sign up SIGN UP search


kehamilan

Jantung Berdebar Saat Hamil, Apakah Berbahaya Bagi Janin?

Nanie Wardhani Senin, 19 Jul 2021 14:39 WIB
Pretty pregnant woman suffering from acid reflux because of her pregnancy. Caucasian expectant mother touching her chest with a pained expression Ilustrasi jantung berdebar pada ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Antonio_Diaz

Saat Bunda hamil, pernahkah Bunda merasakan atau mengalami jantung berdebar? Saat hal ini terjadi, kemungkinan akan timbul rasa khawatir ya. Tapi Bunda tidak perlu langsung panik. 

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh Bunda mengalami peningkatan. Jantung perlu memompa lebih cepat untuk mengedarkan darah yang lebih banyak, dan ini dapat menyebabkan detak jantung berdetak lebih cepat. Terkadang, aktivitas ekstra pada jantung dapat menyebabkan yang disebut palpitasi, atau jantung berdebar kencang.

Jantung berdebar mungkin terasa seolah-olah jantung:


  • melewatkan ketukan
  • berdebar cepat
  • jatuh di dada

Jantung berdebar biasanya tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, hal ini dapat menunjukkan masalah pada jantung atau organ lain di tubuh.

Gejala jantung berdebar

Apa saja sih gejala yang muncul pada serangan jantung berdebar terjadi pada ibu hamil? Dilansir dari Medical News Today, jantung berdebar pada ibu hamil biasanya akan muncul dengan satu atau lebih dari gejala berikut ini:

  • pusing atau sakit kepala ringan
  • perasaan tidak nyaman
  • detak jantung berdebar-debar
  • detak jantung yang cepat
  • berkeringat
  • perasaan berdebar atau jatuh di dada
  • sensasi jantung berdebar kencang

Penyebab jantung berdebar

Berbagai faktor dapat menyebabkan jantung berdebar-debar selama kehamilan, Bunda. Tapi tenang saja, karena mayoritas penyebabnya bukanlah hal serius. Namun, dalam beberapa kasus, penyebab yang mendasari jantung berdebar memang bisa memerlukan perawatan medis.

Beberapa penyebab jantung berdebar yang tidak berbahaya selama kehamilan diantaranya adalah:

  • Jantung bereaksi terhadap peningkatan volume darah
  • Stres dan kecemasan
  • reaksi terhadap makanan atau minuman tertentu, terutama yang mengandung kafein
  • reaksi terhadap obat flu atau alergi

Penyebab yang lebih serius termasuk:

  • masalah tiroid
  • kerusakan jantung yang berasal dari peristiwa lain atau kehamilan sebelumnya
  • hipertensi paru
  • penyakit arteri koroner
  • irama jantung abnormal, yang disebut aritmia
  • preeklamsia dan gangguan hipertensi kehamilan lainnya

Bunda hamil dan penyedia layanan kesehatan mungkin sulit membedakan penyebab jantung berdebar kencang yang terjadi pada ibu hamil. Banyak gejala masalah jantung terjadi selama kehamilan normal, sehingga sulit untuk mengetahui kira-kira kondisi apa yang mendasari timbulnya gejala tersebut.

Diagnosis

Mengenai diagnosis penyakit ini hanya dokter saja yang bisa mendiagnosis dengan benar apa kemungkinan hal yang menyebabkan timbulnya jantung berdebar kencang tersebut. Biasanya dokter akan banyak bertanya mengenai gejala dan sejarah medis Bunda untuk mencari tahu lebih dalam.

Jika Bunda memiliki salah satu dari hal-hal berikut ini, maka harus disampaikan ke dokter ya, Bun:

  • riwayat jantung berdebar
  • riwayat penyakit jantung
  • riwayat masalah lain yang mempengaruhi jantung
  • riwayat keluarga penyakit jantung 

Dokter biasanya kemudian akan melakukan pemeriksaan dan mendengarkan kelainan detak jantung. Mereka akan sering melakukan tes tambahan untuk menentukan penyebab yang mendasari jantung berdebar yang Bunda alami.

Untuk menentukan diagnosis, biasanya Dokter dapat menggunakan salah satu dari hal-hal berikut ini:

  • tes darah untuk mencari ketidakseimbangan dan memeriksa fungsi tiroid
  • elektrokardiogram untuk mengukur aktivitas listrik jantung
  • tes monitor Holter, yang melibatkan pemakaian perangkat yang mengukur ritme jantung untuk waktu yang lama

Pengobatan jantung berdebar-debar

Dilansir dari Healthline, jika jantung berdebar Bunda tidak menyebabkan gejala yang parah dan tampaknya bukan akibat dari kondisi serius, dokter kemungkinan tidak akan merekomendasikan perawatan apa pun. Seringkali, jantung berdebar akan hilang setelah Bunda melahirkan dan tubuh Bunda kembali ke keadaan sebelum hamil.

Namun ada obat-obatan yang tersedia untuk membantu menjaga irama jantung Bunda jika memang dirasa membutuhkan. Dokter akan mempertimbangkan potensi risiko bagi Bunda dan bayi dari minum obat-obatan tersebut. Namun, obat-obatan ini sering dihindari pada trimester pertama, karena pada saat inilah organ bayi berkembang.

Jika jantung berdebar Bunda disebabkan oleh aritmia yang parah atau detak jantung yang tidak berirama, maka dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur yang disebut kardioversi.

Kardioversi ini melibatkan pengiriman arus listrik berjangka waktu ke jantung untuk mengembalikannya ke ritme yang normal. Dokter menganggap ini aman untuk dilakukan selama kehamilan kok, Bunda, jadi Bunda tidak perlu khawatir ya.

Banyak ibu hamil mengalami kondisi jantung berdebar selama proses kehamilan yang dijalaninya. Hal ini mungkin membingungkan, tetapi sebagian besar jantung berdebar tidak berbahaya.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi