KEHAMILAN
7 Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah saat Hamil 9 Bulan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 24 Jul 2023 14:34 WIBBunda bisa merasakan sakit perut bagian bawah saat hamil 9 bulan lho. Kondisi ini umumnya terjadi karena beberapa penyebab.
Memasuki trimester ketiga, keluhan-keluhan baru mungkin akan dirasakan Bunda. Berbagai keluhan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman bahkan di seluruh tubuh.
Selain di bagian perut, rasa sakit juga bisa terjadi di punggung dan pinggul, Bunda. Rasa sakit ini dapat terjadi berulang hingga menjelang waktu persalinan.
Munculnya rasa sakit di perut saat trimester akhir bisa berbeda dari penyebab di trimester pertama. Untuk itu, Bunda sebaiknya memahami beragam penyebabnya untuk bisa mencegah dan mengatasinya.
Setidaknya ada 7 penyebab sakit perut bagian bawah saat hamil 9 bulan. Apa saja penyebabnya?
Penyebab sakit perut bagian bawah
Sakit perut bagian bawah dapat dialami Bunda di usia kehamilan 9 bulan. Mengutip berbagai sumber, berikut 7 penyebab sakit perut bagian bawah saat hamil 9 bulan:
1. Tekanan dari janin
Memasuki trimester ketiga, perubahan tubuh saat hamil akan terlihat jelas. Hal ini juga menyebabkan keluhan baru, seperti nyeri atau sakit perut bagian bawah.
Saat hamil 9 bulan, pertumbuhan janin sudah sempurna, termasuk beratnya. Akibat pertumbuhan dan berat janin ini, rahim akan meregang. Pada kondisi ini, Bunda bisa merasakan sakit perut di bagian bawah.
Selain itu, pertumbuhan janin juga akan menekan organ di sekitar panggul Bunda. Organ yang bisa terpengaruh adalah kandung kemih dan vagina.
2. Kontraksi palsu penyebab sakit perut bagian bawah
Kontraksi palsu atau Braxton Hicks merupakan kontraksi intermiten sering terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Kepala Departemen obstetri dan ginekologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K), mengatakan, kontraksi palsu adalah kondisi saat perut terasa kencang dan terjadi secara tidak teratur atau hilang timbul.
"Kontraksi palsu terjadi dalam waktu singkat dan dapat terasa setiap jam. Selama kontraksi, perut dari pinggang ke depan akan terasa seperti kram," kata Suskhan kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Kontraksi palsu biasanya akan hilang dengan mengubah posisi saat beraktivitas dan mengurangi aktivitas berat. Kontraksi juga bisa berkurang dengan beristirahat.
3. Keputihan
Keputihan dapat terjadi di usia 9 bulan kehamilan. Kadar hormon akan berubah di akhir kehamilan karena suplai darah ke serviks akan meningkat, sehingga menyebabkan jumlah cairan menjadi lebih banyak.
Pada keputihan yang normal, Bunda tidak akan mengalami sakit perut bagian bawah. Munculnya rasa nyeri saat keputihan umumnya disebabkan karena infeksi.
"Pada ibu hamil yang mengalami infeksi akan terjadi reaksi sehingga menyebabkan kontraksi. Infeksi dapat masuk ke rahim ibu. Akibatnya, perut ibu menjadi kencang dan terasa sangat sakit," ujar Suskhan.
Segera ke dokter bila Bunda mengalami keputihan tidak normal ya. Cirinya adalah muncul rasa sakit perut bagian bawah, vagina gatal, disertai bau tidak sedap.
4. Masalah di saluran pencernaan
Selama kehamilan, Bunda bisa mengalami beberapa masalah terkait pencernaan. Di akhir kehamilan, masalah ini bisa muncul karena tekanan pada perut dan usus saat bayi tumbuh di dalam rahim.
Berikut 2 masalah pencernaan yang dapat terjadi di akhir trimester kehamilan:
Perut kembung
Perut kembung bisa menyebabkan sakit perut di bagian bawah. Untuk mengatasi perut kembung, Bunda bisa melakukan olahraga ringan. Bila keluhan tidak membaik, segera ke dokter ya.
Sembelit
Sembelit dapat menyebabkan sakit perut bagian bawah dan sakit di sekitar pinggang. Cara mengatasi sembelit adalah mengonsumsi makanan berserat dan mencukupi asupan cairan. Sedangkan
5. Penyebab sakit perut bagian bawah: Kelelahan
Kelelahan dapat menyebabkan kontraksi di usia kehamilan 9 bulan. Akibatnya, Bunda juga bisa merasakan sakit perut bagian bawah nih.
Di akhir kehamilan, Bunda bisa fokus untuk persiapan melahirkan saja. Hindari melakukan aktivitas berlebihan yang bisa menyebabkan kelelahan.
Meski begitu, Bunda tetap bisa melakukan aktivitas fisik ringan ya. Tapi untuk memastikan intensitas dan durasinya, sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter agar tidak menyebabkan kontraksi atau sakit perut bagian bawah.
6. Solusio plasenta
Dikutip dari Mayo Clinic, solusio plasenta kemungkinan besar terjadi pada trimester akhir kehamilan, terutama beberapa minggu terakhir sebelum melahirkan. Salah satu gejala khasnya adalah sakit perut bagian bawah, Bunda.
Solusio plasenta atau abruptio plasentae adalah komplikasi kehamilan yang jarang terjadi. Namun, kondisi ini bisa menjadi serius dan memengaruhi kehamilan, Bunda.
Solusio plasenta terjadi ketika sebagian atau seluruh plasenta terpisah dari dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan. Hal ini dapat menurunkan atau menghalangi suplai oksigen dan nutrisi bayi dan menyebabkan perdarahan hebat pada Bunda hamil. Pendarahan ini dapat disertai nyeri perut bagian bawah.
7. Kondisi lainnya penyebab sakit perut bagian bawah
Munculnya rasa nyeri di perut bagian bawah juga dapat terjadi karena beberapa kondisi medis yang dialami Bunda selama kehamilan. Pemeriksaan mungkin dibutuhkan untuk memastikan kondisi Bunda sebelum bersalin.
Nah, berikut beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab sakit perut bagian bawah saat hamil 9 bulan:
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Melansir dari Parents, sekitar 13 persen ibu hamil akan mengalami ISK. Gejala khasnya adalah sering buang air kecil (BAK), muncul rasa nyeri saat BAK, dan beberapa mengalami sakit perut.
Radang usus buntu penyebab sakit perut bagian bawah
Radang usus buntu atau apendisitis biasanya sulit didiagnosis saat hamil. Tapi, saat rahim mulai membesar, usus buntu akan tertarik dan daik di dekat pusar atau hati, Bunda. Bila peradangan terjadi, Bunda bisa merasakan sakit perut, hingga kehilangan nafsu makan.
Batu empedu
Batu di kantong empedu sering terjadi pada wanita, terutama bila mereka mengalami kelebihan berat badan, berusia di atas 35 tahun, atau memiliki riwayat kondisi serupa. Tergantung pada tingkat keparahan dan gejala, pengobatan batu empedu dapat ditunda setelah melahirkan.
Nah, salah satu gejala batu empedu adalah sakit perut bagian bawah. Dalam beberapa kasus, rasa sakit dapat menyebar ke punggung hingga di bawah tulang belikat kanan.
Cara mengatasi sakit perut bagian bawah
Bunda dapat mengatasi atau mengurangi rasa sakit perut bagian bawah saat hamil 9 bulan lho. Berikut 9 cara mengatasinya:
- Kurangi aktivitas berat atau berlebih yang bisa menyebabkan kelelahan.
- Perbanyak istirahat bila kontraksi hingga gejala sakit perut muncul.
- Gunakan pakaian yang nyaman atau tidak terlalu ketat.
- Hindari menahan buang air kecil (BAK) selama hamil ya.
- Bunda dapat berbaring bila terlalu lama berdiri atau duduk dalam waktu lama.
- Memenuhi asupan cairan dengan minum air putih per hari selama hamil.
- Konsumsi makanan bernutrisi atau mengandung serat bila mengalami sembelit.
- Jaga kebersihan organ vital untuk mencegah keputihan abnormal.
- Hindari memijat perut saat sakit atau kontraksi karena bisa berbahaya untuk janin.
Bila keluhan sakit perut bagian bawah tak kunjung sembuh saat hamil 9 bulan, segera ke dokter ya, Bunda.
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu hamil lainnya langsung aja yuk, Bun klik di sini.
Simak juga 6 penyebab ibu hamil sakit punggung, dalam video berikut:
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Kanan, Bisa karena Kram atau Hubungan Intim
7 Kondisi yang Bisa Sebabkan Sakit Perut Bagian Bawah saat Hamil, Bunda Perlu Tahu
7 Penyebab Perut Bagian Bawah Terasa Sakit Saat Hamil, Simak Cara Atasinya!
3 Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Selama Hamil, Perlukah Bunda Waspada?
TERPOPULER
7 Kebiasaan Langka yang Dimiliki Orang dengan Insting Kuat & Pertimbangan Matang
Drama Pinkan Mambo & Arya Khan, Cerai hingga Kembali Rujuk
Lihat Alyssa Melahirkan, Al Ghazali Teringat Maia 12 Jam Bersalin & Cium Kening Sang Bunda
17 Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Jakarta Lengkap
Beda Kebangkitan dan Kenaikan Yesus, Ini Cara Jelasin ke Anak
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
15 Rekomendasi Merek Vitamin Ibu Hamil Trimester 1, Anti Lemas & Bikin Bayi Cerdas
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Logam Beracun Tersembunyi di Balik Baju Warna-Warni Anak, Waspadai Bahaya Masuk ke Mulut
9 Doa untuk Orang yang Mau Melahirkan Supaya Lancar dan Bayi Sehat Sempurna Sesuai Sunnah
7 Kebiasaan Langka yang Dimiliki Orang dengan Insting Kuat & Pertimbangan Matang
Psikolog Ungkap Kalimat yang Bisa Tenangkan Anak Tantrum dalam Hitungan Detik
17 Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Jakarta Lengkap
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Didesain Sesuai Feng Shui, 7 Sudut Vila Mewah Irwan Mussry di Bali yang Punya Energi Baik
-
Beautynesia
7 Tips Menyiapkan Dana Darurat dari Nol, Bikin Hidup Terasa Lebih Tenang!
-
Female Daily
Luna Maya sampai Jerome Polin Ikutan, Ini Dia Serunya UNIQLO IN MOTION 2026!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Menang Gugatan, Wanita Ini Dapat Rp 1,7 M Setelah Dipecat Gara-gara Suami
-
Mommies Daily
7 Kebiasaan yang Jadi Penyebab Bau Badan pada Remaja dan Sering Nggak Disadari