip buku Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui, secara rinci tujuan kunjungan pada masa nifas meliputi:

Kunjungan pertama

Kunjungan nifas merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan. Setelah 6-8 jam persalinan, hal ini dilakukan untuk:

  • Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri.
  • Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan; rujuk bila pendarahan berlanjut.
  • Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri.
  • Pemberian ASI awal.
  • Melakukan hubungan antara ibu dan bayi yang baru lahir.
  • Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia.

Kunjungan kedua

Periode kunjungan dilakukan enam hari setelah persalinan yang bertujuan untuk:

  • Memastikan involusio uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah.
  • Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, taua pendarahan abnormal.
  • Memastikan ibu mendapat cukup makanan, cairan, dan istirahat.
  • Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyakit.
  • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, dan merawat bayi dalam sehari-hari.

Kunjungan ketiga

Setelah itu kunjungan ketiga yang merupakan kunjungan dilakukan dua minggu setelah persalinan. Adapun tujuan dilakukan kunjungan sama dengan poin-poin yang diterapkan pada kunjungan kedua, Bunda.

Kunjungan keempat

Terakhir merupakan periode kunjungan yang dilakukan 6 minggu setelah persalinan. Tujuannya antara lain:

  • Menanyakan pada ibu tentang hal-hal menyulitkan yang dialami oleh ibu atau bayinya.
  • Memberikan konseling untuk KB secara dini.

Kunjungan masa nifas tidak akan menimbulkan komplikasi atau risiko, kecuali jika dokter menemukan kelainan pada fisik atau mental yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Misalnya, jika hasil skrining diketahui Bunda mengidap depresi dan kecemasan, biasanya skrining tambahan diperlukan selama kunjungan pasca persalinan dan dilakukan lebih komprehensif. Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan segera setelah melahirkan, Bunda.

Simak juga Bunda, ini yang dirasakan Marissa Nasution pasca melahirkan pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner dr.Tirta vs Melly GoeslawFoto: Mia Kurnia Sari



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi