sign up SIGN UP search


kehamilan

Tak Selalu Sama Persis, Ini Perbedaan Kembar Identik dan Fraternal

Kinan Jumat, 02 Jul 2021 17:14 WIB
Hamil Anak Kembar caption

Saat mendengar kata 'anak kembar', orang biasanya akan langsung mengharapkan tampilan yang sangat mirip. Nyatanya tak semua kembar seperti itu. Kenali perbedaan kembar identik dan fraternal.

Ya, kembar terbagi menjadi beberapa jenis, yang kemudian membedakan tampilannya kelak. Ada yang benar-benar tampak mirip dan sulit dibedakan, ada juga yang tidak terlihat terlalu mirip satu sama lain.

Perbedaan kembar identik dan fraternal

Sebenarnya seperti apa sih perbedaan kembar identik dan fraternal? Yuk simak ulasannya berikut ini, Bunda:


Kembar identik

Semua kehamilan dimulai ketika sperma membuahi sel telur. Telur yang dibuahi ini disebut zigot.

Dilansir Raising Children, terkadang sel telur yang telah dibuahi membelah dalam beberapa hari setelah proses pembuahan untuk menghasilkan kembaran yang identik secara genetik. 

Karena kembar ini berasal dari satu zigot, mereka juga dikenal sebagai monozigot. Kembar identik umumnya terdiri dari jenis kelamin yang sama.

Ada tiga jenis kembar identik. Pertama, sekitar sepertiga dari kembar identik berpisah segera setelah pembuahan dan membentuk kembar yang benar-benar terpisah. Jenis kembar ini memiliki plasenta yang terpisah.

Sementara itu, dua pertiga lainnya terbelah setelah mereka menempel pada dinding rahim. Akibatnya, mereka berbagi plasenta alias 'monokorionik'.

Ketiga, dalam jumlah yang sangat kecil dari kembar identik, pemisahan mungkin terjadi bahkan jauh setelah pembuahan terjadi.

Dalam hal ini, janin kembar berbagi kantung bagian dalam, yang disebut amnion, selain juga berbagi plasenta. Nama teknis untuk ini adalah kembar 'monoamniotik'. 

Kembar fraternal

Terkadang ovarium wanita melepaskan dua sel telur, jika kemudian ada dua sperma terpisah yang membuahi setiap sel telur. Ini akan membentuk kembar fraternal: bersifat dizigot (artinya dua zigot) atau kembar non-identik.

Selama kehamilan, bayi yang sedang berkembang mendapatkan oksigen dan makanan dari bunda melalui plasenta dan tali pusat.

Nah, kembar fraternal memiliki plasenta dan tali pusar yang terpisah. Nama teknis untuk ini adalah 'dikorionik'.

Kembar fraternal bisa sama atau berlawanan jenis kelamin. Gen mereka pun dapat berbeda seperti saudara laki-laki dan perempuan lainnya.

Sering kali, kembar fraternal sesama jenis terlihat berbeda. Misalnya, mereka mungkin memiliki warna rambut atau mata yang berbeda. Terkadang juga mereka justru terlihat sangat mirip.

Kembar identik dan fraternal, mengapa penting untuk diketahui?

Kembar berjenis kelamin sama dengan plasenta terpisah bisa fraternal atau identik. Untuk alasan kesehatan, ada baiknya mengetahui apakah kehamilan Bunda termasuk kembar identik atau fraternal.

Kembar identik lebih mungkin memiliki penyakit yang sama (jika ada) dari pada kembar fraternal. Jika salah satu dari pasangan kembar identik didiagnosis dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, kembaran lainnya harus sering diperiksa.

Karena susunan genetiknya, kembar identik akan selalu cocok untuk transplantasi organ, jika mereka membutuhkannya. Tidak demikian dengan kembar fraternal.

Serba-serbi berbagi plasenta atau kantung bagian dalam

Berbagi plasenta artinya si Kembar berbagi suplai darah selama kehamilan. Sayangnya, terkadang suplai darah terbagi secara tidak merata, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak kembar.

Saat hamil bayi kembar yang berbagi plasenta, Bunda perlu diperiksa lebih sering dari pada mereka dengan bayi kembar berplasenta terpisah. Pemeriksaan yang sering dapat mendeteksi potensi komplikasi lebih awal.

Kembar yang berbagi kantung dalam (monoamniotik) juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi selama kehamilan. Ini karena kemungkinan tali pusar mereka kusut dan mengganggu kelancaran suplai darah.

Umumnya, dokter menggunakan ultrasound untuk mengetahui berapa banyak plasenta yang dimiliki si Kembar. Semakin dini USG dilakukan, semakin akurat data tentang berapa banyak plasenta yang ada.

Risiko kesehatan saat hamil janin kembar

Kehamilan dengan janin lebih dari satu sering dianggap berisiko tinggi karena mereka mungkin memiliki lebih banyak masalah medis seperti:

  • Plasenta previa: plasenta rendah dan menutupi serviks
  • Solusio plasenta: plasenta terlepas dari dinding rahim
  • Plasenta akreta: pembuluh darah dan bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim
  • Prematuritas: bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu
  • Berat badan lahir rendah: berat lahir kurang dari 2,5 kg
  • Diabetes gestasional: gula darah seorang bunda terus tinggi selama kehamilan
  • Hipertensi gestasional: tekanan darah tinggi saat hamil
(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi