sign up SIGN UP search


kehamilan

Pendarahan Implantasi atau Menstruasi? Cek 6 Perbedaannya di Sini, Bun

Nanie Wardhani Jumat, 25 Jun 2021 15:29 WIB
Ilustrasi hamil muda caption

Biasanya kalau sedang menanti-nanti datangnya kehamilan, semua tanda-tanda kehamilan pasti dicari dan diperhatikan ya, Bun, hihi. Salah satu tanda kehamilan yang bisa saja Bunda alami adalah pendarahan implantasi. Padahal tidak semua wanita mengalami pendarahan implantasi saat mulai hamil, ada juga yang tidak mengalaminya. Namun banyak juga yang mengalami pendarahan implantasi tapi salah mengartikannya sebagai menstruasi bulanan biasa, padahal bukan. Lalu bagaimana kah caranya membedakan antara pendarahan implantasi dengan menstruasi? 

Seperti dilansir dari Healthline, darah implantasi adalah darah yang keluar dari vagina seorang wanita, yang merupakan hasil dari proses menempelnya indung telur yang telah dibuahi pada dinding rahim. Nah, karena pendarahan implantasi ini biasanya terjadi dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu dari terjadinya pembuahan, yang sering terjadi adalah Bunda jadi sulit membedakan apakah ini darah implantasi atau menstruasi ya, Bun.

Nah, jadi apa saja sih kira-kira perbedaannya antara pendarahan implantasi dengan menstruasi? Berikut lebih jelasnya, Bunda.


1. Warna

Salah satu pembeda antara darah implantasi dengan menstruasi adalah warnanya. Darah implantasi biasanya berwarna antara merah muda sampai coklat muda. Diawali dengan warna merah muda saat baru pertama kali keluar dan saat berangsur berkurang jumlahnya, warnanya juga berubah menjadi coklat muda dan hanya keluar sebagai flek. 

Sementara pada menstruasi, darah yang keluar akan berwarna antara merah terang hingga coklat gelap. Akan terlihat jelas sekali perbedaannya jika dibandingkan dengan darah implantasi.

2. Volume darah yang muncul

Dari segi jumlah dan derasnya darah yang keluar juga sangat berbeda ya, Bun. Darah implantasi hanya akan keluar secara perlahan dan sedikit demi sedikit. Bahkan banyak yang hanya mengalami sedikit flek saja. 

Sementara darah menstruasi walau pada awalnya keluar hanya flek, tapi dalam durasi yang cukup singkat akan keluar dalam jumlah yang cukup banyak dan deras.

3. Kram otot perut

Rasa sakit dari kram yang muncul juga tidak sama nih, Bun. Rasa sakit karena kram yang muncul disebabkan oleh pendarahan implantasi akan terasa ringan dan dengan interval yang singkat serta berdurasi pendek-pendek.

Sementara sakit akibat kram yang dirasakan dari menstruasi sangat berbeda dengan pendarahan implantasi, dimana kram karena menstruasi akan terasa sangat tajam, berdurasi cukup lama dan terasa cukup menyiksa.

4. Gumpalan darah

Kalau Bunda menemukan adanya gumpalan-gumpalan darah, maka bisa dipastikan Bunda mengalami menstruasi, bukan pendarahan implantasi ya, Bun. Karena pendarahan implantasi tidak menghasilkan gumpalan darah seperti yang terjadi pada darah menstruasi.

5. Durasi pendarahan

Lamanya pendarahan pada pendarahan implantasi dan menstruasi pun jauh berbeda, Bun. Pendarahan implantasi biasanya tidak berjalan terlalu lama, biasanya hanya antara 1 hingga 3 hari. Sebaliknya jika Bunda menstruasi, maka durasi pendarahannya akan terjadi selama 4 hingga 7 hari.

6. Konsistensi

Satu hal lagi yang berbeda antara pendarahan implantasi dengan menstruasi adalah dalam hal konsistensi pendarahannya. Pendarahan implantasi biasanya akan keluar secara sedikit demi sedikit dan kadang tidak keluar, kemudian keluar lagi, seperti itu terus, belum tentu mengalir deras. Sementara pada menstruasi, walau mungkin diawali dengan adanya flek, namun kemudian darah akan secara kontinyu keluar terus menerus dari vagina selama periode menstruasi berlangsung.

Seperti dikutip dari Web MD, Bunda mungkin mengalami pendarahan implantasi jika Bunda juga mengalami beberapa tanda awal kehamilan lainnya, termasuk:

  • Payudara yang lembut dan bengkak
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Muntah (morning sickness)
  • Mengidam atau bahkan enggan dengan makanan tertentu
  • Perubahan suasana hati
  • Lebih sering buang air kecil 

Gejala awal kehamilan di atas disebabkan oleh perubahan hormonal dalam tubuh Bunda yang bekerja keras untuk mendukung kehamilan yang baru saja Bunda jalani. Tapi jujur ​​saja, Bunda juga bisa mengalami semua gejala ini selama menstruasi, bukan? Jadi terkadang hal-hal di atas ini juga sedikit menambahkan rasa ragu pada Bunda apakah Bunda sedang hamil atau menstruasi.

ilustrasi pembalutIlustrasi darah menstruasi/ Foto: iStock

Kapan perlu tes kehamilan?

Karena tidak mudah untuk membedakan antara pendarahan implantasi atau bercak menstruasi, maka sebaiknya Bunda melakukan tes kehamilan jika menurut Bunda ada kemungkinan Bunda memang hamil.

Tes kehamilan mengukur tingkat hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam darah Bunda. Hormon ini dihasilkan oleh plasenta yang memberi nutrisi pada embrio yang baru saja berkembang.

Tes kehamilan urine yang dapat dilakukan di rumah bisa dikatakan 99 persen akurat, selama alat tes tersebut tidak kedaluwarsa dan Bunda melakukannya setelah hari pertama menstruasi yang terlewat.

Beberapa tes urine yang sangat sensitif dapat digunakan lebih awal, tetapi ketahuilah bahwa Bunda berisiko mendapatkan hasil negatif saat ternyata Bunda benar-benar hamil. Jika Bunda mendapatkan hasil negatif, tetapi Bunda masih merasakan gejala yang membuat Bunda berpikir Bunda hamil, tunggu 7 hari dan tes ulang ya, Bun.

Tes kehamilan dari darah yang biasanya dilakukan oleh dokter, dapat mendeteksi kehamilan segera setelah 11 hari setelah pembuahan.

Tapi Bunda juga harus ingat bahwa hCG belum diproduksi sampai setelah implantasi ya, Bun, jadi tes kehamilan pada tanda pertama pendarahan implantasi kemungkinan akan menghasilkan hasil negatif. Jadi sabar dahulu, jangan langsung buru-buru ingin segera tes saat baru terjadi tanda pertama pendarahan implantasi ya, Bun.

Nah, sekarang Bunda sudah bisa ya membedakan antara pendarahan implantasi dan pendarahan menstruasi ya, Bun. Jadi jika nanti muncul bercak darah, Bunda sudah bisa membedakan apakah Bunda sedang bersiap menyambut kedatangan anggota baru dalam keluarga, atau hanya rutinitas bulanan biasa.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi