sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Tanda-Tanda Keguguran pada Hamil Trimester Pertama

Haikal Luthfi Jumat, 08 Jan 2021 19:42 WIB
Shot of unhealthy young woman with stomachache leaning on the bed at home. caption
Jakarta -

Bagi sebagian Bunda, kehamilan bukanlah fase yang mudah. Ada yang kesulitan mendapatkannya, dan juga berjuang dengan mual dan muntah di awal kehamilan. Selama prosesnya pun terdapat banyak risiko, termasuk ancaman abortus atau dikenal dengan keguguran.

Tak sedikit ibu hamil yang mengalami keguguran. Selain menimbulkan dampak fisik juga bisa menyebabkan dampak psikologis, misalnya depresi dan kecemasan. Bahkan American Society for Reproductive Medicine merilis data bahwa ada sebanyak 1 dari 4 kehamilan dapat mengakibatkan keguguran. Sebagian besar keguguran terjadi sebelum 10 minggu. Keadaan ini pun tidaklah mudah bagi ibu hamil untuk menerimanya.

"Anda bisa mengalami keguguran segera setelah hamil. Kadang wanita mengalami keguguran sejak dini," kata spesialis kandungan di University of California, dr.Leena S. Nathan, dikutip dari Insider.


Terdapat dua jenis keguguran, yaitu keguguran yang terjadi secara berulang-ulang dan keguguran akibat sejumlah penyakit. Mengutip American Pregnancy, Keguguran ini dialami oleh ibu hamil hingga berulang kali, bahkan hingga tiga kali atau lebih secara berturut-turut.

Menurut para ahli, keguguran berulang-ulang ini disebabkan oleh keberadaan janin yang dalam keadaan buruk. Inilah penyebab umum terjadinya keguguran, Bunda. Apalagi di trimester pertama kehamilan.

Sedangkan penyebab keguguran kedua akibat penyakit seperti tekanan darah tinggi, sebab-sebab hormonal, kekurangan vitamin, hingga anemia. Faktor penyebab lain bisa bersumber dari pasangan atau suami Bunda. Seperti misalnya, banyak jumlah sel sperma yang lemah atau buruk yang pada dasarnya menyebabkan kemandulan.

Tanda-tanda keguguran

Gejala keguguran dapat bervariasi dari satu wanita ke wanita lain, Bunda. Bahkan dapat sangat berbeda jika ibu hamil mengalami beberapa kali keguguran dari waktu ke waktu.

Bahkan banyak dari wanita yang tidak tahu bahwa mereka pernah mengalami keguguran, karena mereka tidak tahu bahwa mereka hamil dan mengira itu hanya aliran menstruasi yang deras.

Mengutip Very Well Family, berikut tanda-tanda umum terjadinya keguguran, antara lain:

1. Pendarahan

Pendarahan atau bercak darah adalah tanda pertama dari keguguran yang paling sering dialami kebanyakan wanita. Namun ingat, meskipun pendarahan vagina bukan berarti selalu mengindikasikan keguguran.

Kadang-kadang perdarahan mungkin disebabkan oleh iritasi serviks atau proses implantasi yang memungkinkan bisa berhenti dan kehamilan dapat berlanjut tanpa adanya masalah. Sekitar 10 persen dari semua wanita hamil mengalami pendarahan vagina di beberapa titik selama kehamilan. Perdarahan ringan atau bercak berwarna merah muda atau coklat biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Justru yang mengkhawatirkan adalah darah berwarna merah cerah atau berlebihan. Gumpalan yang keluar atau lendir berwarna merah muda juga bisa mengindikasikan keguguran.

2. Kram perut

Pregnant woman in white t-shirt and denim shirt touching her belly, having painsKram hamil/ Foto: istock

Nyeri yang parah di perut bisa menjadi gejala kehamilan ektopik, yaitu kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di luar rahim.

Rasa nyeri pada awal kehamilan, terutama jika hanya di satu sisi perut, harus selalu ditangani sebagai keadaan darurat. Ini seperti kram yang mirip dengan kram menstruasi dan dapat terjadi pada kehamilan normal dan tidak selalu merupakan tanda keguguran.

3. Gejala kehamilan yang memudar

Shot of unhealthy young woman with stomachache leaning on the bed at home./ Foto: iStock

Kehamilan yang memudar ketika gejalanya mulai berkurang. Secara umum wanita akan mengalami mual di pagi hari (morning sickness) atau nyeri pada payudara yang lambat laun gejala ini mulai menghilang.

Hal ini memungkinkan embrio tidak dapat hidup lagi. Perlu diketahui gejala kehamilan dapat berfluktuasi karena alasan lain, termasuk tubuh menjadi terbiasa dengan hormon kehamilan.

4. Tidak merasakan gerakan bayi

Pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, seharusnya ibu hamil sudah mulai merasakan gerakan bayi secara teratur. Jika gerakan tampak berhenti selama beberapa hari, sebaiknya dilakukan pemantauan jantung janin dan memastikan bahwa bayi di dalam kandungan baik-baik saja.

5. Persalinan prematur

Melahirkan dini juga dikenal dengan persalinan prematur yang merupakan komplikasi kehamilan yang sangat serius, Bunda. Tanda-tanda persalinan prematur harus segera diketahui dan biasanya muncul pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Adapun tanda-tanda persalinan prematur meliputi:

  • Kontraksi setiap 10 menit atau lebih
  • Keputihan berubah
  • Tekanan panggul
  • Kram
  • Sakit punggung

Jika Bunda mengalami gejala atau tanda keguguran, ingatlah untuk menemui dokter sesegera mungkin untuk pengujian diagnostik. Kehamilan mungkin berjalan normal, atau mungkin benar-benar mengalami keguguran.

Simak juga Bunda, pengalaman Chua Kotak' mengalami dua kali keguguran, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Artis penyintas COVID-19Artis penyintas COVID-19/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi