sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Reaksi Janin Saat Ibu Hamil Berhubungan Badan, Aman atau Tidak?

Kinan Senin, 05 Apr 2021 19:49 WIB
Future parents. Happy expecting couple hugging and smiling while standing near the window at home, free space caption

Saat hamil, kondisi kesehatan dan kesejahteraan janin tentu menjadi prioritas. Berbagai aktivitas tertentu pun harus diperhatikan demi menjaga janin. Termasuk salah satunya aktivitas seks.

Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan yakni tentang kondisi janin saat orang tua melakukan kegiatan seksual. Seperti apa reaksi janin saat ibu berhubungan badan? Apakah akan memengaruhi tumbuh kembangnya?

Dikutip dari Web MDseks saat hamil sebenarnya aman-aman saja. Selama dilakukan dengan wajar dan tidak berlebihan, kegiatan ini tidak akan membahayakan janin.


Selain itu, pastikan juga kondisi kehamilan Bunda termasuk normal alias sehat tanpa risiko kesehatan tertentu, ya. 

Pada dasarnya, aktivitas seks termasuk penetrasi dan gerakan-gerakan lainnya tidak membahayakan janin karena ia terlindung oleh dinding otot rahim. Si Kecil juga terlindungi oleh cairan kantung ketuban.

Namun demikian, ada beberapa hal yang mungkin bisa dirasakan janin ketika Bunda melakukan aktivitas seks. Dilansir Baby Gaga, berikut 7 reaksi janin saat ibu berhubungan badan:

1. Tidak merasa nyeri

Kekhawatiran terbesar yang dihadapi bunda hamil ketika hendak melakukan hubungan seks yakni menyebabkan cedera fisik pada janin. Tapi sebenarnya ia tidak merasa nyeri lho, Bunda.

Seperti disebutkan sebelumnya, janin terlindung oleh dinding otot rahim dan cairan kantung ketuban. Ini menjadi penghalang untuk mencegah masuknya apapun ke dalam rahim.

Cairan ketuban yang tebal juga mampu melindungi janin dengan sangat baik. Jadi, ia tidak akan mengalami nyeri saat Bunda melakukan hubungan seks.

2. Janin tidak menyadari kondisi tersebut

Bayi dalam kandungan belum bisa melihat dengan sempurna. Pada trimester ketiga, penglihatan janin memang sudah berkembang, tetapi mereka belum secara mental memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

3. Tetap bisa mendengar meski samar-samar

Nah, meskipun janin tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi, kemungkinan besar mereka dapat mendengarnya. Ya, pendengaran janin berkembang cukup awal di dalam rahim, sehingga mereka mampu mendengar suara luar meski samar.

Sejak trimester kedua dan seterusnya, janin akan mulai mendengar suara dari luar perut Bunda. Mereka mulai senang dengan suara dialog Bunda, suara saat Bunda berbicara dan suara lainnya. 

Janin pun sudah mulai bisa memberikan respons saat mendengar suara yang disukainya.

4. Bisa merasakan adanya gerakan dari luar

Saat ada gerakan ritmis dari tubuh Bunda, janin bisa merasakannya. Namun demikian, tak perlu khawatir berlebihan karena ia  belum mengetahui apa yang sedang terjadi saat itu.  

Gerakan dari luar juga hampir tidak akan memengaruhi kondisi janin di dalam rahim.  Terutama karena ia dilindungi oleh cairan ketuban yang sangat tebal.

5. Terpengaruh hormon saat terjadi orgasme

Ketika Bunda mengalami orgasme, otak akan melepaskan serotonin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Ya, serotonin adalah zat kimia di otak yang mengatur suasana hati dan membuat timbulnya perasaan bahagia. 

Saat hormon serotonin diproduksi dalam jumlah besar (termasuk saat Bunda orgasme), maka mood akan seketika merasa rileks dan bahagia.

Nah, kondisi ini juga dapat memengaruhi mood janin, lho. Ia juga bisa merasakan aliran rasa rileks tersebut. Selain dari orgasme, produksi hormon serotonin juga bisa terjadi dari aktivitas lain seperti bersantai, berolahraga, dan makan makanan favorit Bunda. 

6. Tidak akan mengalami 'sundulan'

Salah satu kekhawatiran lain yang dirasakan bunda hamil saat hendak berhubungan seks yakni takut kepala janin terkena 'sundulan'. Tak perlu khawatir, risiko kondisi ini hampir tidak mungkin terjadi.

Ada banyak hal yang harus dilalui untuk bisa sampai menyentuh kepala janin. Mulai dari leher rahim yang tertutup lendir tebal, serta kantung ketuban yang melindungi si Kecil.

7. Detak jantungnya menjadi lebih cepat

Saat orgasme, Bunda biasanya juga akan mengalami peningkatan detak jantung. Kondisi ini kemungkinan juga bisa dialami oleh janin karena efek hormonal.

Tenang saja, Bunda. Peningkatan detak jantung janin setelah berhubungan seks umumnya tidak berlangsung lama dan bisa kembali normal segera setelahnya. 

Denyut jantung yang meningkat juga tidak selalu berarti buruk. Ini berarti ada lebih banyak sirkulasi darah dan juga oksigen. 

Demikian informasi tentang reaksi janin saat ibu berhubungan badan. Meski sebenarnya seks saat hamil aman dilakukan, tetap perhatikan pergerakan dan kondisi kesehatan Bunda juga, ya.

Jangan paksakan mencoba hal-hal baru yang justru bisa berisiko membahayakan janin. Jika perlu, segera konsultasi ke dokter apabila mengalami keluhan kehamilan setelah berhubungan seks.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi